24 Mei 2012

PERLUNYA KERJASAMA PENDIDIK DALAM PENGEMBANGAN E-LEARNING

E-learning merupakan metode dan media pembelajaran yang kini marak digunakan di dunia pendidikan dalam era globalisasi saat ini. Dengan metode tersebut, suatu materi pembelajaran dapat dinikmati oleh para pelajar tanpa terbatas ruang dan waktu.

Pola  belajar e-learning seperti ini merupakan hal yang menarik untuk dioptimalisasikan di dunia pendidikan kita bila tidak mau ketinggalan sangat jauh dari budaya pendidikan yang telah berkembang di belahan dunia lain. Metode ini dianggap sangat efektif, mengingat jumlah siswa dan mahasiswa kita yang cukup besar kuantitasnya. Bayangkan saja jika ada 2.000 siswa dalam satu sekolah dan harus mengumpulkan serta memerikas 200 test tiap harinya, pasti waktu yang kita butuhkan sangat banyak dan pengerjaannya juga akan sangat melelahkan,selain itu pekerjaan para pendidik malah akan sangat mungkin habis waktunya hanya untuk sekadar mengoreksi,

Untuk mengatasi hal tersebut, kini telah banyak dikembangan lewat sistem e-learning dan ini tentunya butuh proses bertahap. Benar bias dipastikan biaya yang harus dikeluarkan pun pasti cukup besar. Sebagai contoh Kumamoto University di Jepang, universitas ini harus mengeluarkan budget dana setara dengan Rp600 juta setiap tahun. Dana ini khusus untuk menambah kapasitas dan menghindari terjadinya masalah pada server.

Pemaparan sistem e-learning tersebut menarik perhatian peserta seminar Guraru di JCC pada waktu yang lalu. Terutama bila dibandingkan dengan sistem yang dimiliki oleh Binus Online Learning. Share system ini di banyak kampus kita masih kerap bermasalah karena overload pengguna. Namun, pada saat ini belum semua guru, dosen, mahasiswa apalagi siswa memanfaatkannya. Namun demikian seiring dengan kecepatan akses internet dan semakin efisiennya system pengiriman data nantinya e-learning menjadi sesuatu yang menarik untuk diterapkan secara masal di semua lembanga pendidikan kita. Gagasan penerapan e-learning memang sudah sedemikan rupa berkembang dan menantang seluruh ahli IT/ICT dunia karena efektifitasnya sudah pada diakui.

Kini banyak lembaga terutama perguruan tinggi di Indonesia mulai memanfaatkan system ini dan upayanya didukung oleh serangkaian kerjasama dengan lembaga setara di luar negeri. Misalnya ITS yang telah bekerja sama dengan Kumamoto University dari Jepang dan kedua institusi tersebut akan menjadi contoh positif bagi lembaga pendidikan lainnya. Bukan hanya dalam hal system saja akan tetapi juga beasiswa, dan program akademik lainnya, Sampai pula pada kerjasama riset, dan kesempatan mendapat beasiswa double degree. Bahkan, peluang double degree jenjang doktoral sangat besar bagi mahasiswa Indonesia khususnya untuk PTN tersebut. 

Salah satu himbauan dalam hal ini disampaikan oleh Maria Anityasari 

Kepala International Office (IO) Insititut Teknologi Surabaya, beliau menyatakan 
bahwa kesempatan pengembangan e-learning bisa diperoleh oleh lembaga mana saja asal mampu berkolaborasi. Malah kemitraan semacam ini sekaligus memberi jalan untuk para pelajar mahasiswa mendapatkan beasiswa  kuliah di luar negeri yang diakuinya memang saat ini tengah banyak diminati oleh mahasiswa Indonesia. Upaya kerjasama antar lembaga lintas negara tersebut sangat prospektif untuk memancing dan menghadirkan pemikiran baru bagi kalangan pendidik dan para pemerhati pendidikan umum lainnya di kita. Dengan demikian,lewat e-learning dan juga kerjasama antar lembaga pendidikan global saat ini sangat diperlukan. Hanya dengan cara demikian kesetaraan dalam dunia pendidikan berkelas internasional bisa kita raih dan bukan hanya impian sebuah belaka. (ESP)



sumber info: 
kampus.okezone.com

Kisah Milyurder Dermawan Yang Dijamin Masuk Surga


Sahabat Rasulullah saw yang mulia yakni Abdurrahman bin Auf ra termasuk kelompok pertama yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah saw berfatwa di Madinah selama ia masih hidup.

Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah saw menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra memeluk Islam.

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.

Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari. Sa’ad mengatakan bahwa ia bersedia menyerahkan sebagian harta dan salah satu istrinya untuk Abdurrahman Bin Auf, tapi ia menolaknya. Ia lebih memilih membuka usaha dengan berdagang di pasar.

Ia memang seorang pedagang yang berbakat dan pintar. Dalam sekejap saja, ia sukses berdagang dan memperoleh harta yang banyak. Ia mempunyai 100 ekor kuda yang dapat dipergunakan dalam peperangan 100 ekor unta, dan 10,000 ekor kambing sehingga di waktu ia meninggal, saat dihitung seperempat dari kekayaannya menyamai jumlah 84 ribu dinar. Akan tetapi di samping kekayaannya yang melimpah-limpah itu, ia termasuk orang yang paling dermawan dan paling pemurah, juga merupakan seorang tokoh sahabat yang paling banyak berbuat kebajikan terhadap kaum fakir miskin.

Pada zaman Rasulullah S.A.W, ia pernah membagikan seluruh kekayaannya dan menyerahkan yang sebagian itu kepada orang-orang yang memerlukannya. Pernah terjadi dalam satu peristiwa, Abdurrahman Bin Auf mengeluarkan sedekah sekali duduk sebesar 40 ribu dinar, dan pernah ia membiayai peperangan dengan menyediakan perlengkapan sebanyak 500 ekor kuda tempur lengkap dengan senjatanya, pakaian, dan makanan untuk dipergunakan para perajurit. Dan juga, dalam waktu yang sama membawa konvoi perbekalan yang diangkut oleh 500 unta.

Melihat jasa dan pengorbanan menegakkan Islam dengan harta kekayaannya, Rasulullah saw pernah bersabda, "Abdurrahman Bin Auf adalah saudagar Tuhan" sebagai memujinya atas peranannya menegakkan ugama Allah dengan harta kekayaan. Demikianlah jiwa Abdurrahman Bin Auf ra salah seorang sahabat besar Rasulullah saw. Memandangkan besarnya semangat pengorbanannya itu maka tidak heran kiranya Rasulullah s.a.w mengatakan bahawa Abdurrahman adalah di antara sepuluh orang yang telah digembirakan oleh Nabi memasuki surga.

Pada tahun 31 Hijrah, ia berpulang ke rahmatullah dalam usia 75 tahun. Dan sebelum meninggalnya, Ummul Mu'minin Aisyah telah menawarkan bahwa jika ia menghendakinya akan ditempatkan kuburannya nanti di sisi kuburan Nabi, Abu Bakar dan Umar ra. Dengan suara yang merendah diri ia menjawab bahawa ia malu jika diberi kedudukan yang sedemikian tingginya untuk berkubur di samping Rasul. Dan ia juga menyatakan bahwa dirinya telah terikat janji dengan Utsman Bin Mazh'un ra bahwa jika salah satu di antara mereka berdua meninggal dunia lebih dahulu, maka ia akan berkubur di samping kuburan kawannya yang lain. Jenazah beliau telah dikebumikan di Baqi dan disembahyangkan oleh Saiyidina Uthman Bin Affan ra, Zubair Ibnul Awwam ra dan tokoh sahabat lainnya.

sumber: muzakki.com

Finlandia Negara Terbaik dalam Sistem Pendidikan

By Hanna Meinita

Suasana Kelas di Sekolah Taivallahti. (Foto: hel.fi)

FINLANDIA merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia selama dekade terakhir. Negara Skandinavia ini selalu berada di peringkat teratas berdasarkan penilaian siswa usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika dan ilmu pengetahuan.

Penilaian dilakukan Program for International Student Assessment, PISA (Program for International Student Assessment) yang merupakan bagian dari Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-operation and Development).

Kepala Departemen Pendidikan Guru di Universitas Helsinki, Profesor Jari Lavonen menjelaskan salah satu alasan kehebatan Finlandia. “Kami memutuskan semua guru harus memiliki gelar master. Ini menempatkan kedudukan profesi mengajar sama dengan profesi di bidang hukum dan kedokteran,” katanya, seperti dikutip dari Independent, Kamis (26/5/2011).

Bahkan data menunjukkan kaum muda mulai berbondong-bondong memasuki profesi ini lantaran prestisenya. Agar bisa kuliah pendidikan, tes yang harus dilalui tidak mudah. Para calon mahasiswa akan diberi buku untuk dibaca. Kemudian mereka ditanya pemahaman tentang buku itu. Sebanyak 300 orang terbaik akan diwawancarai hingga menyisakan 120 orang yang diterima menjadi mahasiswa.

“Kami ingin mengetahui apakah seseorang cocok untuk mengajar. Tahun lalu, tes masuk program pendidikan dasar lebih sulit dibandingkan masuk sekolah kedokteran. Kompetisinya lebih berat,” jelas Lavonen.

Selain itu, biaya pendidikan di negara Eropa Utara ini, gratis. Kata Lavonen, adalah tindakan illegal membebankan biaya dalam sistem pendidikan. Bahkan sekolah swasta pun menerima dana dari pemerintah.

Para siswa di Finlandia tidak mengenakan seragam. Bahkan kepala sekolah mengenakan celana jeans dan kemeja berleher terbuka di sekolah. Kepala sekolah Taivallahti di Helsinki (sekolah mulai usia tujuh hingga 16 tahun), Hannu Kosonen menyatakan, siswanya sama seperti siswa di Finlandia lainnya, tidak mengenakan seragam.

Selain itu, para guru tidak diberikan target. Mereka tidak takut akan adanya inspeksi atau penilaian sekolah dalam ujian nasional. “Mereka adalah para akademisi dan terlatih, jadi kami mempercayai mereka. Ini adalah hal yang penting, mereka tidak perlu pemeriksaan. Kami juga tidak memiliki sistem ujian nasional. Para guru dipercaya untuk menilai murid mereka sendiri,” jelas Kosonen. 

Jumlah siswa di kelas terbatas hanya 20 orang pada dua tahun pertama sekolah serta pada tahun keenam dan ketujuh (usia 12 dan 13 tahun). Jika ada siswa yang tertinggal, guru kedua dapat dikirim untuk membantu siswa mengejar ketinggalan. 

