12 September 2015

Wujud Semangat Nasionalisme Ir. Soekarno


Nasionalisme ala Soekarno

Sejarah mencatat bagaimana hebatnya rasa nasionalisme Ir.Soekarno (Bung Karno) dan kesiapan untuk prihatin sambil menunggu saat yang tepat untuk berkembang dengan menolak berbagai modal asing, pengusaha asing, dan tenaga-tenaga ahli asing, “Biarlah kekayaan alam Indonesia tersimpan dan terkubur di dalam perut Bumi Indonesia. Biarlah tersimpan di sana sampai suatu saat nanti para pemuda kita banyak yang menjadi ahli pertambangan sehingga mampu menambang sendiri dan mengolah sendiri.”

Hal yang sangat mencengangkan adalah ketika Soekarno menerima rombongan pengusaha asing dari berbagai negara yang berminat untuk mengelola pertambangan di Indonesia.

Soekarno menegaskan dirinya memang tertarik untuk mengembangkan pertambangan di Indonesia, tetapi meminta waktu, “Kalian boleh menambang di Indonesia, tetapi bukan saat ini. Sebaiknya, kalian pulang. Silakan kalian datang lagi nanti setelah presidennya bukan aku. Pada saat itu pemuda-pemuda kami sudah banyak yang ahli dalam pertambangan.”

Terdapat banyak kalimat-kalimat atau ajaran-ajaran Soekarno yang mengandung rasa nasionalisme yang tinggi. Dari beberapa sikap dan ketegasan Bung Karno, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Soekarno sangat tidak menyandarkan diri pada pengusaha asing, modal asing, tenaga ahli asing, investor asing, bahkan sumbangan dari pihak asing kapitalis. Bung Karno menginginkan Indonesia mendidik putera-puteri Indonesia untuk menjadi pandai sehingga mampu mengelola berbagai sumber kekayaan Indonesia untuk kemakmuran bersama dalam rangka pengabdian pada nusa dan bangsa. Memang ada harga mahal yang harus dibayar untuk tetap hidup mandiri dan Berdikari, yaitu percepatan menuju kemakmuran bangsa akan berjalan tidak terlalu cepat karena menunggu para pemuda yang dikirim ke berbagai negara untuk menuntut ilmu agar dapat membangun bangsa dengan tenaganya sendiri, semangatnya sendiri, pikirannya sendiri, serta keyakinannya sendiri. Soekarno tahu hal itu dan yakin bahwa rakyat berada bersamanya. Itulah nasionalisme.

Semangat Nasionalisme Wujud dalam Pribadi Soekarno

Semua orang masih mengingat bagaimana Soekarno menolak bantuan-bantuan kapitalis dengan kata-kata, “Go to Hell with Your Aids.”

Pergi ke Neraka dengan Semua Bantuan-bantuan Kalian.

Perhatikan pula kalimat kerasnya,“Amerika kita seterika, Inggris kita linggis.”

Hal itu menunjukkan bahwa Soekarno sama sekali tidak ingin dipengaruhi ataupun berada di bawah kekuasaan negeri-negeri kapitalis. Ia ingin Indonesia bebas mandiri, Berdikari, dan berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri. Artinya, ia tidak peduli apakah investor atau pengusaha asing mau masuk atau tidak. Ia hanya peduli, baik jika investor atau pengusaha asing masuk atau tidak, yang untung harus Indonesia. Itulah semangat nasionalisme.