2 Juni 2012

Sisi Keunggulan dari Kebiasaan Orang Jepang dibanding Orang Indonesia



Dari sekian banyak keunggulan yang membuat negeri Matahari Terbit dibanding Indonesia, paling tidak ada 12 hal yang membedakan antara watak orang Jepang dan orang Indonesia, diantaranya:

1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang-orang pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang-orang pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.

2. Ketika makan di kendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah menemukan tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.

3. Ketika di kelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.

4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yg ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!

5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga, siang/malamnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!

6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal nggak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Selonong boy & selonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.

7. Ketika di jalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampai-sampai saya susah nyebrang & sering keserempet motor yang jalannya ugal-ugalan.

8. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat pada keluyuran di mall-mall.

9. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
Indonesia: Mau organik kek, anorganik kek, bangkai binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.

10. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa naik angkot?!

11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting... tong... semuanya datang tepat pada jam yang disepakati.
Indonesia: Salah 1 pihak pasti ada yang dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara-gara kelamaan nunggu!

12. Ketika berjalan di pagi hari:
Jepang: Orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.
Indonesia: Nyantai aja, cing...! Si boss juga paling datengnya telat!

Dapat disimpulkan dari uraian di atas bahwa bangsa Jepang mempunyai karakter disiplin, haus ilmu, menghormati guru, pekerja keras, dan semangat kebersihan. Semua nilai moral positif yang melekat itulah yang membuat mereka bangkit dari keterpurukan menjadi bangsa yang kuat dan besar walaupun tidak memiliki kekayaan alam yang banyak.

_________________
sumber : dari postingan di status member FB-IGI Pusat

Memahami Syarat Menjadi Manusia Terbaik


ألسلام عليكم وو

Rasulullah SAW banyak mengingatkan kita tentang segala hal dan itu semua untuk keselamatan ummatnya. Salah satu hadits yang penting dan beliau sampaikan menyebutkan, bahwa salah satu syarat menjadi manusia terbaik adalah Belajar dan Mengajarkan Al-Qur'an.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَه
Khairukum man ta'allamal qur'aan wa 'allamahu
Terjemahannya :
"Sebaik-baik kamu sekalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan Mengajarkannya."
(HR. Bukhari)

Belajar Al-Qur'an

Tahapan-tahapan yang dapat dilalui dalam Belajar Al-Qur'an adalah :

Belajar Membaca Al-Qur'an. Pada tahap ini dimulai dari mengenal huruf-huruf pembentuk kalimah/kata, tanda-tanda baca, bunyi bacaan setiap huruf, hingga membaca satu kalimat penuh. termasuk hukum tajwid. Tujuan akhir dari belajar tahap ini adalah dapat membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan lancar, fasih dan tartil.
Al-Qur'an berbeda dengan kitab-kitab yang lain, ia begitu istimewa. Tidak hanya membacanya, mendengarkan orang membacanya saja kita mendapat kebaikan berupa pahala.
Keutamaan membaca Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an adalah bernilai ibadah, mendapat syafaat di hari akhir dari Al-Qur'an, ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT, Orang tua dari Alhlul Qur'an di hari kiamat dipakaikan mahkota spesial yang bersinar melebihi sinar matahari di dunia, dan banyak lagi keutamaan

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30 )

Innalladzina yatluu na kitaa ballahi wa aqamusshalata wa anfaqu mimma razaqnahum sirran wa alaniyatan yarjuuna tijaratan lan tabuura. liyuaffiyahum ujurahum wa yazidahum min fadlihi, innahu ghafurun syakuur.
Terjemahannya :
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. QS. Fathir: 29-30

Belajar Seni Bacaan Murattal dan Menghafal Al-Qur'an. Dapat membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan seni bacaan murattal membuat kita tidak cepat jenuh membacanya bahkan semakin asyik dan nikmat. Belajar murattal ini baik diiringi dengan menghafal surat-surat pendek, ayat-ayat tauhid yang biasa dibaca oleh imam shalat. Bahkan sangat bermanfaat dan barokah bila bisa menghafal keseluruhan Al-Qur'an 30 Juz. 
Belajar Menterjemahkan Al-Qur'an.Setelah fasih dan lancar membaca Al-Quran sangat baik bila dilanjutkan dengan belajar menterjemahkan Al-Qur'an agar kita mengerti dan paham dengan apa yang kita baca. Mengetahui terjemahannya sangat membantu dalam usaha untuk shalat khusyu'.

Belajar Menafsirkan Al-Qur'an. Ada banyak referensi kitab tafsir yang sudah ada, misalnya kitab tafsir Ibnu Kastir, fi Zilalil Qur'an, tafsir Al-Azhar, tafsir Al-qurthubi, tafsir jalalain, tafsir muniir, dan lain-lain. Sebagian besar kitab tafsir para ulama tersebut dalam bahasa arab, pun banyak juga yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain termasuk Bahasa Indonesia. Belajar tafsir ini bermanfaat sekali terutama agar kita memahami isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an sehingga dapat memantapkan keimanan dengan mengetahui pesan-pesan yang disampaikan oleh Al-Qur'an.
Sangat baik bila kita memahami kaidah bahasa arab seperti nahwu, sharf, balaghah sehingga mempermudah mempelajari tafsir langsung dari kitab-kitab berbahasa arab.

Tahapan belajar yang paling urgen adalah tahapan belajar membaca dan tahapan paling utama adalah menafsirkan Al-Qur'an. Belajarlah sesuai dengan kemampuan, berdoa meminta bimbingan dari Allah agar dimudahkan. Belajar otodidak sangat berbeda hasilnya dibandingkan belajar bersama orang yang sudah lebih dahulu fasih. Karena belajar dengan talaqqi tidak sama hasilnya dengan belajar sendiri. Oleh karena itu penting untuk belajar Al-Qur'an kepada orang yang sudah bagus bacaannya agar hasil yang kita dapatkan dapat maksimal.

Mengajarkan dan Mengamalkan Al-Qur'an

Sampai tahap belajar selesai kita baru menyelesaikan setengah dari kebaikan, untuk melengkapi kebaikan menjadi manusia terbaik maka hendaknya kita harus bisa mengajarkan Al-Qur'an kepada orang lain, kerabat terutama pada keluarga kita. Beriringan dengan belajar dan mengajarkan Al-Qur'an sangat baik bila kita memulai secara bertahap untuk mengamalkan apa-apa yang kita baca dan kita pahami.

نسأل الله أن ينفع به. وبالله التوفيق

Wallahu a'alam bishawab

sumber: blogger muslim

1 Juni 2012

Pendidikan Pabrikan itu Produk UN, Inspiring RHENALD KASALI



Setiap kali memasuki masa ujian nasional (UN), bangsa ini heboh. Sebelum ujian heboh, setelah ujian juga gaduh. Dengan dalih memberi motivasi, guru-guru malah membuat anak-anak stres dan bersedih menjelang UN.

Orang tua dipanggil, anak menangis karena suasana yang dibangun para guru adalah para murid itu “banyak dosa” dan telah melakukan kesalahan kepada orang tua. Alhasil bukannya plong,malah banyak murid yang mengalami histeria yang disebut “kesurupan” atau “kerasukan” setan. Mengapa UN menjadi segala-galanya dalam hidup ini? Apakah tidak ada cara lain untuk membuka pintu masa depan anak selain ujian? 

Saya ingin mengajak bangsa ini keluar dari metode pendidikan cara pabrikan yang menghasilkan “produk-produk” standar yang seakan-akan anak adalah output hasil produksi. Kita seperti sedang melewati sebuah area ”ban berjalan” dengan seorang manajer Jepang yang mengawasi ada-tidaknya produk yang cacat (defect),di luar standar. 

