10 Maret 2017

Ada 4 Pembelajaran Berharga Dari Pengalaman Pengidap Kanker Stadium 4

Kanker di Indonesia telah menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar di Indonesia setelah Jantung. Tingkat kematian yang tinggi menjadi momok yang menghantui banyak orang. Penyakit ini kini makin sering terdengar beritanya, terutama setelah beberapa tokoh dan selebriti ternyata juga terserang.

Dewi Yanthi Razalie, seorang penderita kanker stadium 4, tengah berjuang menghadapi penyakitnya sejak tahun 2013 lalu. Sel kanker yang sudah menyebar hingga ke tulang dan organ-organ tubuhnya, membuat kesempatan untuk bisa sembuh menjadi sangat kecil.

Namun ia tak pernah patah semangat. Dengan prinsip hidupnya, Yakin, Iman dan Ikhlas, ia menjalani kondisi ini hari demi hari dengan penuh semangat dan optimisme. Ia tak menyerah pada penyakit yang mematikan ini. Sambil menjalani perobatan, ia terus menikmati hidup dengan selalu melakukan aktivitas layaknya orang sehat. Catatan perjalanan hidupnya berjuang melawan kanker dituangkannya kedalam sebuah tulisan penuh inspirasi di laman Facebooknya. Berikut nukilan tulisan beliau yang bisa jadi pembelajaran bagi mereka yang juga mengidap kanker dan juga orang awam yang bisa mengambil hikmah darinya.




Aku sudah 60x lebih menyaksikan proses sakratul maut 60 orang lebih para pasien KANKER Stadium 4, dari detik ke detik. Sudah 35x aku membuktikannya, firasatku lah yang benar dan tepat, sedangkan omongan ucapan dokter selalu meleset. Karena entah kenapa aku sangat bisa membedakan, antara seseorang yang sedang menjalani proses kematiannya, dengan seseorang yang masih bisa bertahan hidup dan masih lama tiba ajalnya.

Di Indonesia, tidak pernah ada dokter ahli kanker, yang ada hanya dokter bedah kanker, itupun untuk bedah kanker payudara dan leher. Bahkan di RS Dharmais sekalipun yang merupakan Pusat Kanker Nasional itu tidak ada. Dokter bedah kanker pun jumlahnya tidak banyak di setiap RS. Bisa dicek, di RSPP, Dharmais, RSCM, RSPI, dan lain-lain. Dengan jumlah pasien yang selalu mengantri panjang setiap jam prakteknya. Masing-masing dokter pun tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang kanker. Pasien sering disuruh mencari informasi sendiri melalui internet. Padahal semakin lama semakin banyak orang Indonesia terkena kanker. Kita harus bantu seluruh masyarakat untuk semakin mengerti banyak hal tentang kanker. Supaya tidak semakin banyak korban bertambah yang salah bertindak dan salah mengambil keputusan. Kasihan. Mumpung kita masih bisa berbuat. Mumpung aku masih dikasih kesempatan untuk membantu menjelaskan. Aku sebagai bukti nyata, bukan hanya sekedar "katanya" dan "katanya". TUHAN menciptakan KANKER memang dengan sifat yang sangat unik. Tidak banyak orang yang sanggup menghadapinya. Tidak hanya bagi pasien, tapi juga keluarga

KANKER itu ada beraneka ragam jenis dengan karakter yang juga berbeda-beda. Ada jenis KANKER yang hanya dengan rajin meminum kunyit putih pun sudah bisa pecah benjolannya lalu mengeluarkan nanah dan orangnya bisa hidup sehat secara fisik walaupun kadang benjolan itu tetap suka muncul lagi dan timbul lagi.

