Tampilkan postingan dengan label Guru Pembelajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Pembelajar. Tampilkan semua postingan

16 Oktober 2016

Out Of The Box, Implementasi Menuju Paperless School di Sekolah Pinggiran

Pembelajaran Kelas Maya di SMPN 5 Majalengka
"Out of the box, menuju paperless school"
#IGI #PaperlessSchool


Sebuah eksperimen pembelajaran dengan memanfaatkan Tablet Canggih Samsung A8 yang kaya fitur berbasiskan Android 6.0.1 Marshmallow, dicoba dihadirkan pada KBM platform kelas maya (digital class) dalam pembelajaran mapel PPKn yang penulis ampu. Hal ini mungkin bagi sebagian pihak dipandang terlalu ekstrem buat peserta didik di sekolah pinggiran/ kampung, yang peserta didiknya masih sekolah di jenjang SMP,  apalagi keadaan sekolahnya saja masih minim sarana IT yang berupa Labkom.

Namun disitulah justru tantangannya bagi guru Pembelajar. Bagi guru eksak apalagi TIK mungkin yang dinamakan kelas maya bukan barang baru, lain halnya  dengan mata pelajaran PPKn di pedesaan, menampilkan paparan tanpa kabel ke projector saja setidaknya akan memancing motivasi dan membangun visi anak didik untuk mengenal lebih jauh alam di era digital.  Dengan cara inilah kami berupaya mendorong peserta didik untuk menggunakan handphone/smartphone dan tablet yang mereka miliki sekali pun levelnya hanya gadget lower-end produk china dipancing untuk dimaksimalkan manfaatnya bagi pembelajaran yang mereka ikuti.

Guna mencegah hal-hal yang dipandang bisa mengganggu karena sejauh ini kesannya kalau siswa membawa gadget ke sekolah masih dapat tantangan keras ssbagaimana tata tertb di banyak sekolah masih melarang siswanya membawa gadget ke sekolah mereka. Untuk itu kita coba siasati dengan syarat-syarat khusus.

Kita sadar sekali pun gadget dilarang dibawa ke sekolah namun banyak orang tua siswa yang justru telah membelikan sarana IT tersebut. Malah bila tidak diarahkan atau dikondisikan pemanfaatannya maka alat canggih tersebut akan mubadzir dan mungkin lebih banyak dimanfaatkan untuk hal-hal yang jauh dari tujuan pendidikan, selain itu  sarana komunikasi tersebut malah akan semakin luput dari pembinaan guru pendidiknya. 


Daripada gadget berupa smatphone, tablet, iPhone, BlackBerry tidak berdaya guna maka penulis selaku guru merka mengajak peserta didik untuk memanfaatkan sarana IT yang ada tersebut dalam pembelajaran PPKn dengan aturan khusus yang disederhanakan, diantaranya adalah:

1. Smartphone atau Tabet yang dibawa ke sekolah harus sudah kosong dari SimCard dan Memori Eksternal untuk mencegah gadget tersebut dimanfaatkan pada hal-hal yang tidak perlu, akses internet cukup menggunakan WIFI yang dibuka aksesnya selama jam efektif pembelajaran di sekolah

2. Bila ditemukan selama pembelajaran ada aplikasi aktif selain yang diarahkan tentunya akan mengganggu konsentrasi pembelajaran di Kelas Maya (digital Class),maka gadget siswa harus siap kena sanksi dan eksekusinya direset ke proram bawaan pabrik.

3. Kelas maya tidak menggunakan apikasi yang harus diinstal, cukup memaksimalkan browser bawaan dari masing-masing gadget siswa, disarankan menggunakan Chrome dan Opera.

3. Gadget yang dibawa disarankan berbasis Android dan atau Windows, bila pun ada yg punya BB dan iPhone layar sentuh masih bisa digunakan asal browsernya berfungsi dengan baik.

4. Bagi yang tidak memiliki gadget dihimbau untuk bergabung atau berkelompok maksimal 3 orang siswa dan siap berkolaborasi saling pinjam secara bergantian dalam penggunaan gadgetnya.