Mereka yang berada di luar standar itu dalam pendidikan kita sebut “berbakat khusus” (special talent), tetapi di pabrik kita sebut “produk gagal”.Jelajahilah mesin pencari Google dan ketiklah kata “special talent”, Anda akan menemukan anak-anak seperti inilah yang ditawari beasiswa. Namun apa yang kita lakukan dengan anak-anak itu di sini? 

Kecakapan Bakat

David McClelland pernah menyatakan, suatu bangsa harus dibangun dengan sistem kecakapan, bukan kekerabatan, apalagi didasarkan pada warna kulit atau sentimen-sentimen kesamaan lahiriah. Sistem kecakapan itu mulai diperbincangkan oleh Confucius, diterapkan oleh Dinasti Han di China pada abad kedua SM, dan dibawa ke dunia Barat, lalu disebarkan ke seluruh dunia. 

Pada awal peradaban modern, manusia yang dulu percaya pada kecakapan otot beralih ke kecakapan inteligensia (IQ). Di era world 1.0, saat lapangan pekerjaan terbesar hanya bisa diberikan oleh negara, sistem kecakapan dipersandingkan antara IQ dengan ujian pengetahuan. Demikianlah generasi tua Indonesia mengikuti ujian seleksi masuk universitas negeri atau seleksi menjadi PNS melalui pemeriksaan kecakapan tertulis. Yang diuji adalah rumus-rumus, mulai dari bahasa, IPA, matematika hingga Pancasila.

Rumus-rumus itu dihafalkan, dituangkan pada kertas, sedangkan sekolah swasta dan dunia usaha memilih kecakapan inteligensia. Ujian tertulis dengan ujian pengetahuan menjadi penting karena jumlah pesertanya massal dan negara harus bertindak secara adil. Negara adalah segala-galanya. Tapi itu kan dulu. Sekarang ini pilihan masyarakat sudah begitu luas. Pekerjaan bukan hanya ada di pemerintahan dan sekolah tinggi yang bagus bukan hanya universitas negeri. 

Masyarakatnya boleh memilih, mau hidup di world 0.0 atau menjadi pengusaha global, konsultan, seniman atau profesional di world 2.0 (globalisasi dini) atau world 3.0 (lihat kolom saya: “Empat Dunia yang Membingungkan”). Artinya masyarakat bangsa ini tak menggantungkan lagi kehidupannya untuk menjadi PNS. PNS bukanlah segala-galanya. Dunia ini sendiri begitu terbuka, penuh kesesakan dan pilihan, bahkan persaingan dan saling melengkapi. 

Dunia yang sesungguhnya itu bukan membutuhkan kecakapan ujian, melainkan kecakapan- kecakapan impact, yaitu apa yang sebenarnya dapat dilakukan seseorang dari pendidikan yang ditempuhnya. Kalau seseorang belajar tentang pertanian, maka ia bisa buat apa dengan ilmunya itu? Kalau ia belajar membuat robot, apa impact yang bisa diperbuat? Kalau sekolah kedokteran, bisakah berkiprah di sektor kesehatan? Demikian seterusnya. 

Kecakapan seperti itu disebut kecakapan bakat (talent merit) dan pernah merisaukan Mendiknas Singapura 20 tahun lalu saat negara merasa segala-galanya. Sekarang ini Singapura telah beralih ke sistem kecakapan bakat yang memungkinkan anak-anak menemukan pintu masadepannya dengan lebih damai dan lebih membahagiakan. Untuk memberikan ilustrasi, saya ceritakan kembali pengalaman saya saat mengajar mata kuliah international marketing. 

Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa senior di program S-1 dan sebagai prasyaratnya mereka harus sudah lulus dasar-dasar marketing. Suatu ketika saya iseng menanyakan kepada berapa mahasiswa yang mendapat nilai A di kelas marketing yang diambil satu dua semester sebelumnya dan saya meminta mereka maju ke depan. Sungguh saya tak percaya, bagaimana anak-anak yang kurang bergaul, kurang pandai mengekspresikan pikiran, bahkan dikenal sebagai anak yang berbicara sinis dan berpenampilan tidak “marketable” dari kacamata rekan-rekannya bisa diberi nilai A. 

Begitulah the power of exam merit. Mereka mendapatkan nilai A dalam transkrip nilai karena bertemu dengan pengajar-pengajar yang hanya berorientasi pada hasil ujian, bukan pendidik yang mengubah cara mereka berpikir. Di atas kertas pada saat ujian mereka benar-benar cerdas, hafalannya bagus, analisisnya oke, tetapi mengapa untuk hal sederhana saja tak mampu mengaplikasikan pengetahuannya? Saya jadi teringat kisah seorang teman yang belajar bahasa Inggris di Amerika Serikat supaya bisa kuliah S-2 di Amerika. 

Belajar bahasa Inggris di masyarakat yang berbahasa Inggris kok di kamar memakai headset? Kalau demikian cara kita mendidik anak-anak ini, bisa saya bayangkan mengapa pengusaha mengeluh lulusan-lulusan kita tidak siap pakai dan mengapa terdapat gap besar antara pilihan sekolah dengan pilihan profesi. Anak-anak mengeluh sekolahnya susah karena mereka tidak bisa mengekspresikan bakat yang mereka cintai.

Guru mengeluh murid-murid tak mempersiapkan belajar di rumah dengan baik. Orang tua mengeluh anak-anaknya menjadi pemberang. Dan tentu saja di masa depan,dari sistem pendidikan seperti ini hanya akan dilahirkan sarjana-sarjana kertas atau ilmuwan-ilmuwan paper yang hanya asyik membuat makalah,bukan impact ! 

Inspirasi dari: RHENALD KASALI 
Ketua Program MM UI

Selamatkan Sekolah Kita!



Sekolah itu candu. Demikian ungkap mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher. Tak berlebihan memang, jika melihat profil sekolah yang kini menjadi semakin bias perannya dan cenderung bersifat formalitas. 

Celakanya, kapitalisasi pendidikan menyebabkan sekolah kena dampaknya, yakni terjadinya fenomena disorientasi tujuan pendidikan. Sekolah menjadi mandul untuk menghasilkan peserta didik yang berpengetahuan luas, berkarakter, serta memiliki keterampilan hidup. 

Sedih rasanya, jika mencermati sekolah hanya berfungsi sekadar menjadi tempat lalu-lalang guru dan murid. Interaksi "jual beli pengetahuan" antara guru dan murid hanya berlangsung dalam sebuah kotak ajaib bernama ruang kelas. Kehangatan hubungan antara guru dan murid semakin jarang, karena terlalu fokus untuk menuntaskan pencapaian materi kurikulum dan persiapan menghadapi ujian sekolah.

Pengajaran jadi agenda utama aktivitas di sekolah. Proses pembinaan dan peneladanan kerap diabaikan. Padahal, Inkeles & Dreeben (1968) percaya bahwa sekolah dapat memberikan efek terhadap sikap hidup para pelakunya, hanya melalui proses interaksi sosial yang berlangsung di sekolah. Bukan karena faktor pemberian materi pengajaran.

Sekolah benar-benar telah kehilangan kewibawaannya. Contoh, sekolah tidak memiliki standar kriteria dalam pemberian penghargaan dan hukuman bagi para siswanya. 

Aneh rasanya, jika semua siswa "dipaksa" untuk lulus ujian di bidang akademik. Padahal faktanya, ada sebagian dari mereka memang tidak berbakat di bidang itu. 