KANKER sifatnya memang unik, suka muncul lagi dan muncul lagi, sifatnya kambuhan, kalau sudah sekali terkena serangan KANKER maka KANKER akan menetap selamanya di dalam tubuh tidak akan pernah sembuh, paling-paling hanya bersembunyi sementara saja, jadi tidak ada istilah SEMBUH untuk KANKER. Wajib dikendalikan agar tidak kambuh. Pemicunya harus dihindari. Pemicu nomer satu adalah EMOSI atau stres, itu paling jahat untuk KANKER, dibanding salah makan atau salah obat atau kecapekan. Jauhi dan hindari hal-hal yang bisa memancing emosi dan stres. Jadikan hidup nyaman dan bahagia. Manfaatkanlah waktu yang ada.

Sampai detik ini, aku tidak pernah menemukan seseorang yang terkena kanker tapi bisa hidup sehat selama belasan tahun atau bahkan puluhan tahun tanpa melalui operasi dan hanya minum herbal atau pengobatan alternatif lainnya. Tapi aku sudah banyak bertemu dengan orang-orang yang terkena kanker dan bisa hidup sehat selama belasan tahun bahkan puluhan tahun sesudah ia melakukan operasi di RS. Ada yang sudah 13 tahun, 26 tahun, bahkan lebih dari 30 tahun. Herbal atau minuman-minuman dan makanan-makanan kesehatan lainnya hanya untuk menunjang stamina, kekuatan, daya tahan tubuh, tenaga. Bukan untuk mengobati apalagi menyembuhkan kanker. Jangan salah kaprah. Otak manusia sampai detik ini belum bisa menemukan, apa sih sebetulnya penyebab seseorang terkena kanker, dan juga apa obat yang bisa diminum untuk menyembuhkan kanker. Yang ada hanyalah tindakan yaitu operasi, kemoterapi, radiasi, dan ablasi. Hanya itu saja.

Untuk para penderita kanker ada 3 faktor yang mempengaruhi. Yaitu : Setiap orang memiliki kondisi, daya tahan tubuh, stamina yang berbeda-beda. Setiap orang punya kondisi penyakit dan jenis penyakit kanker yang juga berbeda-beda. Setiap orang punya nasib (atas hasil usahanya sendiri) dan rejeki keberuntungan (takdir) yang juga berbeda-beda. Pengobatan kanker itu cocok-cocokan. Tidak bisa disamaratakan semuanya.

Aku punya resep rahasia yaitu prinsip hidup yang kupegang teguh untuk diriku sendiri. Kalau untuk orang lain ya terserah masing-masing. Yaitu YAKIN, IMAN, IKHLAS. YAKIN, tidak ada sesuatu apapun terjadi di luar kemampuan manusia. IMAN, dengan segala ketentuan Tuhan yang tertulis maupun tersirat (berupa petunjuk). IKHLAS, menerima apapun semua yang diberikan kepada kita dengan sabar dan tawakal. Serta prinsip bahwa aku hanya mau berusaha dan berobat itu semampuku, tidak memaksakan diri, agar langkah hidupku lebih ringan, lebih nyaman dan lebih tenang.

Sejak awal sakit pada tanggal 23 Mei 2013 yang lalu, di leherku sudah langsung ada 2 benjolan tumor ganas, lalu di tengah-tengahnya ada kista (tumor jinak berisi cairan) dan kanker yang sudah sangat lengket menempel di urat nadiku, urat syarafku, pembuluh darahku dan menyumbat trakhea paru-paru atas, serta penyebaran kanker di tulang dada, tulang iga rusuk kiri, tulang punggung, batok kepala bagian atas (ubun-ubun) dari depan sampai belakang, di dalam kantong empedu di perut, serta jantungku sudah membengkak pembesaran melebar ke kiri.

Aku selalu berkata ke semua orang. Aku tidak minta didoakan sembuh. Tapi doakan saja semoga Tuhan memberikan Yang Terbaik untukku, dimudahkan jalanku, dilancarkan urusanku, diredakan sakitku, diringankan bebanku, dan jika saatnya tiba aku bisa khusnul khotimah. Ya, cuma itu saja sudah cukup luar biasa berarti bagiku.

