29 April 2013

Ringkasan Bayan Maulana Iksanul Haq: KASIH SAYANG ROSULULLAH SAW KEPADA UMMATNYA

Di pagi hari ini, sengaja penulis dengarkan sebuah ceramah dari rekaman Bayan Maulana Iksanul Haq di Radio Islam Nusantara (RIN), radio ini disiarkan langsung dari Malaysia. Amat berbeda memang bila dibandingkan dengan pembicaraan ceramah yang umum kita dengar di negeri kita sendiri. Serasa ketika dengar suara bayan para maulana di harakah tabligh, ingatan penulis selalu membayangkannya seperti ada sebuah majelis sunnah, dimana penyampainya dikelilingi dengan duduk rapat-rapat dan mustaminya duduk penuh tawajuh (khusyuk) untuk mendapatkan Nur Kalamullah dan Nur sabda-sabda Rasulullah saw(halaqah taklim wa'talum), suasananya penuh keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan rasakan bagaimana pembicaraan agama ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Nah,tentu kita biasa juga dengan ceramah langsung atau ceramah-ceramah lewat media TV atau Radio sepertinya sama namun ketajaman isi pembicaraan sepertinya amat bergantung pada suasana pikir, kekuatan dzikir dan tingkat pengorbanan si pembicara (pemberi bayan). Di kalangan dakwah tabligh pemberian bayan khusus yang durasinya rata-rata diatas 120 menit itu amat biasa dan sama sekali tanpa pernah ada suasana gelak tawa, kalau diakhir bayan ditutup do'a serta terdengar isak tangis mustami penuh rasa sesal,tak aneh juga. Karena pastinya ingat akan dosa-dosa dan semua sudah maklum, akan tetapi bila bebal atas ingatan kita pada dosa dengan suasana hati yang jarang fokus, tak ada penyesalan dan hati kita tidak tersentuh,sungguh aneh. Jangan sampai  demikian dech. (heehe..)

Ringkasan bayan pagi ini pembicaraan mengenai," Kasih sayang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika berjumpa dengan  Allah Subhanahu wa Ta'ala di Sidrat al-Muntahā (سدرة المنتهى‎) dan pentingnya shalat karena shalat adalah hal pertama yang kelak ditanyakan atau di hisab ketika kita berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Saat itu hanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berjumpa dengan  Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa didampingi Malaikat Jibril as. Kenapa..? Jibril as katakan kalau aku langkahkan kaki satu langkah saja maka aku akan binasa. Jadi yang mengetahui kedekatan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, seberapa dekatnya beliau berhadapan hanya Nabi saw saja. Di saat peristiwa itutah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak melupakan akan nasib keselamatan umatnya dan meminta kepada Allah SWT agar diringankan tata cara ibadatnya agar dak sebanding dengan umat-umat nabi as terdahulu. 

Pengabadian peristiwa itu mengingatkan kita pada shalat. Di Sidratul Muntaha ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan perintah shalat 5 waktu. Perintah melaksanakan shalat tersebut pada awalnya adalah 50 kali setiap harinya, akan tetapi karena pertimbangan dan saran Nabi Musa serta permohonan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri, serta kasih dan sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala, jumlahnya menjadi hanya 5 kali saja. Di antara hadits mengenai hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

Dari Abdullah (bin Mas'ud), ia telah berkata: "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diisrakan, beliau berakhir di Sidratul Muntaha (yang bermula) di langit keenam. Ke sanalah berakhir apa-apa yang naik dari bumi, lalu diputuskan di sana. Dan ke sana berakhir apa-apa yang turun dari atasnya, lalu diputuskan di sana."

Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: "Nabi kalian Shallallahu Alaihi wa Sallam diperintah lima puluh kali salat (sehari semalam), kemudian beliau meminta keringanan Tuhan kalian agar menjadikannya lima kali salat." Hadits riwayat Ibnu Majah (1400) dengan redaksi di atas, dan Ahmad (2884). Menurut al-Albani, hadits ini hasan lighairih.

Ia berkata: "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diberi tiga hal: Diberi shalat lima waktu dan diberi penutup Surah al-Baqarah serta diampuni dosa-dosa besar bagi siapapun dari umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun".
(HR Muslim (173) dengan redaksi di atas, at-Tirmidzi (3276), an-Nasai (451), dan Ahmad (3656 dan 4001)

Shalat sebagai perintah pertama Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Rasullullah saw untuk disampaikan pada ummatnya

Nabi saw memberi salam kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala :

Attahiyyatul lillah…..

Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab :

Assalamualaika ayyuhan nabiyyu

Maka Nabi tak lupa pada umatnya :

Assalaamu’alaina wa ‘ala Ibaa dillahi sholihin..

Selamat atas kami dan hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sholeh (umat)

Allahuakbar..
Sifat kasih sayang inilah yang harus ada dalam diri setiap muslim sehingga kita tak perlu lagi melihat aib-aib saudara kita kaum muslimin, cukup bercerminlah pada kesalahan kita sendiri.

Kasih sayangnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada umat, ketika pada saat itu ada seorang pencuri yang ketangkap dan dipotong tangannya maka Nabi saw pun menangis. Ketika ditanya kenapa ya Rasul? Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sabdakan bahwa "potong tangan adalah perintah Allah sedangkan aku bersedih karena umatku telah terpotong tangannya.”

Wallahu'alam bish shawab