Meski sewaktu-waktu kepala sekolah bisa berkunjung ke kelas untuk memeriksa standar guru, ini tidak menjadi kekhawatiran. Hubungan yang terjalin antara staf guru dan kepsek seperti pelatih dan murid.Kosonen meminta setiap guru untuk memberikan sebuah ide untuk mengembangkan teknik pengajaran. Dengan begini, dia tidak melihat dirinya sebagai jaksa pengadilan.

KUNCI SUKSES SISTEM PENDIDIKAN FINLANDIA
  1. Semua guru harus memiliki gelar master sebelum mulai mengajar
  2. Wajib sekolah dimulai usia tujuh tahun dan untuk usia dini, TK bermain yang berbasis sukarela
  3. Tidak ada ujian nasional, inspeksi atau pemeringkatan sekolah. Pemerintah menilai performa para siswa dengan mengambil sampel 8-10 persen dari pekerjaan mereka
  4. Murid melanjutkan sekolah ke akademik atau kejuruan pada usia 16 tahun setelah sembilan tahun wajib belajar
  5. Tidak ada biaya kuliah universitas untuk siswa asal Finlandia atau Uni Eropa. Siswa dari luar UE bisa kuliah gratis, namun hanya di beberapa universitas (ghea)

sumber postingan : okezone

23 Mei 2012

Download Internet Explorer 9 plus Paket Liburan ke Singapura




Buruan download Internet Explorer 9
Daftar Fast Browse and Win dan menangkan paket liburan ke Singapura!

Silahkan download disini

Metode Diskusi Dalam Pembelajaran






A. Arti dan Makna Metode Diskusi dalam Pembelajaran

Diskusi sebagai metode pembelajaran adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne dan Briggs. 1979: 251). Manakala salah satu diantara siswa berbicara, maka siswa-siswa lain yang menjadi bagian dari kelompoknya aktif mendengarkan. Siapa yang berbicara terlebih dahulu dan begitu pula yang menanggapi, tidak harus diatur terlebih dahulu. Dalam berdiskusi, seringkali siswa saling menanggapi jawaban temannya atau berkomentar terhadap jawaban yang diajukan siswa lain. Demikian pula mereka kadang-kadang mengundang anggota kelompok lain untuk bicara, sebagai nara sumber. Dalam penentuan pimpinan diskusi, anggota kelompok dapat menetapkan pemimpin diskusi mereka sendiri. Sehingga melalui metode diskusi, keaktifan siswa sangat tinggi. 

Mc.Keachie dan Kulik (Gage dan Berliner, 1984: 487), menyebutkan bahwa dibanding dengan metode ceramah, dalam hal retensi, proses berfikir tingkat tinggi, pengembangan sikap dan pemertahanan motivasi, lebih baik dengan metode diskusi. Hal ini disebabkan metode diskusi memberikan kesempatan anak untuk lebih aktif dan memungkinkan adanya umpan balik yang bersifat langsung. Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi. 

Hasil-hasil penelitian tentang penggunaan metode diskusi kelompok oleh Lorge, Fox, Davitz, dan Brenner (Davies, 1984:237--239) dapat disimpulkan dalam rangkuman berikut :
  1. Mengenai soal-soal yang berisiko, keputusan kelompok lebih radikal dari pada keputusan perorangan. 
  2. Kalau ada pelbagi pendapat tentang sebuah soal yang masih baru, maka pemecahan kelompok lebih tepat daripada pemecahan perorangan; tetapi tidak selalu demikian kalau soalnya biasa-biasa saja. 
  3. Kalau bahan persoalan bukan materi baru, dan anggota-anggota kelompok mempunyai keterampilan dalam memecahkan soal-soal sejenis, pemecahan kelompok lebih baik dari pemecahan oleh anggota masing-masing, tetapi kadang-kadang pemcahan anggota yang paling cerdas lebih baik lagi. 
  4. Kebaikan utama diskusi kelompok bukanlah pengajuan banyak pendekatan, melainkan penolakan terhadap pendekatan yang tidak masuk akal. (Konklusi ini tidak berlaku untuk "brain storming"). 
  5. Yang memperoleh keuntungan dari diskusi kelompok, ialah siswa-siswa yang lemah dalam pemecahan soal. 
  6. Superioritas kelompok merupakan fungsi dari kualitas tiap anggota kelompok. Sebuah kelompok dapat diharapkan memecahkan sebuah soal, kalau sekurang-kurangnya satu anggota dapat memecahkan soal itu secara individual, sekalipun ia memerlukan lebih banyak waktu. 
  7. Dalam hal waktu, metode kelompok biasanya kurang efisien. Kalau anggota-anggota saling percaya dan bekerjasama dengan baik, maka kelompok dapat bekerja lebih cepat daripada kerja perorangan. 
  8. Kehadiran orang luar mempengaruhi prestasi anggota-anggota kelompok. Kalau kelompok itu bekerjasama secara harmonis, dan orang luar bergabung dengan kelompok, hal itu mempunyai pengaruh positif; kalau kerja sama itu tidak harmonis, maka kehadiran itu merusak, jika dia hanya bertindak sebagai pendengar saja. 
  9. Dengan metode diskusi perubahan sikap dapat dicapai dengan lebih baik daripada kritik langsung untuk mengubah sikap yang diharapkan. Metode diskusi juga paling baik untuk memperkenalkan inovasi-inovasi atau perubahan. 
  10. Kalau dipakai struktur pembahasan yang cocok dengan tugas, dan cukup waktu untuk meninjau persoalan dari segala segi, serta jika anggota-anggota tidak saling mengevaluasi, maka diskusi kelompok terbukti lebih kreatif daripada belajar perorangan. (Kondisi-kondisi ini terdapat pada "brain storming") 
Bertolak dari hasil-hasil penelitian tersebut di atas menyokong asumsi bahwa keunggulan metode diskusi terletak pada efektivitasnya untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran tingkat tinggi dan tujuan pembelajaran ranah afektif (Davies, 1984: 239). Karena itu, ada tiga macam tujuan pembelajaran yang cocok melalui penggunaan metode diskusi:
(1) penguasaan bahan pelajaran, 
(2) pembentukkan dan modifikasi sikap, serta 
(3) pemecahan masalah (Gall dan Gall, dalam Depdikbud, 1983:28). 