Aku sudah menemui 4 dokter spesialis onkologi ahli bedah kanker terbaik di RSPP, Dharmais, RSCM dan RSPI, 1 bedah umum, 1 bedah ginjal, serta 4 internis penyakit dalam. Aku sudah menjalani semua pemeriksaan dari A sampai Z. Dan 10 dokter spesialis itu memiliki diagnosa yang sama persis tentang aku, bahwa aku harus "SEGERA" operasi, tidak ada tawar menawar, dan sesudah operasi aku harus ABLASI, juga tidak ada tawar menawar. Untuk kasusku, aku tidak mempan dengan kemoterapi atau radiasi. Aku memilih hanya mau operasi saja dan itupun 1x tidak mau ditambah lagi, itupun karena juga dikasih mukjizat sama Tuhan, aku bisa operasi dengan gratis dengan total biaya 41 juta seluruhnya dibayari oleh seorang teman yang hanya pernah ketemu 1x saat aku bikin reuni penulis tahun 2009 dan selanjutnya berkomunikasi di facebook saja. Aku banyak dikasih mukjizat sama Tuhan, puji syukur ya, mungkin karena aku YAKIN, IMAN, IKHLAS itu tadi. Mungkin. Lalu ada seseorang yang kukenal tahun 2011, cuma pernah ketemu1x dan pergi bareng ke suatu tempat, tiba-tiba dia mengirimkan sms memaksa untuk menengokku ke rumah dan besoknya langsung muncul sambil membawa uang segepok dollar Amerika dan ringgit Malaysia senilai 3,5 juta rupiah, 6 kardus besar susu penguat tulang, 2 keranjang besar buah-buahan. Juga ada teman facebook baru kenal 5 hari tiba-tiba memaksa mau mengirimkan uang sebanyak 2 juta. Padahal aku ga pernah minta-minta, aku ga pernah menyebut-nyebut soal uang. Ada juga beberapa yang lainnya yang tiba-tiba muncul di hadapanku membawa uang 2 juta, dan lain-lainnya. Curhatlah sama Tuhan. Menangislah sama Tuhan. Berdoalah sama Tuhan. Mintalah apapun sama Tuhan. Aku ga pernah mau bergantung hidup sama manusia apalagi sama benda.

Jenis KANKER aku Papiler "variasi" FOLIKULER. Umurku 44 tahun. Papiler biasa muncul di usia 40-an. Sementara FOLIKULER biasa muncul di usia 50-an. Kenapa FOLIKULER sengaja aku tulis dengan huruf besar ? Karena FOLIKULER itu jauh lebih ganas dari Papiler. Tapi Papiler jenisnya cepat menyebar ke tempat lain terutama jika kena di usia muda. KANKER itu lebih berbahaya jika baru mulai terkena di usia tua, 60 tahun keatas. Jenis KANKER Tiroid lebih banyak menyebarnya ke hati (lever) dan ke otak. Jarang sekali yang menyebar ke tulang. Sementara aku sejak awal sakit 5 bulan yang lalu sudah menyebar ke tulang-tulang dan lain-lain.

Aku mengambil suatu kesimpulan awal tentang kanker. Yaitu : Stadium 1,2,3 masuk Zona AMAN. Stadium 4 masuk Zona MUKJIZAT. Stadium Terminal masuk Zona WASSALAM. Maksudnya bahwa zona "aman" adalah kondisi dimana tingkat kesembuhan bagi penderitanya masih sangat besar, zona "mukjizat" itu hanya benar-benar mukjizat Tuhan saja yang bisa menolong dan jarang sekali penderitanya yang bisa bertahan hidup, lalu zona "wassalam" itu tidak ada kemungkinan sama sekali alias semua dokter pun pasti sudah angkat tangan (sebagai keterangan tambahan : seseorang yang tidak pernah merasakan sakit yang mencurigakan, lalu tiba-tiba ia terkapar parah, kemudian dibawa ke RS dan diperiksa total ternyata diagnosa dokter bahwa ia terkena kanker stadium terminal, itu maksudnya bahwa kanker sudah sangat menyebar ke seluruh tubuhnya, sehingga dokter yang paling ahli dan alat yang paling canggih sekalipun tidak akan ada yang bisa mengatakan bahwa si pasien itu sebetulnya awalnya terkena kanker jenis apa dan induk kanker dia ada dimana, karena saking sudah sedemikian parahnya, induk dan anak sudah sama-sama besarnya atau sudah sama-sama ganasnya.