Di sisi lain, para siswa yang menonjol di bidang non-akademik justru kurang mendapatkan perhatian dan fasilitas untuk berkembang. Ujian nasional mendapat tempat utama untuk menguji kemampuan akademik siswa. Namun, anak yang hebat membuat komik, misalnya, mereka harus gigit jari karena tidak ada ujian nasional membuat komik. Nasib serupa akan dirasakan siswa yang memiliki kehebatan di bidang non-akademik lainnya.

Sistem persekolahan kita belum mampu menjadikan guru sebagai sumber inspirasi keteladanan, sosok yang layak digugu dan ditiru. Di mana guru melalui perilakunya sehari-hari di dalam kelas, dijadikan model oleh para siswa. 

Bagaimana mungkin guru bisa menjadi teladan kalau bekerjanya tak pernah bisa sepenuh hati. Hidupnya dibiarkan apa adanya. 

Ada apa dengan hidup guru, itu tak pernah dijadikan persoalan serius oleh pemerintah kita. Gurunya saja naik sepeda ontel, sedangkan siswanya turun dari sedan BMW, apa kata dunia? 

Profesi guru kerap dilecehkan, bahkan diinjak-injak. Wajar rasanya jika sekolah tak pernah disesaki oleh guru yang layak diteladani oleh siswanya. 

Mereka yang hadir di depan kelas mungkin tak harus peraih penghargaan "guru teladan". Tetapi, mereka adalah orang pilihan yang paham akan tugas dan tanggung jawabnya yang teramat besar. 

Dalam bingkai cerita yang sama, sekolah harus kita amankan dari ancaman perilaku monopoli. Bowles & Gintis (1975) menyebutnya dengan istilah "penjinakan". Artinya, sekolah jadi tempat utama untuk menghasilkan peserta didik yang manut pada sistem yang dibuat di sekolah. 

Kesadaran kritis siswa menjadi tumpul karena mereka hanya mempelajari semua yang ada di buku. Generasi text book thinking, produk sekolah macam ini. Parahnya, apa yang mereka pelajari di buku pun kadang tak pernah benar-benar mereka pahami dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah ini dimiliki oleh mereka yang mengklaim dirinya "penguasa sekolah". 

Kekuasaan dan uang berlimpah mereka investasikan di sekolah, dengan maksud untuk melanggengkan keinginannya. Apa yang ada di isi kepala penguasa sekolah, itulah visi sekolah yang sesungguhnya. School only for profit.

Andai sekolah menjadi komoditas politik dan ekonomi, bencana terbesar bagi dunia pendidikan kita. Pendidikan semakin kehilangan ruhnya. Sekolah hanya akan menjadi tempat eksklusif, karena hanya dihuni peserta didik dari kalangan kelas sosial tertentu saja. Education for all, basa basi saja. Artinya, sekolah hanya akan menjadi lembaga yang direkayasa untuk melanggengkan kelas sosial tertentu. 

Collins (1971) menyebut sekolah sebagai tempat untuk mendapatkan "modal budaya". Karena itu, wajar jika sekolah dalam konteks ini lebih banyak mengajarkan "budaya kelas atas". Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin banyak modal budaya yang mereka dapatkan untuk dapat diterima budaya kelas sosial yang lebih tinggi. 

Di masyarakat modal budaya, kelas menengah atas selalu dihargai lebih tinggi untuk menduduki jenis profesi bergengsi. Realita ini sekaligus menjawab pertanyaan, mengapa banyak orang berlomba-lomba mengejar pendidikan setinggi mungkin. 

Gengsi dan eksistensi, ini alasan utama bersekolah. Tegasnya, sekolah menjadi barang mahal karena hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit saja. Mereka akan bayar berapa pun harganya demi mendapatkan akses dalam strata kehidupan kelas sosial menengah atas. Celakanya lagi, bila sekolah macam ini menutup diri dari kelas sosial bawah. Sesungguhnya, keberadaan sekolah tidak terlalu menolong untuk merombak struktur sosial yang tak adil di masyarakat. Orang miskin dilarang sekolah, inilah persoalan kita.

Dalam bahasa UU Sisdiknas (UU RI No. 20 Tahun 2003), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Mari cermati kalimat itu. 

Semua peserta didik harus belajar, tanpa kecuali. Sekolah, salah satu tempat terbaik bagi peserta didik untuk belajar melalui proses pembelajaran. Pembelajaran sendiri punya makna sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Tugas pemerintah adalah menyiapkan pendidik yang profesional dan berkarakter, serta menyediakan segala infrastruktur pendidikan agar peserta didik dapat belajar. 

Ada apa dengan sekolah kita? Mari lebih kritis melihat apa yang terjadi di sekolah agar investasi di bidang pendidikan tidak seperti membeli kucing dalam karung. 
________________
Penulis: Asep Sapa'at


31 Mei 2012

MENGENAL IGI, WEBSITE-NYA SATU MANFAATNYA BANYAK


Sudah lama IGI mendambakan mempunyai sebuah website yang bisa menjadi rujukan semua guru di Indonesia ketika membutuhkan apa saja kebutuhan guru, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran. Mau sharing tulisan bisa, mau cari media pembelajaran buatan guru lain tersedia, mau diskusi apa saja juga ada forumnya. Pokoknya komplit. Apa saja kebutuhan guru, kelak semua ada di sini (penginnya sih, hehe). 

MENGAPA WEBSITE INI PENTING? 
Sekarang banyak file berserakan di blog-blog buatan guru yang entah jumlahnya berapa. Lebih banyak lagi yang masih tersimpan rapi di laptop-laptop milik guru. Bagaimana kalau itu ditempatkan di internet yang memungkinkan semua guru bisa mengaksesnya? Dengan semangat "sharing and growing together", guru akan didorong untuk membagikan apa yang dimilikinya, dan sekaligus dia pun bisa mencari dan bertukar file atau bahan ajar buatan guru lain. Pasti dahsyat kalau ini bisa terwujud.

Saya membayangkan, kelak jika ada guru yang mau mengajarkan sebuah topik, dan butuh ide-ide segar, dia bisa mencarinya di website ini. Mencari inspirasi dari guru lain. Juga gantian memberi inspirasi kepada guru lain. Saling menginspirasi... WOW, bukankah ini kolaborasi yang luar biasa?

Sekarang, saatnya saya mengundang para guru mengisi website ini, dengan mengirimkan karya yang sudah dimiliki. Karya yang diharapkan, antara lain:

(1) PUBLIKASI ILMIAH
1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
2. Presentasi di forum ilmiah (dalam bentuk video)
3. Tinjauan Ilmiah
4. Tulisan Ilmiah Populer
5. Artikel Ilmiah
6. Buku Pelajaran
7. Modul/diktat
8. Buku dalam bidang pendidikan
9. Karya Terjemahan
10. Buku Pedoman Guru

(2) KARYA INOVATIF
1. Teknologi Tepat Guna
2. Karya Seni
3. Alat / media pembelajaran
4. Standar, pedoman, soal dan sejenisnya

Nantinya, kalau website GGM resmi dirilis, insya Alloh semua orang bisa joint untuk mendapatkan USER dan PASSWORD sehingga bisa upload sendiri ke website ini. Tapi, untuk tahap pertama, Admin yang akan memposting karya guru tersebut.

Jika berminat karya Anda tampil di website GGM ini dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang lain, segera kirimkan via email ke: info@igi.or.id 


Salam hormat,

Mohammad Ihsan 
ihsan@igi.or.id

MENGENAL 13 DINASTI ZIONIS-KABBALAH LEWAT JEJARING SOSIAL


Apa yang tebetik di pikran Anda dengan Gambar diatas..?
Bukankah itu ada 13 simbol posisi manusia yang membentang saling tersambung dan menutup globe dunia.
Adakah itu suatu kebetulanka atau pasti disengaja untuk tujuan tertentu..???
____________________________________________________________________

Nama - Nama 13 Garis Keturunan ('S)
Penerus ILLUMINATI (pelopor Zionist)

1. ASTOR’S
Pendiri asli dari keluarga Astor adalah John Jacob Astor. John Jacob Astor lahir di Walldorf, Kota Baden (Jerman, 1763-1884) dari keturunan Yahudi. Asal-usul Yahudinya telah disembunyikan, dan cukup banyak berbagai ide dari warisan Astor telah dimasukkan ke dalam berkas tertutup oleh Keturunannya. John Jacob Astor adalah seorang tukang daging di Walldorf. Pada 1784, ia datang ke Amerika setelah singgah di London, Inggris.

2. BUNDY’S
Keluarga Bundy telah bersekutu dengan illuminati untuk ratusan tahun, salah satu penerusnya yaitu :Theodore Robert Cowell “Ted Bundy” yang lahir di Amerika (November 24, 1946 – January 24, 1989), dia adalah seorang pembunuh berantai, penculik, pemerkosa, dan NECROPHILE. Hal yang tidak diketahui oleh publik adalah mengapa dia membunuh begitu banyak korban tak berdosa? Ini adalah salah satu bagian dari rencana untuk membawa illuminati serta tujuannya kearah publik sehingga tertanam kedalam pemikiran publik untuk menjadikan okultisme menjadi agama dunia serta pemerintahan yang satu (A one world government), sehingga membawa arah konspirasi menjadi suatu konspirasi terbuka terhadap publik. 

3. COLLIN’S
Silsilah keluarga collins diawali dari sebuah pertemuan rahasia pada tahun 1955 yang dihadiri oleh petinggi illuminati dan semuanya laki-laki kecuali Ibu suri, collins. Keluarga Collins telah dijauhkan dari pusat perhatian karena mereka memiliki kekuatan gaib lebih dari keluarga Rothschild atau Rockefeller. Untuk membuat uang, keluarga Collins melakukan sesuatu secara finansial, seperti berurusan dengan pertukaran uang.

4. DU PONT’S
Silsilah keluarga Du Pont berasal dari keluarga kerajaan Denmark, salah seorang peneliti illuminati John Coleman mengatakan ketika dia meneliti tentang Ratu Denmark dia menemukan fakta bahwa keluarga kerajaan pernah mengasingkan diri secara diam-diam dan mereka pergi melakukan ritual satanic. Juga tercatat bahwa 5 raja modern dari Denmark telah menjadi pemimpin Freemasonry di Denmark, dan keluarga kerajaan Denmark ini adalah anggota Mason aktif.

5. FREEMAN’S
Hal yang menakjubkan tentang keluarga ini adalah bahwa mereka bukanlah sebuah keluarga yang orang akan berpikir sebagai salah satu dari 13 belas garis keturunan illuminati, nama Freeman muncul dengan frekuensi yang cukup mengejutkan. Sebagai contoh, Stephen M. Freeman menjalankan Departemen Hukum Urusan Hak-Hak Sipil Divisi Liga Anti-Fitnah (yang merupakan putri dari B’nai B’rith). ADL adalah organisasi berbahaya dikontrol oleh hirarki.
Dana Illuminati digunakan untuk mendanai organisasi ini. Freeman Lainnya adalah Walter Freeman yang memperkenalkan Lobotomi ke AS dengan James W. Watts pada tahun 1936. The Lobotomi frontal adalah metode brutal mengendalikan pikiran, yang telah diizinkan untuk dilakukan, di bawah kebohongan bahwa hal itu bisa bermanfaat untuk kemanusiaan.

6. KENNEDY’S
Sekali lagi hubungan antara keluarga Illuminati sangat kental terlibat dan prosesnya terurai panjang. Keluarga Kennedy penuh dengan perkawinan dengan nama-nama seperti Anketells, Baileys, Booths,, Buckley Collins, Hatfield’s, Humphrey’s, Freeman, James, Phelps, Reagan, Russell, dan Smiths.
Tiga orang Kennedy terdekat dan ada keterkaitan dengan Fitzpatrick, sebuah keluarga Irlandia yang kuat dengan lambang memiliki 3 “fleur-de-lis” dengan naga dan singa. Fitzpatrick mungkin masih terikat dengan Prancis, dan mereka mungkin juga bagian dari Royal Sang (Sangraal – Sang Raal adalah istilah yang digunakan dalam manuskrip yang lebih tua yang bisa berarti baik bloodline Royal atau Holy Grail) Jackie Bouvier Kennedy Onassis yang menikah dengan Yohanes. F. Kennedy terikat pada Auchinclosses melalui pernikahan kakaknya ke dalam keluarga Auchincloss. Para Auchinclosses adalah keturunan Skotlandia dari Illuminati.

7. LI’S
Di Cina nama adalah terdiri dari nama keluarga, yang ditulis terlebih dahulu, dan kemudian baru ditulis nama pribadi. Nama Keluarga biasanya dari satu karakter masing-masing, walaupun ada pengecualian seperti Ouyong dan Situ. Ada lebih dari 6.000 nama keluarga Cina untuk sekitar satu miliar warga Cina. Nama keluarga Cina yang sering muncul di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Inggris, & Australia adalah Chan, Lin, Li, Wong, Huang, Mei, Yang, Chin, dan Fong. Di Cina daratan 5 keluarga teratas adalah Chen, Li, Zhang, Dia, dan Huang.
Menurut salah satu sumber, Li Ka-shing dan Li dari hongkong adalah bagian dari Illuminati china.

8. ONASSIS’S
Aristoteles Onassis Socrates – menggunakan nama dua filsuf Yunani, berubah dari benar-benar bangkrut pada usia 21 kemudian menjadi jutawan pada usia 23. Nama Ayahnya adalah Socrates. Aristoteles adalah Illuminati, seorang taipan pengiriman, seorang pria pekerja keras, cerdas, kejam, seorang pria yang berbicara beberapa bahasa seperti Perancis, Spanyol, Inggris, Italia, dan Turki. Ia menikahi janda JFK’s. Kacamatanya pernah membuatnya tampak seperti Al Capone. Bagi sejumlah orang. Onassis adalah teman yang sangat dekat Winston Churchill. Freemason Winston Churchill adalah keturunan keluarga yang telah menjadi bagian dari elit yang diam-diam menjalankan dunia.

9.ROCKEFELLER’S
Salah satu dari 13 garis keturunan illuminati yang menguasai dunia adalah keturunan Rockefeller. Hari ini, ada sekitar 190 anggota keluarga ini dengan nama Rockefeller dan tentu saja beberapa orang lain dengan nama terakhir lainnya. Illuminati sendiri menarik nyawa dari sekitar 500 keluarga yang sangat kuat di seluruh dunia. Tidak ada yang tahu seberapa banyak memiliki perusahaan dan yayasan Rockefeller ini.
Mereka telah menyembunyikan rahasia dalam sebuah kepercayaan rahasia. Diperkirakan bahwa mereka memiliki antara 200 ribu dan beberapa ribu yayasan kepercayaan. Keuangan dari Rockefeller juga ditutupi, Nelson Rockefeller tidak membayar satu sen pun pajak penghasilan pada tahun 1970, namun ia mungkin orang terkaya di amerika. Rockefeller mengerahkan upaya untuk mempengaruhi amerika melalui agama.

