28 April 2012

Ciri Masyarakat Post Industri





Apakah setelah kapitalisme akan muncul sosialisme?

Kapitalisme adalah paham yang memberikan kebebasan bagi anggota masyarakatnya untuk menggunakan modal yang dimilikinya. Hal ini akan memicu terjadinya kepemilikan faktor-faktor ekonomi dan produksi oleh para kapitalis atau pemilik modal. Hal ini juga akan memunculkan terjadinya monopoli oleh para pemilik modal dalam jumlah besar. Konsekwensi sistem kapitalisme, akan melahirkan atau terjadinya ketimpangan sosial dan ekonomi. Dengan jumlah modal besar yang dimiliki, sekaligus hak yang dimiliki oleh para kapitalis untuk menggunakan modalnya tersebut secara bebas, para kapitalis akan berusaha untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, dengan kemungkinan penggunaan modal yang sekecil-kecilnya. Hal ini akan membuat para kapitalis akan memberlakukan dan menggunakan sebuah kebijakan yang hanya menguntungkan bagi dirinya tanpa mempedulikan para pekerja atau karyawan yang berada di bawahnya.

Kebijakan yang dibuat oleh para kapitalis yang dirasa sangat merugikan para kaum buruh, akan membuat para buruh berusaha untuk memberontak dan menuntut kembali haknya. Keadaan ini pada akhirnya akan terakumulasikan pada keadaan dimana para karyawan akan berusaha untuk merombak sistem kapitalisme yang ada menjadi sistem sosialisme, dimana dalam sistem sosialisme ini terjadi pengakuan yang sama terhadap hak kepemilikan faktor-faktor produksi dan ekonomi. Sistem sosialisme akan menutup kemungkinan kepemilikan faktor-faktor produksi dan ekonomi oleh hanya sebagian orang yang memiliki modal. Dalam sistem sosialisme akan membuka kemungkinan semua anggota masyarakat mempunyai kesemapatan yang sama dalam proses perekonomian karena dalam sistem sosialisme, faktor-faktor produksi dan ekonomi diakui sebagai hak milik bersama, tanpa ada yang membedakan.

The Great Depression dan Penyebab Utamanya

The Great Depression adalah gabungan dari dua kata yaitu the great yang artinya besar dan depression yang mempunyai arti tekanan jiwa atau kemuduran dalam dunia perdagangan. Jika dikaji dalam ranah pemikirian Daniel Bell, The Great Depression adalah tekanan jiwa yang secara besar-besaran dialami oleh seluruh masyarakat dunia di era post-industri.

The Great Depression tidak terjadi begitu saja tetapi ada penyebab utama yang menyebabkan fenomena itu terjadi. Perubahan social yang terjadi secara cepat menyebabkan umat manusia kalang kabut dalam menghadapinya, seperti halnya kegiatan ekonomi yang pada era industri menjual barang, akan tetapi pada era post-industri yang diperjual belikan bukan barang lagi melainkan jasa.

Selain pada sector ekonomi, perubahan juga terjadi pada sector kepemilikan penguasaan yaitu pada era pra-industri yang memegang kuasa adalah pemilik tanah dan militer sedangkan era industri yang memiliki kuasa adalah para pengusaha dan pada era pos-industri yang memiliki kuasa adalah yang mempunyai profesionalitas dan pengetahuan jadi dalam era ini universitas dan lembaga-lembaga pendidikan benar-benar memegang peran yang sangat penting.

Dan menurut Daniel Bell, ada enam hal yang harus wajib dihadapi oleh masyarakat masa depan di era post-industri :
  • Metode pembiayaan yang tinggi 
  • Evalusi riset, yang hasilnya dapat dipakai untuk alokasi masa depan sumber-sumber penelitian yang langka 
  • Penentuan proses kondisi dan setting untuk penciptaan kreativitas dan produktivitas 
  • Proses penemuan-penemuan teknologis yang dibuat dalam laboratorium bisa ditransfer sehingga lebih siap untuk diproduksi 
  • Analisa arah dan kecepatan perkembangan pengetahuan dan tata cara penyesuaian guru-guru terhadap perkembangan terakhir 
  • Masalah monitoring perubahan sosial 
Patologi Sosial

Patologi Sosial adalah semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidariatas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal. Patologi Sosial juga dapat di artikan sebagai suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan, dapat membahayakan kehidupan kelompok, atau yang sangat merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota anggotanya, akibatnya pengikatan sosial terputus atau patah sama sekali. Problem sosial berubah menjadi Patologi sosial, bila timbul ketidak serasian dalam struktur sosial. 

Struktur masyarakat mengakibatkan tekanan yang kuat bagi seseorang, sehingga melibatkan dirinya kedalam tingkah laku yang bertentangan dengan peraturan.Patologi terjadi disebabkan oleh faktor-faktor sosial. Semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidariatas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.

Struktur sosial adalah jaringan abstrak yang mengatur hubungan orang dengan orang lain dlm kehidupan masyarakat pada suatu sistem sosial tertentu. Jika struktur sosial mampu membatasi perilaku menyimpang masyarakat maka patologi sosial setidaknya mampu untuk dikurangi. Namun masyarakat juga harus mau bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang terdapat dalam struktur sosial.

Manakah yang lebih berpengaruh: ’Struktur Sosial’ atau ’Proses Sosial’?

Bell (1983) menyatakan bahwa munculnya jenis masyarakat yang baru sering menimbulkan masalah distribusi kekayaan, kekuasaan dan status. Sesuai dengan sistem dan stratifikasi dan kekuasaan masyarakat post industri dapat d bandingkan dengan tipe masyarakat awal pra industri dan industri. Sistem stratifikasi dan kekuasaan berdasar atas sumber alokasi sumber-sumber yang langka. Sumber utama masyarakat praindustri adalah tanah dan masyarakat industri adalah mesin, sedangkat masyarakat post industri adalah ilmu pengetahuan. 

Dalam masyarakat pra industri adalah pemilik tanah (yang melindungi tanah itu) dan kekuasaan mereka berdasarkan kekuatan. Sedangkan dalam masyarakat industri yang berkuasa adalah kaum pemodal /kapital yang kekuasaannya berdasarkan pengaruh tak langsung dari politik. Selanjutnya masyarakat post industri dimana kekuasaan mereka berada di tangan universitas dan lembga-lembaga, sedang figur sentral dominannya ialah kaum ilmuan dan peneli, sarana kekuasaan yang digunakannya ialah keseimbangan antara tenaga-tenaga rasional (yang di sediakan oleh para ilmuan) dan kekuatan-kekuatan politik yang di perhitungkan (yang dijalankan oleh elit kuasa) dan dalam hal ini politik bukan salah satu sistem rasional

Dengan demikian, masyarakat post industri politik semakain berperan dan politik tidak hanya sebagai suatu sistem rasional dalam pengertian yang sama dengan yang terdapt dalam teknologi dan ilmu.

referensi: