18 Maret 2014

"JOGOL" Ala PEMILU CALEG 2014..?


Masa kapanye Pemilu kali ini rasanya cuma jadi ajang saling serang kesalahan lawan politik dan itu ketara sangat terencana bak dagelan, ini malah mempertegas keyakinan bahwa pemilu kali ini hanya milik kaum elite belaka. Politik elite yang tetap tampil pragmatisme, mempertegas adanya politik kartel dan politik transaksional, sebagai sebuah budaya politik yang hanya memperalat rakyat (inlander) untuk mau memberikan suaranya. 

Kecenderungan ke orientasi sistem ketatanegaraan yang hanya mengarah pada "heavy parliamentary system", terlalu jumawa. Simpuls-simpuls politik kartel menuju Senayan terbaca jelas dengan menggunakan media masa utamanya media elektronik yang terkesan condong dan tidak berlaku netral lagi. 

Berharap Pemilu damai malah media terus "ngompori", hati-hati saja selepas tanggal 9 April 2014 akan masuk ke fase yang lebih panas. Khawatirnya malah terbuka lebar untuk adanya "Kudeta Konstitusional Pemilu 2014" akibat dari kekeliruan MK disaat yang lalu. Semoga rakyat sipil dan para politikus sadar akan adanya peluang tersebut. 

Pemilu damai harga mati, politikus jangan pada pongah untuk sengaja melakukan pelanggaran kampanye. Rakyat menyaksikan dengan seksama, apa dan siapa yang layak mereka pilih. Taati aturan main dan saat ini rakyat tengah menilai nama-nama anda yang telah tertera di kartu suara.

Salam Pemilu Damai 
Bismillah