10.ROTHSCHILD’S
Rothschild telah memainkan peran utama dalam Illuminati Bavaria,dan diketahui bahwa setidaknya satu dari anak laki-laki Amschel adalah salah satu anggotanya. Amschel menempatkan anak-anaknya di ibu kota utama Eropa, di mana mereka masing-masing mendirikan rumah-rumah perbankan utama. Dengan layanan intelijen rahasia mereka sendiri dan jaringan berita mereka sendiri mereka bisa mengungguli pemerintah Eropa. Sejumlah besar korespondensi produktif oleh kurir Rothschild menarik perhatian, tapi tidak ada yang pernah bisa menghentikan kecerdasan pribadi mereka. Setelah Illuminati Bavaria terekspos, kekuatan gaib di tengah-tengah masyarakat rahasia Eropa bergeser ke Carbonarism atau disebut juga Alta Vendita, yang dipimpin oleh Rothschild lain yang kuat, Karl Rothschild, anak Amschel. Pada 1818, Karl berpartisipasi dalam dokumen rahasia yang dikirim ke kantor pusat-Masonry dari Alta Vendita.

11. RUSSELL’S
Seperti halnya semua organisasi Rahasia, tabir kerahasiaan dijaga dengan mengharuskan inisiasi untuk mengambil sumpah kerahasiaan dengan ancaman hukuman mati. Seperti di Sihir, para Masonry berulang kali diharuskan melakukan sumpah kerahasiaan di setiap level yang baru. Charles T. Russell mulai berpartisipasi dalam organisasi rahasia ini ketika ia memasuki Entered Apprentice ( derajat pertama Masonik ) sumpah dengan ancaman hukuman mati dan kekerasan. Ini adalah sumpah yang diucapkan Russell :“aku … dengan ini dan dilampirkan paling sungguh-sungguh dan dengan tulus berjanji dan bersumpah bahwa saya akan selalu menyeru/patuh , akan selalu menyembunyikan dan tidak pernah mengungkapkan salah satu,atau sebagian dari seni atau titik seni rahasia dan misteri Freemasonry kuno yang saya terima dan saya akan menerima semua intsruksi selanjtunya.”

12.VAN DUYN’S
Pada tahun 1626, Peter Minuit yang berdagang beberapa pernak-pernik untuk orang Indian Canarsie berniat untuk membeli Manhattan Island. Pembelian tersebut diduga merupakan kesepakatan yang baik bagi Belanda. Orang Indian Canarsie sendiri bukan pemilik Pulau Manhattan, itu milik Indian lain, sehingga masih bisa diperdebatkan keabsahan transaksi waktu itu. Hal itu adalah awal dari koloni Belanda, belanda baru, dan ibukotanya Amsterdam Baru, dibangun di samping Ft. Amsterdam, ketiganya kemudian berganti nama menjadi New York. Keluarga Van Duyn (juga dieja Van Dien, Van Duyne, ) Adalah salah satu dari keluarga Belanda datang ke koloni Belanda Baru yang berhubungan dengan Perusahaan Hindia Barat Belanda. Keturunan awal penting yang lain adalah Van SISE, Van Cleef (juga dieja Van Cleve dan Van Cleave), Van Coorn, Van de Air, Dooren, dan Stoothoff.

13. MEROVINGIAN’S
Garis keturunan ini begitu luas dalam banyak cabang perusahaan yang keanggotaannya merupakan Presiden Amerika Serikat, termasuk George bush dan George Washington. Illuminati adalah kelanjutan dari Misteri Agama kuno babilonia dan Mesir. Dan garis keturunan dari Illuminati kembali ke orang-orang yang pada satu waktu tinggal di babilon dan Mesir.
________________________________________
Pertanyaan kami ajukan sekali lagi..
Apa yang tebetik di pikran Anda dengan Gambar diatas..?
Bukankah itu ada 13 simbol posisi manusiay membentang saling tersambung dan menutup globe dunia.
Adakah itu suatu kebetulanka atau pasti disengaja untuk tujuan tertentu..???

Hati-hatilah..!
reposting dari sumber: zilzaal.blogspot.com

30 Mei 2012

Puncaknya Iman Hanya Takut kepada Allah semata


"Yang merasakan manisnya iman ialah orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb, kepada Islam sebagai agama dan kepada Muhammad sebagai rasul." (al-hadits)

Hadits diatas  merupakan intisari ketegasan dari seorang muslim dalam mendudukan posisi agama dan sekaligus menegaskan apa yang menjadi tujuan puncak penghambaannya yakni menuju ridha Allah sebagai Rabbnya, ridha kepada Rasul-Nya, ketundukan, ridha kepada agama-Nya dan kepasrahan kepada-Nya. Siapa yang menghimpun empat perkara ini, maka dia adalah orang yang shiddiq. Memang hal ini mudah diucapkan, tapi termasuk sulit dan berat jika datang cobaan, apalagi jika ada sesuatu yang bertentangan dengan nafsu dan keinginannya, sehingga akan tampak apakah ridha itu hanya sekedar di lisan atau memang merupakan keadaan dirinya. 

Ridha kepada Rabb Allah mengandung makna ridha terhadap pengaturan-Nya terhadap hamba, juga mengandung pengakuan terhadap kesendirian-Nya dalam tawakkal, keyakinan, penyandaran dan permintaan pertolongan. Sedangkan ridha kepada Rasul-Nya mengandung kesempurnaan kepatuhan dan kepasrahan kepadanya, sehingga keberadaan Rasul-Nya lebih penting daripada keberadaan dirinya, tidak mengambil petunjuk kecuali dari kalimat-kalimatnya, tidak ridha kepada selain hukumnya, dalam masalah apa pun, zhahir maupun batin. Sedangkan ridha kepada agama-Nya berarti patuh kepada hukum, perintah dan larangan agama, sekalipun mungkin bertentangan dengan kehendaknya atau pendapat guru dan golongannya. 

Yang pasti dalam masalah ini, ridha adalah sesuatu yang bisa diupayakan ditilik dari sebabnya, dan merupakan pemberian jika ditilik dari hakikatnya. Jika memang sebab-sebabnya dimungkinkan dan pohonnya dapat ditanam, maka buah ridha juga bisa dipetik. Sebab ridha merupakan akhir dari tawakkal. Siapa yang pijakan kakinya mantap pada tawakkal, penyerahan diri dan kepasrahan, tentu akan mendapatkan ridha. Tapi karena sulitnya mendapatkan ridha ini, maka Allah tidak mewajibkannya kepada makhluk-Nya, sebagai rahmat dan keringanan bagi mereka. Namun begitu Allah menganjurkannya kepada mereka, memuji pelakunya dan mengabarkan bahwa pahala yang mereka terima adalah keridhaan Allah terhadap mereka, dan ini merupakan pahala yang lebih agung daripada surga dan seisinya. 

Siapa yang ridha kepada Rabb-nya, maka Dia juga ridha kepadanya. Karena itu ridha ini merupakan pintu Allah yang paling besar, surga dunia, kehidupan orang-orang yang mencintai dan kenikmatan orang-orang yang banyak beribadah. Di antara faktor yang paling besar mendatangkan ridha ialah mengikuti apa yang Allah ridha kepadanya, karena inilah yang akan menghantarkan kepada ridha. Yahya bin Mu'adz pernah ditanya, "Kapankah seorang hamba mencapai kedudukan ridha?" Maka dia menjawab, "Jika dia menempatkan dirinya pada empat landasan tindakan Allah kepadanya, lalu dia berkata, "Jika Engkau memberiku, maka aku menerimanya. Jika Engkau menahan pemberian kepadaku, maka aku ridha. Jika Engkau membiarkanku, maka aku tetap beribadah. Jika Engkau menyeruku, maka aku memenuhinya." 