Tidak ada pengobatan jenis apapun, mau lewat kedokteran atau herbal atau alternatif lainnya, yang bisa menjamin 1% pun kesembuhan untuk kanker. Herbal apapun itu BUKAN obat pembunuh KANKER. Jangan salah kaprah ya. Aku sudah operasi KANKER di RSPP tgl 2 Juli 2013 kemarin. Minuman dan makanan kesehatan atau herbal hanya membantu menjaga stamina tubuhku sehingga sampai detik ini aku masih kuat berjalan, bicara, dan pergi ke mall, ke RS, ke rumah teman, ke pesta kawinan, dan lain-lain. Sebagai penderita KANKER stadium 4 yang sudah menyebar ke tulang-tulang dan lain-lain, aku seharusnya sudah terkapar di RS, opname berbulan-bulan, nangis-nangis kesakitan dan putus asa tidak punya semangat hidup. Padahal andai saja Anda tau. Sampai sekarang aku masih bisa nonton 4 film di bioskop selama 2 hari berturut-turut dan menengok orang sakit KANKER yang stadiumnya justru malah masih berada di bawahku. Andai saja Anda tau, hingga saat ini aku masih bisa makan enak apa saja yang kusukai, kecuali babi yang memang diharamkan agama. Aku masih makan duren, daging kambing, steak, fried chicken, mie, pizza, dan lain-lain. Walaupun tidak berlebihan karena aku sudah tidak sanggup makan banyak. Hidupku normal. Aku juga bisa sholat dengan posisi dan gerakan normal seperti orang lain. Biaya yang dikeluarkan untuk seluruh pemeriksaan dan pengobatanku totalnya tidak sampai 60 juta dan sudah termasuk yang 41 juta pun biaya operasiku gratis dibayari temanku. Jadi aku hanya mengeluarkan tidak sampai 20 juta untuk pemeriksaan, untuk konsultasi ke dokter ahli, untuk beli obat dan untuk ongkos keliling RS selama 1 bulan full yaitu RSPP, Dharmais, RSCM, RSPI, RS Cikini. Intinya apa ? Yakin saja 100% bahwa TUHAN tidak akan memberikan "sesuatu" peristiwa di luar kemampuan manusia. Dan aku tidak mau bergantung hidup pada tangan manusia apalagi pada benda.

Jadi kalau ada yang berani menjamin bisa menyembuhkan KANKER, pasti omong kosong. Pasti ada unsur dagang atau jualan. Jangan mudah tertipu. Jaga harta bendamu baik-baik. Anak-anak lebih berhak untuk biaya hidup dan biaya pendidikan mereka. jalan hidup mereka masih panjang. Masa depan mereka harus jauh lebih baik dan lebih sukses. Berusaha dan berobat hukumnya wajib bagi manusia. Tapi semampunya saja dan tidak memaksakan diri. Jangan stres dan frustasi. Semua omongan orang dituruti. Semua dicoba. Sehingga harta benda habis seketika. Yang ada penyesalan yang selalu datang terlambat. Karena seluruh harta benda tidak bisa membeli atau ditukar dengan 1 nyawa manusia. Dan yang paling penting, MATI itu TAKDIR. Tidak bisa diminta. Tidak bisa ditolak. Tidak bisa ditunda. Tidak bisa dipercepat. Manusia berusaha dan berobat BUKAN supaya tidak mati, tapi hanya supaya SEHAT. Jadi suatu saat entah kapan kita bisa MATI dalam keadaan SEHAT dan BAIK alias khusnul khotimah.

