15 Maret 2014

Mengenal Konsep Sekolah Tanpa Kertas (PAPERLESS SCHOOL) Sebagaimana Usulan Prof. BJ. Habibie

Bagaimana pun konsep paperless school (sekolah tanpa kerta) yang pernah dilontarkan BJ Habibie pada waktu yang lalu pada pertemuan Konvensi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), patut kita apresiasi dan acungkan jempol. Utamanya untuk merangsang kalangan pendidik di tanah air yang konon kedodoran agar bersegera meninggalkan gaya lama dengan tidak mau bergaul lebih lanjut dalam dinamika era digital, sehingga bangsa ini akhirnya tenggelam dalam kegelapan teknologi akibat gaptek, seperti disinyalir banyak pihak atas ketermelekan ICT guru di tanah akhir-akhir ini kurang meyakinkan. Selanjutnya, apakah kita sudah paham akan paperless school dari apa yang diwacanakan BJ.habibie? Mari coba kita buka "misteri pendidikan era digital ini bersama-sama.

Mantan Presiden Republik Indonesia ketiga ini menawarkan wacana untuk mengembangkan sekolah terpadu tanpa kertas (paperless school), dengan mengandalkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi.

Ilustrasi paperless school

Habibie mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus bersiap mengembangkan sekolah yang tidak menggunakan kertas lagi. Jika ada kesulitan, siswa bisa berselancar di internet mencari jawabannya.

Konsep paperless school ini tentu saja berdampak pada kebutuhan guru yang lebih mengerti teknologi dan hal ini perlu dipersiapkan.

“Tidak ada salahnya kita memiliki ‘pilot project’. Katakanlah dimulai dari Jakarta biar murah, dan sekolah jarak jauh untuk daerah yang dibiayai anggaran pemerintah pusat dan daerah. Dan juga harus dibantu perusahaan Teknologi Informasi dan suatu tender internasional,” kata Habibie.

Dalam tulisan www.educationworld.com, telah dibahas sebuah Isu Jejaring Sekolah dengan Center Computer dan pemanfaatan Sumber Daya Internet yang mengusung pembelajaran melalui - Paperless School- untuk membantu guru dan pembelajar (siswa) mengurangi penggunaan kertas serta sekaligus mendukung tercipatanya konsep sekolah green (ramah lingkungan). Dalam sebuah tulisan singkat di educationworld.  com dirilis tentang model pendidikan masa depan ini. 
The Paperless School of the Future Is Here Now! 
School Issues Center Computer Networks and Internet resources are helping teachers cut down on paper use. Teachers can keep grades and attendance online and use texts that are available at no cost. How are these experiments going? Is the "paperless classroom" just around the corner? Included: Education World writer Ryan Francis's look at three classrooms that are trying to go paperless! 
In a classroom in rural Kentucky, students can no longer use the excuse "My dog ate my homework." And that annoying churning of the pencil sharpener no longer interrupts the teacher's lesson. At Eminence Middle School -- the home of The Paperless Classroom --teacher Stephanie Sorrell has accomplished the seemingly impossible task of transforming her seventh- and eighth-grade classrooms into a paperless society! Her feat is an example of a movement toward paperless classes -- and, perhaps someday, paperless schools. 
Sorrell's classes have served as guinea pigs. Those classes were tapped to introduce technology that could vastly improve student achievement, she said. Each of her students now has a personal digital assistant (PDA) that enables him or her to receive tests and homework via an infrared beam from Sorrell's PDA. Instead of standing in front of a copying machine for hours, she types tests and homework assignments into her computer at home and transfers them to the PDAs at school.
Guru dapat menjaga nilai dan kehadirannya secara online dan menggunakan teks yang tersedia tanpa biaya . Bagaimana pembelajaran tanpa kertas ini akan terus berjalan? (Jawabannya) adalah " kelas paperless " hanya untuk kelas pada posisi tertentu (sudut) ? Termasuk : lihat penulis Pendidikan Dunia Ryan Francis di tiga ruang kelas yang mencoba untuk melakukan pembelajaran tanpa kertas !

Dalam sebuah kelas (percobaan) di pedesaan Kentucky , siswa tidak bisa lagi menggunakan alasan " Anjing saya telah makan (mengganggu) PR saya . " Dan aktifitas dari rautan pensil siswa tidak lagi akan mengganggu pembelajaran yang dibawakan guru . Pada Eminnce Middle School diujicoba paperless class, guru Stephanie Sorrell telah menyelesaikan tugas yang tadinya tampaknya mustahil bisa mengubah dirinya pada kelas tujuh dan kelas delapan menjadi masyarakat paperless ! Kedepannya (model kelas demikian) bisa menjadi contoh dari gerakan  kelas tanpa kertas (paperless) dan mungkin suatu hari nanti akan menjadi sekolah tanpa kertas ( paperless school).

Kelas Sorrell ini telah didaulat sebagai proyek percobaan . Kelas dipantau untuk memperkenalkan teknologi dan sangat bisa meningkatkan prestasi siswa," katanya . Setiap murid-muridnya sekarang telah memiliki personal digital assistant (PDA) yang memungkinkan mereka untuk menerima tes dan sekaligus melakukan pekerjaan rumah melalui jaringan sinar inframerah dari Sorrell PDA . Alih-alih bisa menghemat tenaga daripada berdiri di depan mesin fotokopi selama berjam-jam untuk mempersiapkan tes, maka guru Sorrel dapat memberikan  jenis tes dan pekerjaan rumah dari komputer di rumahnya dengan cara mentransfer data guru (mereka) ke PDA yang anak gunakan di sekolah.

Jadi, nampaknya jauh sebelum wacana Habibie ini diungkap oleh media, sebuah sekolah berbasis teknologi di pedesaan pun telah dapat melakukannya. 

Hal lain yang menarik adalah dengan apa yang mulai diterapkan pada SD berbasis alam dan teknologi dari Sumedang, Jawa Barat, sekolah ini sudah menginisiasinya sejak tahun 2012.
Sekolah Al Hidayah Int. Sumedang Jabar

Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar-nya (KBM) sehari-hari, sekolah yang juga telah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang Sekolah Digital (September 2013) ini fokus pada pembelajaran dengan sistem digital.

Sekolah yang akrab disebut IGS ini pun tidak lagi mengharuskan siswanya membeli buku pelajaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Maka dari itu, tentu saja biaya operasional pendidikan pun diklaim lebih efisien.

Semua perangkat digital disediakan oleh siswa atau orangtua. Bahkan siswa pun wajib mempunyai gadget baik itu netbook, notebook, tablet, atau smart phone. Mereka juga harus memiliki modem untuk fasilitas ketersediaan jaringan internet.

Siswa SD IGS berpose dengan Kepala Sekolah
(berkemeja putih)
Walau sebenarnya memang konsep paperless school di IGS ini belum sepenuhnya diterapkan, karena siswa SD masih harus dilatih dalam hal keterampilan menulis, namun sebagai upaya awal sudah dimulai

Semoga konsep sekolah green yang paperless ini, turut menginspirasi lembaga pendidikan kita semua. Apalagi di era sekarang dalam sistem pendidikan global yang juga tengah memasuki sebuah era penyimpanan dan sharing informasi digital dengan konsep “Cloud Based Learning” (Pembelajaran Berbasis Teknologi Komputasi Awan).

Selamat datang era sekolah ramah lingkungan paperless school di Indonesia !

Share info dari: EDUQO.com dan education world