Tawakkal merupakan tempat persinggahan yang paling luas dan menyeluruh, yang senantiasa ramai ditempati orang-orang yang singgah di sana, karena luasnya kaitan tawakkal, banyaknya kebutuhan penghuni alam, keumuman tawakkal, yang bisa disinggahi orang-orang Mukmin dan juga orang-orang kafir, orang baik dan orang jahat, termasuk pula burung, hewan liar dan binatang buas. Semua penduduk bumi dan langit berada dalam tawakkal, sekalipun kaitan tawakkal mereka berbeda-beda. 

Para wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang khusus bertawakkal kepada Allah karena iman, menolong agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya, berjihad memerangi musuh-musuh-Nya, karena mencintai-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Sedangkan selain mereka bertawakkal kepada Allah karena kepentingan dirinya dan menjaga keadaannya dengan memohon kepada Allah. Ada pula di antara mereka yang bertawakkal kepada Allah karena sesuatu yang hendak didapatkannya, entah rezeki, kesehatan, pertolongan saat melawan musuh, mendapatkan istri, anak dan lain sebagainya. Ada pula yang bertawakkal kepada Allah justru untuk melakukan kekejian dan berbuat dosa. Apa pun yang mereka inginkan atau yang mereka dapatkan, biasanya tidak lepas dari tawakkal kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya. Bahkan boleh jadi tawakkal mereka ini lebih kuat daripada tawakkalnya orang-orang yang taat. Mereka menjerumuskan diri dalam kebinasaan dan kerusakan sambil memohon kepada Allah agar 
menyelamatkan mereka dan mengabulkan keinginan mereka. 

Tawakkal yang paling baik ialah tawakkal dalam kewajiban memenuhi hak kebenaran, hak makhluk dan hak diri sendiri. Yang paling luas dan yang paling bermanfaat ialah tawakkal dalam mementingkan faktor eksternal dalam kemaslahatan agama, atau menyingkirkan kerusakan agama. Jni merupakan tawakkalnya para nabi dalam menegakkan agama Allah dan menghentikan kerusakan orang-orang yang rusak di dunia. Ini juga tawakkalnya para pewaris nabi. Kemudian tawakkal manusia setelah itu tergantung dari hasrat dan tujuannya. Di antara mereka ada yang bertawakkal kepada Allah untuk mendapatkan kekuasaan dan ada yang bertawakkal kepada Allah untuk mendapatkan serpihan roti. 

Siapa yang benar dalam tawakkalnya kepada Allah untuk mendapatkan sesuatu, tentu dia akan mendapatkannya. Jika sesuatu yang diinginkannya dicintai dan diridhai Allah, maka dia akan mendapatkan kesudahan yang terpuji. Jika sesuatu yang diinginkannya itu dibenci Allah, maka apa yang diperolehnya itu justru akan membahayakan dirinya. Jika sesuatu yang diinginkannya itu sesuatu yang mubah, maka dia mendapatkan kemaslahatan dirinya dan bukan kemaslahatan tawakkalnya, selagi hal itu tidak dimaksudkan untuk ketaatan kepada-Nya. 

Ketahuilah bahwa ada beberapa hamba Allah yang ridha dengan pengaturan Allah Swt.. Mereka menerima baik maupun "buruk" yang datangnya dari Allah. Cahaya telah melenyapkan hasrat mereka untuk ikut mengatur. Makrifat dan rahasia telah menyirnakan kuasa mereka untuk ikut memilih. Mereka ridha dan merasakan nikmatnya ridha. 

Ketahuilah, putra Nabi Nuh As. binasa karena ia mengikuti keinginannya sendiri dan tidak meridhai pengaturan Allah yang dipilihkan untuk Nuh As. dan para pengikutnya di kapal. Nabi Nuh As. berkata kepada anaknya, "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir."

Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." (QS. Hud: 42-43). 

Maknanya, putra Nuh As. itu mencari perlindungan kepada gunung akalnya. Gunung tempat berlindungnya itu menggambarkan keadaan dirinya yang sebagaimana dikatakan oleh Allah, "Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." 

Secara lahir, yang menenggelamkannya adalah banjir. Secara batin, ia karam karena terhalang dari Allah. Perhatikanlah kisah ini dan ambillah pelajaran darinya. Apabila gelombang takdir menujumu, jangan bersandar pada gunung akalmu agar kau tidak termasuk golongan yang tenggelam dalam lautan keterputusan. Tetapi, naiklah ke bahtera perlindungan dan kebergantungan kepada Allah. Allah Swt. berfirman, "Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (QS. Ali Imran: 101). 

Apabila kau patuh, kapal keselamatan akan membawamu berlabuh di bukit keamanan. Kemudian kau, dan orang-orang yang bersamamu, akan mendarat dengan selamat di negeri pendekatan kepada Allah dan tiba di daratan keselamatan seraya diberkati. Itulah alam wujudmu. Pahamilah hal ini dengan baik dan jangan termasuk golongan yang lalai. 

Kau telah mengetahui bahwa sikap tidak mengatur dan tidak memilih merupakan keutamaan yang dimiliki orang-orang yang yakin. Sikap itulah yang merupakan perhiasan utama para arif. 

Seseorang pernah bertanya kepada seorang arif dalam perjalanan menuju Ka'bah, "Kemanakah Anda akan pulang?" Ia menjawab, "Aku telah terbiasa bersama Allah dan tidak membiarkan keinginanku mendahului langkah kakiku." 

Itulah keadaan hamba yang tak punya pilihan dan keinginan. Keinginannya adalah apa yang Dia inginkan. Seorang ulama mengatakan hal yang serupa, "Pagi ini keinginanku berada dalam ketentuan Allah." 

Abu Hafsh al-Haddad berkata, "Sejak empat puluh tahun yang lalu, tidak pernah Allah menempatkanku dalam satu keadaan lalu aku membencinya dan mengalihkan ke keadaan yang lain lalu aku tidak menyukainya." 

Hati mereka telah dipelihara oleh Allah Swt. dan mereka layak mendapatkannya. Tidakkah kau mendengar firman Allah, "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka." (QS. al-Hijr: 42). 

Mengapa? Karena orang yang telah mencapai kedudukan penghambaan akan pasrah sepenuhnya kepada pilihan Allah, enggan berbuat dosa, serta tidak mau terjerumus ke dalam aib dan kesalahan. 

Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya." (QS. an-Nahl: 99). 

Hati yang tidak bisa dikuasai setan tidak mungkin bisa direcoki dan diganggu oleh godaan untuk mengatur. Ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang meluruskan keimanan dan tawakalnya kepada Allah niscaya tidak akan bisa dikuasai setan. Pasalnya, setan hanya bisa menggoda dengan dua cara, yaitu dengan membuat ragu seseorang akan keyakinannya atau dengan membuatnya bergantung kepada makhluk. Upaya untuk meragukan keyakinan bisa dibentengi dengan keimanan, sedangkan sikap cenderung dan bergantung kepada makhluk bisa dibentengi dengan tawakal kepada-Nya. 
_________________
Isi cuplikan dari tulisan:  Imam A'thaillah As-Sakandari penulis kitab Al-Hikam 

Beliau telah menjelaskan bahwa setiap mukmin haruslah tunduk dan patuh terhadap syariat Islam. Tidak terkecuali bagi mereka yang mengaku sebagai sufi atau bagi mereka yang saat ini mencari kebenaran. Karena dengan tunduk dan patuh itulah maka akan merasakan manisnya iman. Oleh karena itu, sungguh aneh apabila ada orang yang ingin meraih kebebasan sejati, ingin meraih kebahagiaan sejati, menjadi mukmin yang pemberani, yang ditakutkan hanya Allah Swt., ingin meraih cinta sejati, tanpa melaksanakan syariat Islam. 

Mereka yang kabarnya telah menggapai hakikat tetapi nyatanya menjauhi syariat ibarat membangun istana pasir yang kemudian diterpa ombak besar. Mereka yang berkata ini dan itu tapi di bawah timbangan syariat, jauh sekali dari kebenaran. Para wali Allah, orang-orang saleh, dan mereka yang meniti jalan Allah telah membuktikannya. Tidak akan sampai kepada Allah kecuali mereka menghukumi diri mereka berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Imam Junaid Al-Baghdadi berkata: "Semua jalan tertutup bagi manusia selain orang yang mengikuti jejak Rasulullah Saw." 

Imam Ahmad bin Hanbal pernah menjelaskan berbagai masalah. Lalu dia bertanya kepada Abu Hamzah Al-Baghdadi, seorang pemuka tasawuf, "Apa pendapatmu wahai orang sufi?" Maka Abu Hamzah menjawab, "Siapa yang mengetahui jalan yang benar, maka perjalanannya pun menjadi mudah. Tidak ada bukti petunjuk jalan kepada Allah selain dari mengikuti Rasulullah Saw., dalam perbuatan, perkataan dan keadaannya." 

Abu Yazid al-Bistami pernah berkata, "Jika kalian melihat seseorang yang diberi karomah, sehingga dia dapat terbang di angkasa, maka janganlah kalian terpedaya, hingga kalian tahu bagaiamana orang itu menempatkan dirinya pada perintah dan larangan, menjaga hukum dan melaksanakan syariat." 

Salah seorang dari orang-orang saleh itu mengatakan barangsiapa yang ingin mendapatkan hikmah, maka hendaklah lahir dan batinnya mengikuti sunnah Rasulullah. Bagaimana mereka bisa mendapatkan kebenaran sementara mereka sendiri menjauhi sunnah Rasulullah? Bagaimana mereka bisa meraih kedudukan yang mulia di sisi Allah sementara mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah? Bagaimana mereka bisa meredam hawa nafsu sementara mereka justru memperturutkan hawa nafsu? 

Ketika jiwa sudah tunduk dan patuh kepada Allah Swt., maka tidak ada yang ditakuti kecuali Allah Swt. Dia senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah walaupun orang-orang disekitarnya membencinya. Baginya cukuplah Allah sebagai penolong dan pelindung.

29 Mei 2012

MEMAHAMI APA YANG DIBUAT JEMAAH DAKWAH ISLAM BERTABLIGH

TERTIB AMALAN APA SAJA , KETIKA MEREKA KELUAR DI JALAN ALLAH

Jamaah Dakwah wa Tabligh Islam ini berupaya untuk menghidupkan amalan sunnah Nabi saw dan para anbiya sebelumnya secara menyeluruh (kaffah) yakni Dakwah, Taklim wa Ta’allum, dan Tazkiyyah. Sesuai ayat Al-Qur'an yang mafhumnya sebagai berikut:

Ya Tuhan kami, utuslah seorang Rasul ditengah-tengah mereka yang berasal dari diri mereka sendiri (yang tugasnya) membacakan ayat-ayat Engkau (DAKWAH), mengajarkan kepada mereka ALKITAB dan ALHIKMAH (Taklim wa Ta’allum) dan Tazkiyyah (Dzikir Ibadah dan Khidmat), Sesungguhnya Engkau Maha Gagah dan Maha Bijaksana (QS.Al-Baqarah : 129)

Doa di atas adalah doa Nabi Ibrahim ketika selesai membangun Ka’bah sehingga mereka katakan : Inilah amalan masjid yang diinginkan Ibrahim as.
Mereka membagi waktu khuruj (keluar di jalan Allah) dengan tertib sebagai berikut :

4 Jam untuk Dakwah, yang terdiri dari :
1. Jaulah Umumi, yakni jumpa seluruh orang kampung
2. Jaulah Khususi, yakni jumpa orang perorang sebagaimana kedudukan orang yang didatangi, misalnya : ulama atau umara.
3. Jaulah Taklimi, yakni mereka berkeliling untuk ajak orang kampung duduk di majlis taklim fadhilah amal yang mereka buat.
4. Jaulah Tasykili, yakni mereka datang ke tempat orang yang ada simpati setelah mendengar bayan-bayan (penjelasan) mereka.
5. Jaulah Ushuli, yakni mereka datang kepada orang yang niat keluar bersamaan dengan kepindahan mereka ke kampung lain.

4 Jam mereka gunakan untuk Taklim, yang terdiri dari :
1. Taklim Kitabi
2. Taklim Halaqah Al Quran
3. Taklim Enam Sifat
4. Mudzakarah Adab-Adab Sunah Sehari-hari
5. Taklim Infiradi, yakni membaca buku yang mereka bawa di luar amalan ijtima’i


4 Jam Mereka gunakan untuk Dzikir Ibadah, yang terdiri dari :

1. Sholat berjamaah
2. Sholat-sholat sunnah
3. Dzikir Pagi Petang
4. Sholat Tahajud dan Doa Hidayah dimalam hari
5. Tilawah Al Quran
6. Doa-doa masnunah

4 Jam mereka gunakan untuk Khidmat, yang terdiri dari :
1. Khidmat kepada Amir
2. Khidmat kepada Jemaah
3. Khidmat kepada orang kampung
4. Khidmat kepada diri sendiri

Semuanya menyita waktu 16 Jam. Sedangkan sisanya digunakan 6 jam untuk tidur dan 2 jam untuk MCK dan keperluan pribadi lainnya.

Apabila mereka keluar ikut tertib dengan iktu kepada amalan ijtima’i secara full, maka biasanya dengan izin Allah mereka mendapat Ishlah dan mampu beramal sepulangnya kembali ke tempat tinggal mereka. Bisa menjaga dan mendirikan shalat berjamaah, muamalah serta mu’asyarahnya menjadi lebih baik lagi.

Kegagalan orang keluar di jalan Allah disebabkan mereka tidak ikut tertib sehingga tak ada Ishlah dan setelah itu sulit diperbaiki lagi dan jadi HIJAB bagi manusia lain untuk dapat Hidayah.

3 Perkara yang menyebabkan seorang sukses keluar di jalan Allah :
1. Keluar dengan mentaati Amir
2. Keluar dengan tertib di dalam Ijtimaiyyat
3. Keluar semata karena Allah SWT


Apabila orang keluar dengan 3 hal tersebut maka Allah akan beri kepada mereka 2 perkara :
1. Dicabut sifat binatang dari diri mereka
2. Doa mereka akan dikabulkan sebagaimana doa Nabi-Nabi.

Telah banyak bukti perubahan yang terjadi pada orang yang keluar di jalan Allah, mereka yang sebelumnya orang yang rusak agamanya atau sampah masyarakat. Preman, Koruptor, Bandar Narkoba, Artist Pejabat, Anak Menteri, Polisi, Tentara, dsb yang sebelumnya jauh dari agama, mereka kini menjadi Pendakwah, bukan hanya diri mereka baik tapi mereka juga fikir orang lain untuk menjadi baik.

Sehingga ketika Amir mereka Syaikh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawi Rah A dikritik orang katanya Jemaah Tabligh hanya Amar Makruf saja tak ada Nahi mungkar. Maka Beliau katakan : Hadits yang menyebutkan : “Jika kamu lihat kemungkaran maka ‘Fal Yughayyir’ yakni rubahlah bukan hancurkanlah maka lihatlah oleh kalian !! 