Ada jenis-jenis kanker tertentu dalam kondisi dengan tingkat stadium tertentu, yang kalau kena pisau bedah atau benda-benda aluminium malah meradang menjadi tambah ganas dan menyebar dengan cepat. Tapi tidak ada seorang dokter paling ahli pun yang tahu dan bisa menjelaskannya kepada pasien, kanker jenis apa saja yang bisa bereaksi seperti itu. Semuanya uji coba, usaha maksimal, resiko operasi KANKER memang antara hidup dan mati.

Barusan aku pergi mencari buah-buahan sebentar dan sampai rumah langsung drop kondisiku. Tadi dalam perjalanan sudah mulai merasa kesakitan punggungku. Waktu di resto, ketika bangun berdiri sesudah duduk, pinggang rasanya juga sakit. Sudah panggil tukang pijat untuk datang ke rumah. Aku hampir setiap hari dipijat. Karena cuma dipijat yang membuat aku nyaman dan bahagia. Aku sudah tidak menikmati lagi jalan-jalan, makan enak, berbelanja barang. Aku lebih suka tidur di rumah dan dipijat. Karena sejak awal sakit beberapa bulan yang lalu, kanker sudah menyebar ke tulang-tulang dan lain-lain. Aku tahu, sekarang sudah kena juga ke kaki, ke tangan dan ke paha. Cuma aku memang tidak mau scanning seluruh tubuh, wholebody scan 1,5jt atau pet scan 8jt di RS Dharmais. Daripada nanti kaget sendiri kalau ternyata hasil pemeriksaannya buruk, ternyata sudah menyebar ke seluruh tubuh. Bisa-bisa aku pingsan melihat hasilnya.


Prof DR dr Wimpie Pangkahila

PUISI PERMINTAAN MAAF

dari dokter Indonesia.

Barangkali inilah saatnya

Ketika langkah kita tak boleh berhenti begitu saja

Karena penguasa tak mau peduli

Ketika kita telah dikriminalisasi

Padahal telah bekerja sesuai standar profesi

Maafkan kami para dokter yang terluka Kalau suatu hari nanti kami mau cuti bersama

Karena sudah terlalu letih kami bekerja Melaksanakan profesi menyelamatkan nyawa

Dan meningkatkan kualitas hidup bangsa

Jangan bilang dokter mogok kerja

Bukankah cuti bersama boleh saja

Walaupun bersama sama seluruh Nusantara ?

Dan jangan bilang ini arogansi semata

Karena kami juga manusia biasa

Ya, kami memang manusia biasa

Yang kecewa ketika diperlakukan tanpa rasa

Yang terluka ketika disiram kopi panas di wajah ini

Yang tak berdaya ketika dipenjara

Yang terhina ketika iklan bohong kesehatan dibiarkan merajalela

Padahal korban berjatuhan di mana mana

Maafkan kami kalau suatu hari nanti kami cuti bersama

Tetapi janganlah bingung dan kecewa

Karena kalian boleh datangi mereka

Yang mampu sembuhkan KANKER tanpa obat apalagi operasi

Yang sembuhkan KANKER dengan ramuan asli

Yang sembuhkan AIDS dalam tiga bulan

Yang sembuhkan impoten dengan ramuan tanaman

Dan yang sanggup mengembalikan keperawanan

Sulit kami mengerti mengapa penguasa melakukan pembiaran

Padahal semuanya ini jelas penipuan

Sementara dokter terus ditekan

Dan akhirnya masuk rumah tahanan

Masih adakah di negeri ini keadilan dan kebenaran?

