8 Agustus 2016

MODA LURING LEBIH EFEKTIF DALAM MENANAMKAN SISTEM NILAI BUDI PEKERTI PADA KEHIDUPAN MANUSIA

Pendidikan Budi Pekerti

Apakah sebab moda luring (diluar jaringan) alias interaksi dalam kehidupan nyata lebih efektif dalam menanamkan sistem nilai budi pekerti dalam kehidupan masyarakat pembelajar kita?

Mari kita simak dasar pemikiran berikut ini:
  • Kebermaknaan nilai akan selalu terkait dengan Etika dan Norma. Makna dari Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna.
  • Sedang Etika (ethos) berasal dari bahasa Yunani yang artinya adat kebiasaan. Etika digunakan untuk menyebut ilmu dan prinsip dasar penilaian baik-buruknya perilaku manusia atau berisi tentang kajian ilmiah terhadap ajaran moral.
  • Kemudian arti dari Norma itu merupakan kaidah atau aturan-aturan yang berisi petunjuk tentang perilaku yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat.

Kehidupan kita senantiasa dihiasi dan dibatasi oleh norma, dalam kehidupan setidaknya ada 4 norma guna menanamkan budi pekerti pada generasi manusia:

1. Norma Agama
Berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Tujuan : terciptanya masyarakat yang agamis, tertib, tentram, rukun, damai, dan sejahtera, sahingga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat dapat terwujud.

2. Norma Kesopanan
Bersumber dari masyarakat sendiri. Pelanggaran atas norma sosial kesopanan ini akan berakibat pengucilan dari pergaulan masyarakat.

3. Norma Kesusilaan
Berasal dari diri setiap manusia. Pelanggaran atas norma ini akan menimbulkan rasa penyesalan.

4. Norma Hukum
Berasal dari Negara. Pelanggaran atas norma ini akan dikenai hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Adapun Ciri-Ciri Nilai
Menurut Bambang Daroeso (1986), ciri-ciri nilai adalah sebagai berikut :

  • Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Misalnya kejujuran.
  • Nilai yang memiliki sifat normative. Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya nilai keadilan.
  • Nilai berfungsi sebagai motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Misalnya nilai ketakwaan.

Macam-Macam Nilai
Dalam filsafat, nilai dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

  1. Nilai logika, adalah nilai benar salah
  2. Nilai estetika, adalah nilai indah dan tidak indah
  3. Nilai etika / moral, adalah nilai baik buruk


Notonegoro (dalam Kaelan, 2000) menyebutkan adanya tiga macam nilai, yaitu :

  • Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia.
  • Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan kegiatannya,
  • Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.


Proses Terbentuknya Nilai, Etika, Moral, Norma, dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara

Proses terbentunya nilai, etika, moral, norma, dan hukum berjalan melalui suatu kebiasaan untuk berbuat baik, suatu disposisi batin untuk berbuat baik yang tertanam karena dilatihkan, suatu kesiapsediaan untuk bertindak secara baik, dan kualitas jiwa yang baik dalam membantu kita untuk hidup secara benar.

Dialektika Hukum dan Moral dalam Masyarakat dan Negara

Hukum disebut adil bila secara moral memang adil. Hukum tidak bisa menilai dirinya sendiri apakah hukum itu adil atau tidak, namun hukum sendiri harus menilai bahwa semestinya sifat dari hukum itu adalah adil.

Perwujudan Nilai, Etika, Moral, dan Norma dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara

Perwujudan nilai-nilai, etika, moral, dan norma dalam keyakinan iman bisa saja diterapkan sebagai hukum jika norma moral yang terkandung didalamnya bersifat universal. Akan tetapi jika nilai-nilai tersebut sifatnya lokal, maka tidak bisa diterapkan menjadi sebuah hukum yang berlaku untuk seluruh masyarakat.

Maka dengan demikian sangat mustahil nilai, norma dan moral bisa terjamin bila hanya diajarkan lewat Daring (dalam jaringan/online/kelas maya). Sempurnanya cara guna menanamkan sistem nilai kehidupan manusia pada dasarnya hanya melalui interface langsung dalam interaksi sosial di lingkungan yang nyata (di luar jaringan online) dan bukti tersebut telah berabad-abad lamanya sejak adanya manusia di muka bumi ini.

Demikian sekadar pemikiran, terkait "moda luring lebih efektif dalam menanamkan sistem nilai budi pekerti pada kehidupan manusia."

Endar Sudarjat
Guru IN GP PPKn SMP
Kabid Regulasi PP IGI Pusat