5. Selama KBM berhubung ada keterbatasan akses internet yang hanya bisa dilayani access point wifi sekolah bagi peserta didik diminta siap belajar di ruangan terbuka non kelas dan dipersilakan bebas mengatur posisinya, terpenting gadget bisa dijalankan dengan sinyal gratis wifi yang disedikan sekolah.

7. Target tiap pekan peserta bisa berhasil mengikuti/menyerahkan quiz/tugas, baik individu atau pun kelompok.

Ketujuh syarat tersebut ternyata bisa dipatuhi oleh peserta didik dan sebagian besar bisa sukses mengakses ke kelas maya tanpa keluhan berati, ada pun tool media kelas Maya yang kami gunakan sementara ini dan dipandang paling efektif dengan server yang kuat dan penyimpanan tanpa batas di cloud, yakni Edmodo.


Sejauh ini pembelajaran berlangsung lancar apalagi setelah didukung oleh adanya Tablet Samsung A8 dengan berbagai fiturnya yang komplit cukup memudahkan penulis selaku pendamping belajar siswa bisa mengekplorasi berbagai informasi yang dibutuhkan siswa, lewat S-Note kita dapat menuliskan tujuan pembelajaran dan paparan singkat seolah seperti di papan tulis, dengan animasi drawing yang ada di youtube kita bisa membawa siswa ke wawasan yang lebih luas dan memancing mereka ke depan untuk berkreasi, plus melalui apps materi pembelajaran yang telah dibuat oleh rekan-rekan IGI'ers yang tergabung di SAGUSANOV dan SAGUSANDRO, tulisan-tulisan blog guru dan apustaka e-book yang ada di gudang media Seamolec dengan hal demikian itu untuk pembelajaran kelas maya tingkat awal sepertinya sudah lebih dari cukup.


Alhamdulillah melalui pengalaman dan dorongan semangat setelah mengikuti TOT Produktif Berbasis IT melalui Program khusus Ikatan Guru Indonesia yang bekerjasama dengan Kemdikbud dan Samsung, penulis selaku guru di SMPN 5 Majalengka dengan segala keterbatasan yang ada sudah bisa belajar mengimplementasikan kelas maya dengan sarana gadget canggih Samsung dan siap menyongsong progam paperless school. Bila nanti ada kebijakan pemerintah daerah melalui Disdik Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat meluncurkan program Digital School, insyaAlloh kami dan peserta didik kami sudah siap menyambut dan siap berbagi untuk tumbuh serta berkembang bersama. Prinsip kami, pendidikan Indonesia akan berjaya manakala kita membuka diri untuk berkolaborasi sebagaimana moto IGI "sharing and growing together."

"IGI ers harus menjadi yang terdepan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan saat ini momen terbaiknya"


Salam Guru Pembelajar IGI,
Bismillah.

Endar Sudarjat
#GuruTonjong
SMPN 5 Majalengka
Bid Regulasi PP IGI

15 September 2016

Guru Pembelajar: Kumpulan Materi Modul Guru Pembelajar IPS SMP



Pada halaman ini penulis coba ingin berbagi Materi dalam Modul Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar khusus untuk Guru Pembelajar Tatap Muka IPS SMP. Modul dalam serial KK-A s.d KK J ini dirancang oleh Tim Widya Iswara PPPPTKN PKn IPS.
Silakan

1. Modul GP IPS KK-A  unduh
2. Modul GP IPS KK-B  unduh
3. Modul GP IPS KK-C  unduh
4. Modul GP IPS KK-D unduh
5. Modul GP IPS KK-E  unduh
6. Modul GP IPS KK-F unduh
7. Modul GP IPS KK-G unduh
8. Modul GP IPS KK-H unduh
9. Modul GP IPS KK-I  mohon tunggu
10. Modul IGP PS KK-J mohon tunggu

Semoga bermanfaat,
Salam Perjuangan
Bismillah

5 September 2016

Mengenal Fitur Pada Moda Daring Guru Pembelajar Kemdikbud 2016




Fitur-fitur yang ada pada pelatihan moda daring Guru Pembelajar pada portal gurupembelajar.id sudah seharusnya dikenali bapak ibu GP Moda Daring mau pun Kombinasi sebalumnya sesuai dengan yang telah dijabarkan dalam Buku Panduan Peserta GP. Guna membantu sekilas gambarannya sebagai berikut:

Portal GP Menggunakan LMS

LMS (Learning Manajemen Sistem) guru pembelajar moda daring merupakan sistem yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran bagi peserta guru pembelajar moda daring (dalam jaringan). Dalam LMS (Learning Manajemen Sistem) guru pembelajar moda daring terdapat beberapa ikon fitur yang harus diketahui oleh peserta pelatihan Guru Pembelajar Moda Daring.

Fitur LMS Guru Pembelajar yang Harus Diketahui Peserta Guru Pembelajar Moda Daring:

1. Lesson
Lesson merupakan suatu fasilitas yang digunakan untuk menyampaikan konten dan atau variasi kegiatan pembelajaran pada Guru Pembelajar Moda Daring. Lesson pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring ini diberi nama “Kegiatan” dilanjutkan dengan nomor dari sesi dan urutan Kegiatannya (contoh: “Kegiatan 1.2” Artinya Sesi 1 Lesson ke-2 ).
Lesson merupakan suatu fasilitas yang digunakan untuk menyampaikan konten dan atau variasi kegiatan pembelajaran pada Guru Pembelajar Moda Daring. Lesson pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring ini diberi nama “Kegiatan” dilanjutkan dengan nomor dari sesi dan urutan Kegiatannya (contoh: “Kegiatan 1.2” Artinya Sesi 1 Lesson ke-2 ).
Dalam Lesson berisi tentang materi pembelajaran yang terdiri dari teks dan gambar. Lesson juga bisa berisi quiz atau pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta pada topik pembelajaran tertentu.

2. Page
Page merupakan fasilitas yang terdapat pada Guru Pembelajar Moda Daring yang isinya ini berupa laman web yang dapat menyajikan teks, gambar, suara, video, atau tautan web. Pada GP Daring, Page digunakan untuk menampilkan petunjuk atau pengantar pada setiap sesi. Pengantar sesi berisi aktivitas dan alur kegiatan sesi yang akan dilakukan peserta selama sesi tersebut.Page merupakan fasilitas yang terdapat pada Guru Pembelajar Moda Daring yang isinya ini berupa laman web yang dapat menyajikan teks, gambar, suara, video, atau tautan web.
Pada GP Daring, Page digunakan untuk menampilkan petunjuk atau pengantar pada setiap sesi. Pengantar sesi berisi aktivitas dan alur kegiatan sesi yang akan dilakukan peserta selama sesi tersebut.

3. Book
Book merupakan suatu fasilitas yang terdapat pada Guru Pembelajar Moda Daring yang isinya berupa kegiatan melakukan penelaahan Bahan Bacaan atau instruksi. Book pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring diberi nama “Bahan Bacaan atau Instruksi”Book merupakan suatu fasilitas yang terdapat pada Guru Pembelajar Moda Daring yang isinya berupa kegiatan melakukan penelaahan Bahan Bacaan atau instruksi. Book pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring diberi nama “Bahan Bacaan atau Instruksi”
Dalam Bahan Bacaan berisi tentang materi pembelajaran yang terdiri dari teks dan gambar. Sedangkan pada instruksi berisi petunjuk untuk melaksanakan kegiatan.

4. Blog
Pada setiap sesi peserta Guru Pembelajar Moda Daring diharuskan untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilaluinya melalui blog. Pengampu dan mentor dapat melihat blog peserta untuk mengetahui pemikiran, refleksi, dan pengalaman peserta pada sesi tersebut.
Pada setiap sesi peserta Guru Pembelajar Moda Daring diharuskan untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilaluinya melalui blog. Pengampu dan mentor dapat melihat blog peserta untuk mengetahui pemikiran, refleksi, dan pengalaman peserta pada sesi tersebut.