Akhirnya maafkan kami wahai para penguasa negeri ini

Karena walaupun kami tak kalah dengan dokter di luar negeri

Tetapi kami tak mampu mengatasi penyakit gemar korupsi

Sanur, Bali, 21 November 2013.


Aku menangis terisak-isak saat membaca puisi itu kiriman bbm dari teman baikku di Bali. Aku menangis karena aku mengalaminya sendiri. Betapa aku sudah percaya pengobatan yang ada di televisi dan aku datangi tapi ternyata menipu. Belum diobati, belum diperiksa, sudah langsung disuruh bayar 1,3jt. Aku langsung balik badan dan buru-buru pergi ke RS Dharmais, kembali ke dokter. Betapa sebelum operasi kanker, hampir semua orang melarangku operasi dan berusaha mencegahku operasi. Berusaha menghubungiku, mencari-cari nomer hpku, ujung-ujungnya cuma ingin memberitahu bahwa bila kanker itu dioperasi nanti bertambah ganas dan tambah menyebar. Apakah mereka mau bertanggung-jawab seandainya aku menurut tidak dioperasi kemudian kondisiku malah bertambah parah ? Apakah mereka mau tau dan mau perduli ?

Semangat tidak berfungsi jika takdir sudah berbicara. MATI itu TAKDIR. Tapi cara kita menjalani kematian, itu yang pilihan. Aku berusaha dan berobat BUKAN supaya tidak mati, tapi supaya SEHAT. Yang dimaksud dengan pilihan adalah bisa karena kemauan pribadi dan bisa juga karena kesalahan manusia atau kesalahan dokter yang disebut mapraktek. Jika tidak terjadi malpraktek, mungkin seseorang meninggal dalam kondisi yang lebih baik, bukan berada di ICU RS tapi di kamar rawat inap misalnya, sehingga keluarga bisa lebih bebas talqin, mengaji dan berdoa di samping orang yang sedang sakit menjelang sakratul mautnya (ajalnya).

Tidak semua orang suka dinasehati, digurui, diperintah-perintah, disuruh-suruh, diatur-atur, dibujuk-bujuk, dipaksa-paksa. Apalagi penderita KANKER pun juga gitu. Karena emosi atau stres itu pemicu KANKER nomer "satu" dibanding salah makan atau salah obat atau kecapekan atau apapun juga. Seorang penderita KANKER kalau jengkel sedikit saja, bisa fatal akibatnya. Sebagai contoh, ada seorang penderita KANKER Stadium 2, hanya gara-gara jengkel dan marah-marah sama pembantunya, langsung naik jadi Stadium 4. Perasaan seorang penderita KANKER itu amat sangat harus dijaga sekali. Makanya mayoritas penderita KANKER itu kebanyakan jadi introvert, menutup diri, dan membatasi pergaulan. Contohnya, ada penderita KANKER yang bahkan tidak pernah mau ditengok sampai ia meninggal. Tidak suka dikasihani, tidak suka ditanya-tanya, tidak suka dikomentari. Bahkan juga ada para penderita KANKER yang tidak mau ada orang lain tahu bahwa dia terkena KANKER. Sifat dan watak orang itu bermacam-macam kan. Tidak bisa disamakan. Jadi karena aku sudah mengalaminya, dan kondisiku sudah cukup parah walaupun baru kena KANKER dalam beberapa bulan ini saja, aku sudah langsung Stadium 4, jadi aku bisa ngomong ke banyak orang. Dan camkan juga bahwa kena KANKER itu TAKDIR. Jangan sekali-sekali mengatakan bahwa KANKER itu adalah cobaan, musibah, ujian, teguran, hukuman. Tapi TAKDIR. Titik. Tidak ada tawar-menawar.

Ini realita. Ini fakta. Banyak sekali orang yang suka memanfaatkan penderitaan dan kesakitan orang lain untuk mencari uang dan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Aku dan beberapa temanku mengalaminya. Mereka jualan obat dan dengan beraninya sesumbar bisa menyembuhkan kanker. Padahal aku sudah tahu persis bahwa pengobatan apapun untuk kanker tidak ada jaminan 1% pun. Teliti sebelum membeli. Apalagi jika memiliki uang terbatas. Jangan sampai ibarat "sudah jatuh tertimpa tangga" alias sudah kesakitan kena penyakit mematikan eh masih harus tertipu orang.

MATI itu TAKDIR. Tidak bisa diminta, tidak bisa ditolak, tidak bisa ditunda, tidak bisa dipercepat. Aku tidak tahu kapan kematianku datang. Bisa 20 tahun lagi, bisa juga hari ini. Who knows. Nobody knows. Only GOD knows. Manusia hanya diberi firasat atau petunjuk. Manusia diberi akal untuk membaca "tanda-tanda"NYA. Penyakit KANKER itu penyakit mematikan. Apa artinya ? Itu waktunya untuk bersiap-siap. Mempersiapkan diri untuk "pulang", mempersiapkan anak-anak, mempersiapkan suami atau istri, mempersiapkan keluarga jika saatnya mereka sudah harus "talqin" ketika sakratul maut itu tiba. Ketika sakit parah apalagi KANKER itu seharusnya menjadi "titik balik" seorang manusia agar ingat untuk segera memperbaiki kualitas dirinya, kualitas akhlaknya, kualitas ibadahnya, dan kualitas hubungannya dengan keluarga. Berbenah diri. Ini menurutku.

Sekarang ini aku tidak pernah kesakitan lagi apalagi sampai nangis-nangis karena tidak tahan dan aku sudah mencoba lepas dari Morfin, tidak pernah memakainya lagi, karena percuma saja, Morfin sudah tidak mempan lagi buatku, yang diminum ataupun ditempel, malah membuatku pusing, mual muntah-muntah, sesak napas. Bahkan bukan tidak mungkin bisa juga menghentikan pernapasan.

Atas informasi teman, aku sekarang rajin makan singkong rebus tanpa bumbu setiap hari, makan kurma, minum madu yang ditaburi bubuk kayu manis, minum air zamzam, serta makan buah jeruk bali atau buah mangga karena aku memang sangat suka dan kadang kutambahi dengan lengkeng atau semangka dan lain-lainnya. Sudah dilakukan penelitian di berbagai negara bahwa air zamzam itu mengandung tingkat alkalin dan antioksidan tinggi sehingga sangat bagus bagi penderita kanker. Sedangkan singkong rebus sudah terbukti, para penderita kanker stadium 4 yang sudah sangat parah bisa sembuh total hanya dengan rajin mengkonsumsi singkong rebus dimakan setiap hari. Toh semua yang aku sebutkan tadi cukup mudah dicari dan harganya pun tidak mahal kan. Analisaku adalah buah mangga atau buah2an yang mengandung antioksidan tinggi (jeruk, apel, melon, delima) untuk detox, membuang racun dari dalam tubuh. Sementara madu ditaburi bubuk kayu manis dan buah kurma itu untuk menjaga stamina agar fisik kuat sesudah detox. Sedangkan singkong dan air zamzam itu menghambat pertumbuhan sel KANKER.

Aku tidak tahu kapan kematianku datang. Hari ini atau nanti 20 tahun lagi. Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi sesudah aku mati. Apakah aku akan disiksa terus karena aku punya banyak dosa, ataukah hanya diam saja hening membisu, atau berada di sebuah tempat yang indah menunggu tiupan sangkakala tiba. Entahlah. Semuanya masih menjadi misteri untukku. Apakah aku masih bisa bermain piano lagi nanti, atau mendengarkan lagu-lagu yang kusuka seperti yang selama ini ketika hidup sering kulakukan.

Sumber : Facebook Dewi Yanthi Razalie