Pembentukkan dan modifikasi sikap merupakan tujuan diskusi yang berorientasi pada isu yang sedang berkembang. Diskusi yang bertujuan membentuk atau memodifikasi sikap ini, dimulai dengan guru mengajukan permasalahan atau sejumlah peristiwa yang menggambarkan isu yang ada dalam masyarakat (seperti: kolusi dalam suatu lembaga, pelecehan seksual, gerakan disiplin nasional, penggusuran, dan lain sebagainya). Guru atau pimpinan kelompok selanjutnya meminta pandangan dari anggota kelompok untuk menemukan alternatif-alternatif pemecahan masalah isu tersebut. Komentar-komentar terhadap masalah atau jawaban masalah dapat diberikan anggota kelompok maupun pimpinan kelompok. Selama diskusi berlangsung, pemimpin diskusi mencoba memperoleh penajaman dan klarifikasi yang lebih baik tentang isu tersebut dengan memperkenalkan contoh-contoh yang berbeda, dan menggerakkan para anggota diskusi mengajukan pernyataan-pernyataannya. 

B. Tujuan Diskusi
  1. Pemecahan masalah merupakan tujuan utama dari diskusi (Maier, dalam Depdikbud, 1983:29). Masalah-masalah yang tepat untuk pembelajaran dengan metode diskusi adalah masalah yang menghasilkan banyak alternatif pemecahan. Dan juga masalah yang mengandung banyak variabel. Banyaknya alternatif dan atau variabel tersebut dapat memancing anak untuk berfikir. Oleh karena itu, masalah untuk diskusi yang pemecahannya tidak menuntut anak untuk berfikir, misalnya hanya menuntut anak untuk menghafal, maka masalah tersebut tidak cocok untuk didiskusikan. 
  2. Menurut Maiyer (Depdikbud,1983:29) dalam diskusi kelompok kecil, dapat meningkatkan siswa untuk berpartisipasi dalam memecahkan masalah. Untuk itu, bilamana guru menginginkan keterlibatan anak secara maksimal dalam diskusi, maka jumlah anggota kelompok diskusi perlu diperhatikan guru. Jumlah anggota kelompok diskusi yang mampu memaksimalkan partisipasi anggota adalah antara 3--7 anggota. Dari hasil pengamatan, kelompok diskusi yang jumlah anggotanya antara 3--7 itu saja, anggota yang diduga kurang berpartisipasi penuh berkisar 1--2 orang. Dalam diskusi dengan jumlah anggota yang relatif kecil memungkinkan setiap anak memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi. Masalah atau isu yang dijadikan topik diskusi hendaknya yang relevan dengan minat anak. Masalah diskusi yang cocok dengan minat anak dapat mendorong keterlibatan mental dan keterlibatan emosional siswa secara optimal. 
  3. Melalui penggunaan metode diskusi, siswa juga mendapat kesempatan untuk latihan keterampilan berkomunikasi dan keterampilan untuk mengembangkan strategi berfikir dalam memecahkan masalah. Namun demikian pembelajaran dengan metode diskusi semacam ini keberhasilannya sangat bergantung pada anggota kelompok itu sendiri dalam memanfaatkan kesempatan untuk berpatisipasi dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan proses diskusi, peranan pemimpin diskusi sangat menentukan. 
  4. Pemimpin diskusi bertugas untuk mengklarifikasi topik yang tidak jelas. Jika diskusi tidak berjalan, pemimpin diskusi berkewajiban mengambil inisiatif dengan melontarkan ide-ide yang dapat memancing pendapat peserta diskusi. Demikian pula bila terjadi ketegangan dalam proses diskusi, tugas pemimpin diskusi adalah meredakan ketegangan. Tidak jarang pendapat-pendapat dalam diskusi menyimpang dari topik utama, karena itu pemimpin diskusi bertugas untuk mengembalikan pembicaraan kepada topik utama diskusi. 
  5. Pemilikan pengetahuan secara umum tentang masalah yang didiskusikan adalah prasyarat agar setiap peserta mampu mengemukakan pendapat. Diskusi tidak akan berhasil manakala peserta diskusi belum memiliki pengetahuan yang menjadi masalah yang didiskusikan. Dalam diskusi formal, untuk membekali pengetahuan peserta, disajikan terlebih dahulu makalah yang disusun oleh salah satu peserta diskusi. Tujuan penyajian makalah adalah untuk membuka wawasan dan pikiran peserta agar mampu memberikan pendapatnya. 