5. Forum
Forum merupakan aktivitas inti dalam sebuah sesi. Forum disediakan untuk melakukan diskusi antar peserta bahkan dengan mentor dan pengampu sebagafasilitatornya. Di dalam Forum peserta dapat menjawab pertanyaan, mengungkapkan pendapat, dan berbagi pengalaman dengan peserta lain sehingga terbentuk sebuah pemahaman (konstruktivisme).
Forum merupakan aktivitas inti dalam sebuah sesi. Forum disediakan untuk melakukan diskusi antar peserta bahkan dengan mentor dan pengampu sebagafasilitatornya. Di dalam Forum peserta dapat menjawab pertanyaan, mengungkapkan pendapat, dan berbagi pengalaman dengan peserta lain sehingga terbentuk sebuah pemahaman (konstruktivisme).
Dalam kegiatan Guru Pembelajar Daring ini terdapat dua macam forum yang dapat digunakan yaitu:
a. Forum Umum, digunakan untuk melakukan diskusi mengenai teknis dan akademis umum pada kursus yang sedang diambil
b. Forum Sesi, digunakan untuk melakukan diskusi mengenai topik yang diberikan pada setiap sesinya.

6. Chatting
Aktivitas lainnya dalam Guru Pembelajar Moda Daring adalah chatting, chatting berfungsi sebagai ajang komunikasi langsung antara sesama peserta Guru Pembelajar dengan Mentor dan Pengampu.
Aktivitas lainnya dalam Guru Pembelajar Moda Daring adalah chatting, chatting berfungsi sebagai ajang komunikasi langsung antara sesama peserta Guru Pembelajar dengan Mentor dan Pengampu.

7. Web Conference/Vicon
Web Conference/Vikon pada Guru Pembelajar Moda Daring terdapat aktivitas untuk melakukan vicon/Web Conference (webcon). Web Conference digunakan untuk berkomunikasi antara pengampu (fasilitator) dengan kepala sekolah dan kepala sekolah lainnya dalam bentuk audio video melalui fasilitas website.
Web Conference/Vicon pada Guru Pembelajar Moda Daring terdapat aktivitas untuk melakukan vicon /Web Conference (webcon). Web Conference digunakan untuk berkomunikasi antara pengampu (fasilitator) dengan kepala sekolah dan kepala sekolah lainnya dalam bentuk audio video melalui fasilitas website.

8. Messages
Dalam kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring, Messages (pesan) ini merupakan sebuah fasilitas untuk melakukan pengiriman pesan secara pribadi terhadap peserta lain, mentor ataupun pengampu.
Dalam kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring, Messages (pesan) ini merupakan sebuah fasilitas untuk melakukan pengiriman pesan secara pribadi terhadap peserta lain, mentor ataupun pengampu.

9. Quiz
Fitur ini dapat memuat banyak pertanyaan/pernyataan untuk mengukur kemampuan peserta. Pada GP Daring, fitur ini dimanfaatkan sebagai penilaian secara formatif dan sumatif. Quiz ini digunakan pada penilaian sumatif setiap sesi berupa tes sumatif sesi dan sumatif akhir pembelajaran berupa Tes Akhir. Tes Sumatif Sesi dan Tes Akhir dapat dilakukan sejumlah 2 kali tes.
Fitur ini dapat memuat banyak pertanyaan/pernyataan untuk mengukur kemampuan peserta. Pada GP Daring, fitur ini dimanfaatkan sebagai penilaian secara formatif dan sumatif. Quiz ini digunakan pada penilaian sumatif setiap sesi berupa tes sumatif sesi dan sumatif akhir pembelajaran berupa Tes Akhir. Tes Sumatif Sesi dan Tes Akhir dapat dilakukan sejumlah 2 kali tes.

10. Questionnaire
Fitur ini dapat memuat berbagai jenis pertanyaan/pernyataan untuk memperoleh data dari peserta, dan biasanya dimanfaatkan sebagai alat survey. Pada Guru Pembelajar moda Daring, Questionnaire digunakan sebagai alat untuk mengetahui reaksi peserta terhadap pembelajaran dan pelatihan, salah satu contohnya adalah evaluasi pelatihan yang digunakan untuk mengukur kebermanfaatan pembelajaran.Fitur ini dapat memuat berbagai jenis pertanyaan/pernyataan untuk memperoleh data dari peserta, dan biasanya dimanfaatkan sebagai alat survey.
Pada Guru Pembelajar moda Daring, Questionnaire digunakan sebagai alat untuk mengetahui reaksi peserta terhadap pembelajaran dan pelatihan, salah satu contohnya adalah evaluasi pelatihan yang digunakan untuk mengukur kebermanfaatan pembelajaran.