Perubahan hidup mereka dari maksiat kepada taat.

ENAM SIFAT JEMAAH TABLIGH

Yang menarik dari Enam Sifat Jemaah Tabligh merupakan ciri kas mereka yang tidak dimiliki oleh Harokah lain. Bahkan Enam Sifat seperti kode untuk membedakan mereka dengan yang lain. Untuk masuk Negara Israel misalnya kebanyakan gerakan Islam tidak boleh tetapi Jemaah Tabligh tak bisa dibendung kehadirannya di Israel karena mereka gunakan Jemaah yang berasal dari negeri yang ada hubungan Diplomatik dengan Israel yakni Singpura, Australia, dsb.

Untuk membedakan Jemaah Tabligh atau bukan maka orang Israel sering menguji mereka di Bandara dan Perbatasan dengan SIX POINT / ENAM SIFAT.

Kini yang menakjubkan banyak ahli Jemaah mereka yang berasal dari orang-orang Arab, Yordan, Yaman yang sebelumnya menganut paham WAHABI yakni yang tak mau menerima sesuatu yang tidak ada tuntunan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, ketika salah seorang dari mereka ditanya kenapa sekarang terima Enam Sifat ? Mereka katakan bahwa Enam Sifat ada di dalam Surat Thaha yakni pesan Allah SWT kepada Nabi Musa as sebelum dakwah kepada Fir’aun, Samiri, Hamman, Baslam, Qorun.
1. Sesungguhnya Aku Allah tiada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku
2. Dirikan Sholat untuk ingat Aku
3. Pergilah kamu dan saudaramu (Harun as) dengan ayat-ayat Ku dan jangan lupa untuk ingat Aku.
4. Berkatalah kepada Firaun dengan lemah lembut
5. Aku pilih engkau untuk diri Ku
6. Pergilah kamu kepada Firaun karena dia telah melampaui batas


ENAM SIFAT
1. Yakin terhadap hakikat kalimah La ilaha illa Allah
2. Shalat Khusyu’ wal Khudu’
3. Ilmu ma’a Dzikir
4. Ikramul Muslimin (Akhlaq terhadap orang Islam dan Adil terhadap orang Kafir seperti ucapan lemah lembut kepada Firaun)
5. Tashhiihunniyah (Amal Semata karena Allah)
6. Dakwah dan Tabligh
Lihatlah tuan-tuan point enam sifat di atas adakah yang ikhtilaf dengan Al Quran dan Hadits.

JEMAAH TABLIGH SELESAIKAN MASALAH UMMAT DENGAN AMALAN MASJID

Dari Surat Al Baqarah 129 terlihat doa Nabi Ibrahim di Ka’bah / di masjid memohon amal Nabi yakni : Dakwah, Taklim, dan Tazkiyyah. 

Hal ini untuk menghilangkan panyakit asal manusia yakni :
1. Takut kepada selain Allah karena ketika manusia hadir di dunia langsung berhubungan dengan kekuatan makhluk, sedangkan Allah menyempurnakan diri untuk uiji hambaNya.
2. Hidup dengan cara kebiasaan sendiri, karena untuk atasi keadaan hidup yang keras mereka usaha bagaimana bisa bertahan sehingga ketika berhasil maka diyakini sebagai cara hidup yang baik (adat).
3. Memakai hukum selain yang diturunkan Allah SWT, karena berhasil mengatasi persoalan hidup, maka dibuatlah menjadi suatu undang-undang.

Amalan Nabi berfungsi untuk :
1. DAKWAH untuk memasukkan Iman Yakin kepada manusia sehingga keluar kebesaran makhluk dan masuk kebesaran Allah SWT.
2. TAKLIM untuk mengenalkan cara hidup anbiyasehingga merubah cara hidup adat menjadi cara hidup secara Sunnah.
3. TAZKIYAH mensucikan kehidupan manusia dari dosa ketika jumpa dengan Allah. Di zaman Nabi penzina, pencuri, pemabuk datang kepada hukum Islam untuk minta disucikan. Sehingga hukum tegak bukan cari pelaku maksiat tetapi orang datang kepada hukum untuk tazkiyah.

Syaikh Ilyas rah a, katakan amalan masjid / amalan Nabi yakni :
1. Dakwah
2. Taklim wa Ta’allum
3. Dzikir Ibadah
4. Khidmat

4 Penyakit yang menjangkiti Umat :
1. Hubbuddunya (Cinta Dunia)
2. Bodoh dalam agama (Tidak tahu hukum)
3. Maksiat kepada Allah Ijtima’i (bersama-sama)
4. Senang berpecah belah

Cara Pengobatannya :
1. Jadikan dakwah sebagai maksud hidup umat
2. Taklim wa Ta’allum
3. Dzikir Ibadah (Sholat mencegah Fahsya dan Mungkar)
4. Khidmat kepada orang Islam

PROGRAM JAULAH

Julah adalah tulang punggung Dakwah,karena semua anbiya’ mengadakan jaulah / keliling jumpa manusia. Jaulah merupakan kumpulan usaha / amal Nabi yang dikerjakan dalam waktu bersamaan, yakni : Dakwah, Taklim, Dzikir Ibadah, dan Khidmat.

Jaulah dibagi menjadi 2 tim/bagian yakni : Di luar dan di dalam.
Di dalam masjid hidupkan amalan : Taklim dengan cara taqrir (menulang-ulang pentingnya amal agama dan kerja agama), Dzikir dikerjakan oleh seorang atau lebih mudzakir, dan khidmat dikerjakan oleh seorang atau lebih istiqbal.
Bagian yang di luar  Masjid mengikuti tertib : Sebagaimana dalam surat isi pesan Surah Yasin, diceritakan tentang jaulah Habb Annajar dimana beliau disyahidkan saat buat jaulah.
Tatkala Kami utus dua orang (Mutakallim dan Amir) QS Yasin : 14
Maka Kami kuatkan dengan yang ketiga (makmur) QS Yasin : 14
Dan datanglah seseorang dari pinggiran kota dengan tergesa-gesa (Dalil) QS Yasin : 20

Dengan dalil yang kuat serta adab-adab yang tinggi maka jaulah ini merupakan asbab guna mengundang hidayah atau petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala bagi manusia, banyak orang yang terkesan dengan cara jaulah ini. Mereka datangi para pemabuk, rumah orang kaya, orang miskin, orang sakit, orang lapar, dll. Serta tak kesan dengan keadaan mad’u nya.

Adakah cara dakwah yang lebih haq, lebih hebat dari ini. Suatu cara dakwah yang sudah teruji di Al Quran menghantarkan Habib Annajar menjadi Mukromin. Ini Bukan dakwah uji coba !!

Suatu kejahilan bila ada seorang ustadz ketika menghujat Jemaah Islam ber-Tabligh, 
sebagaimana pada umumnya, mereka menilai dan berkata ,"Maulana Ilyas Rah A kerja dakwah pertama kali di India dimana negeri yang mayoritas Hindu. Pendeta mereka di sana biasa datangi umatnya dengan datang ke rumah-rumah, maka Maulana Ilyas Rah A ikut-ikutan cara pendeta Hindu datangi orang dari rumah ke rumah." 

Sungguh bila ada pernyataan demikian, kenapa ? 
Masa ustadz tidak tahu dan paham, kalau Nabiyullah para anbiya sampai  pada Nabi Muhammad saw ketika Dakwah mendatangi umat manusia dari rumah ke rumah.

Wallahu a’lam bish shawabi