C. Jenis-Jenis Diskusi 
  1. Diskusi Kelompok Besar (Whole Group Discussion. Jenis diskusi kelompok besar dilakukan dengan memandang kelas sebagai satu kelompok. Dalam diskusi ini, guru sekaligus sebagai pemimpin diskusi. Namun begitu, siswa yang dipandang cakap, dapat saja ditugasi guru sebagai pemimpin diskusi. Dalam diskusi kelompok besar, sebagai pemimpin diskusi, guru berperan dalam memprakarsai terjadinya diskusi. Untuk itu, guru dapat mengajukan permasalahan-permasalahan serta mengklarifikasinya sehingga mendorong anak untuk mengajukan pendapat. Dalam diskusi kelompok besar, tidak semua siswa menaruh perhatian yang sama, karena itu tugas guru sebagai pemimpin diskusi untuk membangkitkan perhatian anak terhadap masalah yang sedang didiskusikan. Di samping itu, distribusi siswa yang ingin berpendapat perlu diperhatikan. Dalam diskusi kelompok besar, pembicaraan sering didominasi oleh anak-anak tertentu. Akibatnya tidak semua anak berkesempatan untuk berpendapat. Untuk menghindari keadaan itu, pemimpin diskusi perlu mengatur distribusi pembicaraan. Tugas terberat bagi pemimpin diskusi adalah menumbuhkan keberanian peserta untuk mengemukakan pendapatnya. Dalam praktek, tidak sedikit anak-anak yang kurang berani berpendapat dalam berdiskusi. Terlebih bagi anak yang kurang menguasai permasalahan yang menjadi bahan diskusi. 
  2. Diskusi Kelompok Kecil (Buzz Group Discussion). Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri atas 4--5 orang. Tempat berdiskusi diatur agar siswa dapat berhadapan muka dan bertukar pikiran dengan mudah. Diskusi diadakan dipertengahan pelajaran atau diakhir pelajaran dengan maksud menajamkan pemahaman kerangka pelajaran, memperjelas penguasaan bahan pelajaran atau menjawab pertanyaan-pertanyaan. Hasil belajar yang diharapkan ialah agar segenap individu membandingkan persepsinya yang mungkin berbeda-beda tentang bahan pelajaran, membandingkan interpretasi dan informasi yang diperoleh masing-masing individu yang dapat saling memperbaiki pengertian, persepsi, informasi, interpretasi, sehingga dapat dihindarkan kekeliruan-kekeliruan. 
  3. Diskusi Panel. Fungsi utama diskusi panel adalah untuk mempertahankan keuntungan diskusi kelompok dengan situasi peserta besar, dimana ukuran kelompok tidak memungkinkan partisipasi kelompok secara mutlak. Dalam artian panel memberikan pada kelompok besar keuntungan partisipasi yang dilakukan orang lain dalam situasi diskusi yang dibawakan oleh beberapa peserta yang terplih. Peserta yang terpilih yang melaksanakan panel mewakili beberapa sudut pandangan yang dipertimbangkan dalam memecahkan masalah. Mereka memiliki latar belakang pengetahuan yang memenuhi syarat untuk berperan dalam diskusi tersebut. Forum panel secara fisik dapat dihadiri audience secara lansung atau tidak langsung (melalui TV, radio, dan sebagainya). 
  4. Diskusi Kelompok. Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri atas 3--6 orang. Masing-masing kelompok kecil melaksanakan diskusi dengan masalah tertentu. Guru menjelaskan garis besar problem kepada kelas, ia menggambarkan aspek- aspek masalah kemudian tiap-tiap kelompok (syndicate) diberi topik masalah yang sama atau berbeda-beda selanjutnya masing-masing kelompok bertugas untuk menemukan kesepakatan jawaban penyelesaiannya. Untuk memudahkan diskusi anak, guru dapat menyediakan reference atau sumber-sumber informasi yang relevan. Setiap sindikat bersidang sendiri-sendiri atau membaca bahan, berdiskusi dan menysusun kesimpulan sindikat. Tiap-tiap kelompok mempresentasikan kesimpulan hasil diskusinya dalam sidang pleno untuk didiskusikan secara klasikal. 
  5. Brain Storming Group. Kelompok menyumbangkan ide-ide baru tanpa dinilai segera. Setiap anggota kelompok mengeluarkan pendapatnya. Hasil belajar yang diharapkan ialah agar kelompok belajar menghargai pendapat orang lain, menumbuhkan ide-ide yang yang ditemukannya dianggap benar. 
  6. Symposium. Beberapa orang membahas tentang aspek dari suatu subjek tertentu dan membacakan di muka peserta simposium secara singkat (5--20 menit). Kemudian dikuti dengan sanggahan dan pertanyaan dari para penyanggah dan juga dari pendengar. Bahasan dan sanggahan itu selanjutnya dirumuskan oleh panitia perumus sebagai hasil simposium. 
  7. Informal Debate. Kelas dibagi menjadi dua tim yang agak sama besarnya dan mendiskusikan subjek yang cocok untuk diperdebatkan tanpa memperdebatkan peraturan perdebatan. Bahan yang cocok untuk diperdebatkan ialah yang bersifat problematis, bukan yang bersifat faktual. 
  8. Colloqium. Seseorang atau beberapa orang manusia sumber menjawab pertanyaan-pertanyaan dari audiensi. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa/mahasiswa menginterview manusia sumber, selanjutnya mengundang pertanyaan lain/tambahan dari siswa mahasiswa lain. 
  9. Fish Bowl. Beberapa orang peserta dipimpin oleh seorang ketua mengadakan suatu diskusi untuk mengambil suatu keputusan. Tempat duduk diatur merupakan setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosong menghadap peserta diskusi, kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi, seolah-olah melihat ikan yang berada dalam mangkuk (fish bowl). Selama kelompok diskusi berdiskusi, kelompok pendengar yang ingin menyumbang pikiran dapat masuk duduk di kursi kosong. Apabila ketua diskusi mempersilahkan berbicara ia dapat langsung berbicara, dan meninggalkan kursi setelah berbicara. 