11. E-Portofolio
Pada moda daring, e-portofolio digunakan untuk menyimpan /mengunggah file tagihan peserta untuk dapat diperiksa, dikomentari dan diberi umpan balik. Fitur ini juga digunakan oleh mentor untuk memeriksa kelengkapan dan kualitas tagihan setiap peserta.
Pada moda daring, e-portofolio digunakan untuk menyimpan /mengunggah file tagihan peserta untuk dapat diperiksa, dikomentari dan diberi umpan balik. Fitur ini juga digunakan oleh mentor untuk memeriksa kelengkapan dan kualitas tagihan setiap peserta.

Sekian semoga bermanfaat
Salam Guru Pembelajar,
Bismillah

Power by


3 September 2016

Tips Aktivasi ke Portal Guru Pembelajar GP


Guru Pembelajar Ikatan Guru Indonesia

A. Maksud Guru Pembelajar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan program kegiatan Guru Pembelajar (GP). Program GP merupakan kegitan yang penting bagi pengembangan diri guru. Karena jumlah guru yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, maka dikembangkan sistem GP secara elektronik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang kemudian disebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan). 

B. Tujuan Guru Pembelajar
Dengan penggunaan moda daring ini, diharapkan semua guru peserta dapat secara aktif dalam mengakses sumber belajar, belajar secara individu sesuai kebutuhan, dan dapat saling berbagi pengetahuan/keterampilan dan pengalaman dengan guru lainnya

C. Moda Guru Pembelajar Daring (Dalam Jaringan/Online)
Khusus untuk Guru Pembelajar terbagi dalam klasifikasi Moda daring yang terdiri dari 3 (tiga) model yaitu: 
1. GP Moda Daring Penuh-Model 1; yang hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta. 
2. GP Moda Daring Penuh-Model 2 ; melibatkan pengampu, mentor, dan peserta.
GP moda daring model ini menggabungkan interaksi antara
peserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring.
3. GP Moda Daring Kombinasi, pada moda kombinasi ini peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka.
Untuk GP Kombinasi
*)Interaksi belajar secara Daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, sedangkan
**) interaksi Tatap Muka (TM) dilaksanakan bersamaan dengan peserta GP lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Penetapan KKG dan difasilitasi oleh seorang mentor.

D. Langkah-langkah AKTIVASI ke Portal GURU PEEMBELAJAR Kemdikbud
Saran penulis, sebelum melakukan Aktivasi ke Portal GP ada baiknya baca dulu dengan cermat petunjuk pada Buku Manual Untuk Peserta GP dan siapkan atau ingat-ingat NOMOR UKG 2015 Bapak Ibu selaku Guru Pembelajar.

Langkah 1: Registrasi GP

a. Aktifkan komputer, laptop, atau gadget lainnya bisa di smartphone, tablet, iPhone yang tersambung aktif ke internet. Silakan pilih browser /search enggine apa saja, bisa Chrome, Opera, Mozila, UC Browser,dll. Kemudian ketik: sim.gurupembelajar.id 


b. Pilih dari hasil pencarian (search engine) yang paling atas atau yang kedua terpopuler, seperti gambar berikut:
c. Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan perhatikan ada tulisan Registrasi Akun >>> silakan pilik dengan cara Klik..!
d. Pada layar akan tampak seperti di bawah ini dan silakan isi lengkap pada setiap bagiannya sesuai dengan petunjuk gambar dan tanda panahnya.

c. Untuk bagian ISIAN TANGGAL LAHIR gunakan Kalender yang ada di halaman tersebut seperti contoh pada gambar. 
d. Bila sudah lanjutkan Klik > Saya Bukan Robot.
e. Saat sudah valid Saya bukan Robot akan tampak tanda centan ( V) seperti Gambar di bawah dan Klik Registrasi


e. Bila Registrasi berhasil maka akan muncul konfirmasi berupa Surat yang memuat keabsahan nama Guru Pembelajar/GP, email registrasi GP dengan kareakter 2015xxxxxxxx dan sandi/password langsung dari GTK dalam 6 huruf, silakan SIMPAN atau CETAK dulu seperti gambar di bawah ini.



