24 Maret 2014

Ada Sejarah Peradaban Dunia Yang Hilang Dalam Pendidikan Kita Disini


#Education
SEORANG FILUSUF ETIKA MORAL YANG MELAHIRKAN PARA ILMUAN
Kok bisa..?

Melanjutkan dari ulasan kami mengenai ucapan para guru di Australia mengenai Budaya --mengantri-- jauh lebih penting dari pelajaran Sains bagi murid-muridnya. Saya ingin berbagi sedikit mengenai pengalaman kami dalam membaca berbagai buku yang menurut kami baik dan berguna.

Terlepas kita nanti akan setuju, sepaham atau sama sekali tidak setuju itu adalah masalah pilihan kita masing-masing, tapi alangkah indahnya jika kita membuka diri terlebih dahulu dan membaca uraian ini. Terimakasih untuk kesedianya.

Saya yakin bukanlah sebuah kebetulan bahwa saat ini anda membaca artikel ini, saya yakin ada tangan Tuhan yang telah menuntun jari jemari kita untuk bisa sampai disini. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini.

Keluarga Indonesia yang berbahagia,

Selalu tertarik membaca sejarah bagaimana para -Ilmuan Besar dari Barat dan Timu-- di lahirkan. Apakah mereka mendapatkan pelatihan khusus tentang ilmu sains sejak kecil atau dengan cara apa mereka bisa seperti ini.

Dibarat kita bisa melihat bahwa seorang Socrates yang dijuluki --Bapaknya Para Filusuf Barat-- melahirkan 'Pemikir Besar' yang bernama Plato dan bagaimana seorang Plato bisa melahirkan -- Aristoteles-- yang mendapat julukan --Bapaknya Ilmu Pengetahuan-- ( The Father of Sciences).

Saya juga kagum juga bagaimana dunia Islam bisa melahirkan para ilmuan terkenal seperti -- Ibnu Abdul Jabbar, Ibnu Sina, Ibnu Al Qindi-- pada zamannya.

Sebelum membaca sejarah saya berpikir bahwa mungkin para tokoh ilmuan besar ini dulu sejak kecil di didik untuk sebanyak belajar --Ilmu Sains-- hingga akhirnya mereka berhasil menjadi para -Scientist Hebat-- yang mendunia.

Pemikiran inilah yang mungkin banyak diyakini orang saat ini; itulah sebabnya mengapa orang begitu berlomba-lomba menekan anaknya untuk belajar sebanyak-banyaknya tentang -- Ilmu Science. Meskipun sering kali bukan membuahkan hasil yang di inginkan melainkan hanya membuat stress anak-anak kita dan akhirnya malah mogok sekolah atau lebih buruk lagi mengalami penyimpangan prilaku remaja.

Setelah saya mempelajari sejarah, ternyata justru yang terjadi malah kebalikannya; --Socrates pada zamannya mendapat julukan sebagai Filusuf Etika Moral-- dan bukan --Filusuf Sains, dan ternyata yang di ajarkan terlebih dahulu pada muridnya Plato adalah --Filsafat Etika Moral--, sekali lagi --bukan Ilmu Sains-- dan Plato selalu diajarkan tentang apa maksud baik Tuhan menciptakan alam semesta ini, berikut kita sebagai manusia.

Melalui hal tersebut maka terbukalah pertanyaan-pertanyaan tentang alam semesta yang pada akhirnya menjadikan Plato sebagai pemikir besar alam semesta pada zamannya.

Cara yang sama inilah yang di kembangkan oleh Plato pada muridnya yang bernama Aristoteles, mengajarkan -- Filsafat Etika Moral-- untuk membongkar rahasia alam semesta, dan cara ini juga yang telah menjadikan Aristoteles mendapatkan -- Gelar Bapaknya Ilmu Pengetahuan Barat.

Nah... jadi semakin menarik bukan...?

Lalu bagaimana dengan tokoh-tokoh seperti Ibnu Al-Qindy? Beliau sama juga seperti Ibnu Sina dan Ibnu Abdul Jabbar, beliau terlebih dulu membedah Al-Qur'an sebagai --Pijakan Akhlak dan Moral-- untuk menuntun beliau membedah rahasia --Alam Semesta Raya-- juga --Rahasia Alam Semesta Kecil-- yang ada dalam tubuh manusia. Hingga menjadikan beliau --Tokoh Ilmuan Kedokteran, Matematika dan Ilmu Falaq-- yang di segani dunia pada zamannya.

Sejak saat itulah akhirnya saya menyadari bahwa dasar dari semua ilmu dan rahasia alam semesta ini adalah Akhlak dan Etika Moral yang kita bisa pelajari dan kembangkan melalui ajaran agama atau kitab suci kita masing-masing.

Ah sayangnya mungkin tidak banyak diantara kita yang membaca sejarah ini, dan mengambil pelajaran berharga didalamnya.

Kebanyakan kita, termasuk saya juga berpikir bahwa jika ingin anak kita menjadi orang hebat maka ajarilah sebanyak-banyaknya ilmu sains sejak dini. Ya Tuhan ternyata selama ini saya salah menduga, dan Alhamdullilah Engkau telah menunjukkan jalan kesadaran bagiku.

Semoga ini bisa memberikan pelajaran bagi kita semua, jika pun tidak, kami tetap bersyukur bahwa setidaknya saya sebagai orang tua dari anak-anak saya telah di ijinkan oleh Tuhan untuk mengetahui sejarah pendidikan orang-orang hebat pada zamannya.

Mari kita renungkan bersama.
Bismillah

sumber: Komunitas AYAH EDY