D. Kegunaan Metode Diskusi 
Diskusi sebagai metode mengajar lebih cocok dan diperlukan apabila kita (guru) hendak memberi kesempatan kepada siswa: untuk mengekspresikan kemampuannya, berpikir kritis, menilai perannya dalam diskusi, memandang masalah dari pengalaman sendiri dan pelajaran yang diperoleh di sekolah, memotivasi, dan mengkaji lebih lanjut. Melalui diskusi dapat dikembangkan keterampilan mengklarifikasi, mengklasifikasi, menyusun hipotesis, menginterpretasi, menarik kesimpulan, mengaplikasikan teori, dan mengkomunikasikan pendapat. Disamping itu, metode diskusi dapat melatih sikap anak menghargai pendapat orang lain, melatih keberanian untuk mengutarakan pendapat, mempertahankan pendapat, dan memberi rasional sehubungan dengan pendapat yang dikemukakannya. 

E. Prinsip Umum Penggunaan Metode Diskusi 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan metode diskusi, antara lain sebagai berikut. 
  1. Perumusan masalah atau masalah-masalah yang didiskusikan agar dilakukan bersama-sama dengan siswa. 
  2. Menjelaskan hakikat masalah itu disertai tujuan mengapa masalah tersebut dipilih untuk didiskusikan. 
  3. Pengaturan peran siswa yang meliputi pemberian tanggapan, saran, pendapat, pertanyaan, dan jawaban yang timbul untuk memecahkan masalah. 
  4. Memberitahukan tata tertib diskusi. 
  5. Pengarahan pembicaraan agar sesuai dengan tujuan. 
  6. Pemberian bimbingan siswa untuk mengambil kesimpulan. 
F. Langkah-Langkah Pelaksanaan Diskusi Kelompok 
Langkah-langkah diskusi sangat bergantung pada jenis diskusi yang digunakan. Hal ini dikarenakan tiap-tiap jenis memiliki karakteristik masing-masing. Seminar memiliki karakteristik yang berbeda dengan simposium, brain storming, debat, panel, sindikat group dan lain-lain. Demikian pula siposium dan yang lain-lain tersebut juga memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Akibat perbedaan karakteristik tersebut, maka langkah dan atau prosedur pelaksanaannya berbeda satu dengan yang lain. Meskipun demikian, secara umum untuk keperluan pembelajaran di kelas, langkah-langkah diskusi kelas dapat dilaksanakan dengan prosedur yang lebih sederhana. 

Moedjiono, dkk (1996) menyebutkan langkah-langkah umum pelaksanaan diskusi sebagai berikut ini :
  1. Merumuskan masalah secara jelas 
  2. Dengan pimpinan guru para siswa membentuk kelompok-kelompok diskusi, memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor), mengatur tempat duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya sesuai dengan tujuan diskusi. Tugas pimpinan diskusi antara lain: (a) mengatur dan mengarahkan diskusi, (b) mengatur "lalu lintas" pembicaraan. 
  3. Melaksanakan diskusi. Setiap anggota diskusi hendaknya tahu persis apa yang akan didiskusikan dan bagaimana cara berdiskusi. Diskusi harus berjalan dalam suasana bebas, setiap anggota tahu bahwa mereka mempunyai hak bicara yang sama. 
  4. Melaporkan hasil diskusinya. Hasil-hasil tersebut ditanggapi oleh semua siswa, terutama dari kelompok lain. Guru memberi alasan atau penjelasan terhadap laporan tersebut. 
  5. Akhirnya siswa mencatat hasil diskusi, dan guru mengumpulkan laporan hasil diskusi dari tiap kelompok. 
Budiardjo, dkk, (1994:20-23) membuat langkah penggunaan metode diskusi melalui tahap-tahap berikut ini:

1. Tahap Persiapan
a. Merumuskan tujuan pembelajaran 
b. Merumuskan permasalahan dengan jelas dan ringkas. 
c. Mempertimbangkan karakteristik anak dengan benar. 
d. Menyiapkan kerangka diskusi yang meliputi: 
  • menentukan dan merumuskan aspek-aspek masalah,
  • menentukan alokasi waktu,
  • menuliskan garis besar bahan diskusi,
  • menentukan format susunan tempat,
  • menetukan aturan main jalannya diskusi. 
e. Menyiapkan fasilitas diskusi, meliputi: 
  • menggandakan bahan diskusi,
  • menentukan dan mendisain tempat,
  • mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan. 
2. Tahap pelaksanaan 
a. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 
b. Menyampaikan pokok-pokok yang akan didiskusikan. 
c. Menjelaskan prosedur diskusi. 
d. Mengatur kelompok-kelompok diskusi 
e. Melaksanakan diskusi. 

3. Tahap penutup 
a. Memberi kesempatan kelompok untuk melaporkan hasil. 
b. Memberi kesempatan kelompok untuk menanggapi. 
c. Memberikan umpan balik. 
d. Menyimpulkan hasil diskusi. 