Langkah 2 : LOGIN GP

a. Selanjutnya, gunakan email GP dan passwodnya untuk melakukan LOGIN, sebagaimana contoh gambar


b. Saat LOGIN berhasil maka akan tampak seperti contoh gambar di bawah ini

c. Selanjutnya Klik kotak BIRU dengan tulisan LENGKAPI SEKARANG, seperti contoh gambar di bawah ini
d. Maka akan muncul tampilan format yang HARUS DIISI sesuai permintaan yakni e-mail dan nomor HP yang bapa ibu guru miliki, yang kesemuanya harus masih aktif dan Klik SIMPAN. Tampilan untuk diisi seperti contoh gambar dibawah ini

Langkah 3: BERANDA GP DARING

a. Saat sudah SIMPAN maka langsung akan muncul BERANDA GP Daring Bapak Ibu yang memuat: Nama, Nomor UKG, Matpel, Jenjang , e-mail saat Login, dan yang paling penting akan tampak Kelompok Modul (KM) Anda dengan status Pakat KK MERAH atau HITAM.  Bila ada status MERAH maka KK itulah yang harus diperbaiki oleh setiap GURU PEMBELAJAR. Sebagai contoh tampilan  BERANDA kurang lebih seperti gambar dibawah ini..

b. Silakan perhatikan di sudut kanan BERANDA ada GARIS 3 MENDATAR bila di Klik akan muncul tool : Agenda Mentoring, Profilku dan Riwayat Pelatihanku.

c. Tampilan pada bagian: Riwayat Pelatihanku

Ada banyak yang bertanya: 
Nilai Tinggi Kok Merah, Nilai Rendah Kok Hitam, Mengapa…?

Misal mengapa skor UKG 79 kok ada merahnya, sedangkan guru yang skornya 68 kok malah hitam semua? 
Itulah pertanyaan yang banyak ditanyakan ketika beberapa hari ini oleh guru-guru yang sudah membuka Raport UKG melalui portal atau website sim.gurupembelajar.id

Berdasar info viral ada yang menganalisa, kurang lebih jawabannya sebagai berikut:
1. Hitam (Memenuhi) atau Merah (Tidak Memenuhi) bukan ditentukan oleh tinggi rendahnya skor UKG, tetapi ditentukan oleh tercapai atau tidaknya angka Kriteria Capaian Minimal (KCM >=55) dari tiap-tiap kelompok kompetensi (KK).
2. Nilai KK adalah rerata dari kompetensi pedagogic dan profesional. Dalam UKG 2015 ada 10 KK yang diujikan yang merupakan turunan dari Standar Kompetensi Guru (SKG).
3. Jadi, memperoleh nilai KK ‘sedikit’ di atas 55 tapi merata pada 10 KK sudah cukup untuk menghitamkan Raport UKG Anda. Demikian sebaliknya, memperoleh nilai KK ‘sangat tinggi’ tetapi hanya beberapa KK dari 10 KK, maka dipastikan akan memerahkan Raport UKG Anda.
4. Yang kita tidak tahu adalah, di mana saja sebaran nomor soal yang merupakan representasi kelompok kompetensi, karena soal di acak tiap-tiap peserta UKG.
5. Apapun hasil UKG Anda, marilah kita tetap terus menjadi Guru Pembelajar.

Demikian sekadar berbagi pengalaman dan semoga ini menjadi petunjuk guna membantu rekan sejawat GP dalam melakukan kegiatan program Guru Pembelajar / GP yang telah dicanangkan oleh pihak Kemdikbud. Semoga bermanfaat.

Salam Pendidikan
Bismillah

Endar Sudarjat