27 Februari 2018

Indonesia Saat Ini, Tirani atau Demokrasi



Negeriku Indonesia dalam pilihan pahit menjadi negeri Tirani atau tetap ber-Demokrasi?

Tulisan ini wujud kekhawatiran saya selalu pendidik bidang mapel Pancasila dan Kewarganegaraan. Khawatir di negeriku terjadi sesuatu yang tidak diharapkan sampai mengerucut pada pertumpahan darah akibat terjadi kegagalan yang fatal atas pemahaman akan pentingnya keteraturan dalam bernegara sebagaimana tatanan nilai yang secara dejure berdasar Ideologi Negara dan Dasar Negara Pancasila, Indonesia Merdeka dengan Tujuan Berdirinya Negara Indonesia dengan begitu gamblang bisa dibaca dalam Konstitusi UUD 1945 terutama pada Alinea ke 3 dan 4 Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Apakah elite bangsa ini tak pernah baca lagi Pancasila dan Pembukaan UUD 1945?

Belakangan terukur dalam praktek di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita literasi kaum elit bangsa sangat rendah. Baru pada tahapan memahami mana hukum dasar dan dasar hukum serta posisi hukum positif yang mana yang harus jadi induk rujukan untuk dapat dipraktekkan dalam kehidupan bernegara agar bangsa ini, bersatu, berdaulat, adil dan makmur saja sudah gagal paham.

Kegagalpahaman sama hukum dasar bisa memberi efek dahsyat, tujuan negara, tujuan penegakkan hukum, tujuan pendidikan nasional, tujuan berdemokrasi lewat adanya pemilu yang pesertanya dari partai politik,dll., pada akhirnya jadi carut marut.

Sepertinya di negeri ini sudah tak mengenal lagi aturan main (rule of low). Rule of law adalah prinsip hukum yang menyatakan bahwa hukum harus memerintah sebuah negara dan bukan keputusan pejabat-pejabat secara individual.

Negeri Ini Bocor:



Jadilah bangsa ini bangsa besar yang menghargai jasa para pahlawannya yang telah mewariskan aturan sedemikian rupa dan amat berharga. Buat kelompok kepentingan oportunis dan pragmatis, bacalah kembali apa yang menjadi kesepakatan kita hidup merdeka di negeri yang bernama Indonesia ini. Jangan paksa kami jadi pecundang kepentingan asing dan aseng yang tak akan mengerti apa yang bersemayam di jiwa raga kami, bangsa Indonesia.
Baca: Proxy War di Indonesia

Niat karena Allah mari pertahankan negeri ini dari keserakahan, kedzaliman, para pemuja jabatan dan ahlul kebodohan.


Bismillah

Aktivis Pendidik Pancasila dan Kewarganegaraan
Guru Tonjong
27022019