G. Peranan Guru Sebagai Pemimpin Diskusi 
Untuk mempertahankan kelangsungan, kelancaran dan efektivitas diskusi, guru sebagai pemimpin diskusi memegang peranan menentukan. Mainuddin, Hadisusanto dan Moedjiono, 1980:8--9, menyebutkan sejumlah peranan yang harus dimainkan guru sebagai pemimpin diskusi, adalah berikut ini :
  1. Initiating, yakni menyarankan gagasan baru, atau cara baru dalam melihat masalah yang sedang didiskusikan.  
  2. Seeking information, yakni meminta fakta yang relavan atau informasi yang otoritarif tentang topik diskusi. 
  3. Giving information, yakni fakta yang relavan atau menghubungkan pokok diskusi dengan pengalaman pribadi peserta. 
  4. Giving opinion, yakni memberi pendapat tentang pokok yang sedang dipertimbangkan kelompok, bisa dalam bentuk menantang konsesus atau sikap "nrimo" kelompok. 
  5. Clarifying, yakni merumuskan kembali pernyataan sesorang; memperjelas pernyataan sesorang anggota. 
  6. Elaborating, yakni mengembangkan pernyataan seseorang atau memberi contoh atau penerapan. 
  7. Controlling, yakni menyakinkan bahwa giliran bicara merata; menyakinkan bahwa anggota yang perlu bicara, memperoleh giliran bicara. 
  8. Encouraging, yakni bersikap resetif dan responsitif terhadap pernyataan serta buah pikiran anggota. 
  9. Setting Standards, yakni memberi atau meminta kelompok menetapkan, kriteria untuk menilai urunan anggota. 
  10. Harmonizing, yakni menurunkan kadar ketegangan yang terjadi dalam diskusi. 
  11. Relieving tension, yakni melakukan penyembuhan setelah terjadinya tegangan. 
  12. Coordinating, yakni menyimpulkan gagasan pokok yang timbul dalam diskusi, membantu kelompok mengembangkan gagasan. 
  13. Orientating, yakni menyampaikan posisi yang telah dicapai kelompok dalam diskusi dan mengarahkan perjalanan diskusi selanjutnya. 
  14. Testing, yakni menilai pendapat dan meluruskan pendapat kearah yang seharusnya dicapai. 
  15. Consensus Testing, menialai tingkat kesepakatan yang telah dicapai dan menghindarkan perbedaan pandangan. 
  16. Summarizing, yakni merangkum kesepakatan yang telah dicapai. 

Sumber posting : vizology.blogspot.com

Terkait Kecerdasan Emosional






Orang yang menilai diri mereka memiliki kecerdasan emosional yang tinggi cenderung gemar melebih-lebihkan kemampuan mereka untuk mendeteksi penipuan pada orang lain. Mereka terlalu percaya dalam menilai ketulusan orang lain.

Meskipun kecerdasan emosional, secara umum, tidak dikaitkan dengan menjadi lebih baik atau lebih buruk untuk membedakan antara kebenaran dan kebohongan, orang dengan kemampuan lebih tinggi untuk memahami dan mengekspresikan emosi (komponen kecerdasan emosional) tidak begitu baik ketika berhadapan dengan orang yang berbohong .

"Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa fitur kecerdasan emosional, dan proses pengambilan keputusan memiliki efek paradoksal untuk mendeteksi kebohongan," ujar peneliti Stephen Porter, dari University of British Columbia, Kanada. "Temuan ini penting karena kecerdasan emosional adalah konsep yang digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk tempat kerja."

Para peneliti menggunakan kuesioner standar untuk mengukur kecerdasan emosional dari 116 peserta. Para peserta kemudian melihat 20 video dari seluruh dunia yang bertemakan permohonan kembalinya anggota keluarga yang hilang. Para peserta diminta untuk menilai apakah permohonan tersebut jujur ​​atau menipu. Banyak keyakinan yang mereka miliki dalam penilaian tersebut dilaporkan sebagai isyarat untuk membuat penilaian dan tingkat respons emosional mereka atas pembelaan masing-masing.

Profesor Porter menemukan bahwa kecerdasan emosi lebih tinggi dikaitkan dengan terlalu percaya diri dalam menilai ketulusan dari permohonan dan perasaan simpatik terhadap orang-orang dalam video.

*Sumber : livescience.com/Kartika Maharani


Siapa yang tidak mengenal tentang YouTube? 


Website yang sangat dikenal dengan fasilitas streaming video itu kini membuat suatu website tersendiri dalam menunjukkan kepeduliannya pada pendidikan di dunia.

Baru-baru ini YouTube EDU telah diluncurkan, di sebuah pusat pendidikan “proyek sukarela yang ingin menemukan cara yang terbaik untuk mengumpulkan dan menyaksikan isi pendidikan terbesar yang diupload ke YouTube oleh sekolah-sekolah dan universitas-universitas” menurut uraian singkat yang tercatat di blog YouTube.

Website ini rencananya akan dapat mengumpulkan video-video dari berbagai sekolah dan universitas, yang kisarannya berasal dari bahan pelajaran untuk siswa yang memdokumentasikan kegiatan atletik. Beberapa materi ini sangat berbobot, bagus dan bermanfaat (bahan pelajaran di Stqanford dan MIT adalah benar-benar bagus). Sedangkan isi lainnya, tidak begitu menarik.

Beberapa hari yang lalu telah diliput mengenai Academic Earth, sebuah situs mengenai isi pendidikan yang sangat bermanfaat sebagai Hulu Pendidikan. Kedua website ini merupakan cara yang sangat baik dalam memperluas dan memajukan dunia pendidikan.


22 Mei 2012

PROGRAM BEASISWA UNGGULAN



Beasiswa Unggulan merupakan pemberian bantuan biaya pendidikan oleh pemerintah Indonesia atau pihak lain berdasarkan atas kesepakatan  kersjasama kepada putera – puteri terbaik bangsa Indonesa dan mahasiswa asing terpilih. 

(Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2009)


SASARAN PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
Beasiswa Unggulan diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi sebagai berikut:

1. Peraih medali Olimpiade Sains/ Teknologi tingkat Nasional/ Internasional;
2. Pemenang lomba LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional;
3. Pemenang Lomba tingkat Nasional/ Internasional, bidang Sains, Teknologi, Seni Budaya, Olahraga, dll;
4. Lulusan terbaik SMA/ MA/ SMK/ Ponpes/ Perguruan Tinggi yang diusulkan oleh Pemda Propinsi/Kabupaten/ Kota, Masyarakat (LSM), dan Insdustri; 
5. Lulusan Cumlaude dari Perguruan Tinggi/ Sekolah Tinggi/ Akademi;
6. Penulis, Pencipta, Peneliti, Seniman, Olahragawan, dan Tokoh (P3SWOT) berprestasi;
7. Staf Pemda dan Staf Diknas dari unit- unit utama serta jajarannya;
8. Bukan Dosen (untuk reguler S1, S2, dan S3).


BENTUK BEASISWA UNGGULAN 
1. Biaya Hidup; 
2. Biaya Pendidikan; 
3. Biaya Buku; 
4. Biaya Penelitian; 
5. Biaya Publikasi Ilmiah; 
6. Tunjangan Prestasi; 
7. Tunjangan Kreativitas; 
8. Bantuan Beasiswa P3SWOT; 
9. Biaya Transportasi/ Tiket Pesawat; 
10. Biaya Asuransi Kesehatan; 
11. Biaya Kedatangan dan Kepulangan; 
12. Biaya Tunjangan Awal/ Akhir Program; 
13. Biaya Matrikulasi; 
14. Biaya Operasional; atau
15. Biaya lainnya. 

Selengkapnya silahkan download informasi dalam format pdf ini, disini
sumber utama : disini

Softcopy Perangkat Pembelajaran Guru



Untuk merancang perangkat pembelajaran guru,dengan harapkan melalui format-format yang tersedia ini bisa lebih menghemat waktu,tenaga dan biaya 
silahkan download perangkat pembelajaran berikut:

1. kalender pendidikan (format excel) klik disini

2. RPE, PROTA, PROMES (format excel) klik disini

3. Daftar Nilai (format excel) sampai dengan nilai raport klik  disini

4. Analisis soal (format excel) klik disini

5. Cropping nilai (format excel) digunakan untuk anak didik yang mengikuti remidi (perbaikan nilai) klik  disini

6. Ingin merancang presentasi khusus sudah dirakit praktis bagi guru, 
silahkan download softcopy ciptaan pak manpuono (format excel) klik disini

Selamat berkarya,semoga bermanfaat

sumber: webmaster

Apa anda sudah tahu ..???





Silahkan dibaca ...

HAL YANG JARANG DIKETAHUI ORANG
***Semoga bermanfaat***


1. Nomor Darurat utk telepon genggam adalah 112. 
Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari otomatis network apapun yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda. Dan yang menarik, nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dlm kondisi di lock.


2. Kunci mobil anda ketinggalan di dalam mobil? 
Anda memakai kunci remote? 
Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan remote cadangannya ada di rumah, anda bisa segera menetelepon orang yang di rumah degan HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil dan minta orang yang ada di rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah. Pada waktu orang yang di menekan tombol pembuka remote mintalah orang yang di rumah mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya.


3. Battery cadangan darurat khusus NOKIA 
Bila baterai anda sudah sangat minim padahal anda sedang menunggu telepon penting atau sedang butuh menelepon dalam kondisi darurat dan kebetulan merk telfon anda adalah NOKIA. Silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart dan kondisi baterai hp anda akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi kembali sewaktu anda mencharge HP anda.


4. Tips untuk menge-Check keabsahan mobil/ motor anda. (Jakarta area only) 
Ketik : contoh metro B86301O (no plat mobil anda) Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini sangat berguna untuk mengetahui data-data mobil bekas yang mungkin hendak anda akan beli.


5. Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari ATM, maka anda bisa minta pertolongan diam-diam degan memberikan nomor pin scara terbalik, misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tersebut.
Fasilitas ini tersedia di seluruh ATM tapi hanya sedikit oragn yang tahu


Data Panggilan PLPG 2012 Se-Indonesia






INFO PLPG 2012
DAFTAR URUT GELOMBANG  PANGGILAN PLPG SERGUR 2012

Bagi Bapak/Ibu Guru yang membutuhkan informasi tentang Daftar Peserta Panggilan PLPG 2012, coba buka di link dibawah ini :

Klik Daftar Peserta PLPG 2012


Informasi Umum PESERTA PLPG 2012 untuk Seluruh Rayon di Indonesia:
Klik Disini


Semoga informasi ini sedikit membantu Anda dan mohon maaf sejauh ini kami masih berusaha melacak info tersebut dari sumber informasi yang lebih up todate lagi.






Terimakasih