1 Mei 2012

Silaturakhmi Dakwah TNI, POLRI dan Masyarakat

Bagian 2
(Tadzabur Alam Rombongan Jamaah dari Plores dengan Amir Tuan Guru Ustd. Anwar 
di daerah Kuningan Jawa Barat)

Bagian pertama dimuka telah dipublikasikan,dengan muatan isi pesan Tausyiah dari Ka Divisi Humas Mabes Polri Irjenpol Drs Anton Bahrul Alam, yang initinya betapa pentingnya Muslim menjaga shalatnya secara berjamaah, di awal waktu di mesjid atau mushalla.

Nah pada Bagian Ke-dua ini, penulis akan melaporkan secara singkat Tausyiah dari wakil dari ketiga Angkatan dalam yubuh TNI, yaitu AD, AL dan AU. Berikut adalah ringkasan Tausyiah dari wakil masing-masing Angkatan.

I. Jend. Jusuf dari Angkatan Darat

Setelah mengucapkan puji dan syukur kepada Allah atas segala nikmatnya, dan menyampaikan salam dan slawat kepada Nabi Muhmmad SAW beserta kelurag dan sahabat-sahabatnya. Pak Jusuy lebih banyak bercerita tentang pengalaman beliau mengikuti kegiatan Jamaah Tabligh, yaitu Khuruj Fii Sabilillah atau keluar (dari) rumah di jalan Allah, untuk berdakwah dan bertabligh.

“Ustadz) Jusuf mendukung apa yang disampikan oleh Irjenpol Anton Bahrul Alam yang telah melakuka ntuaziah sebelumnya, yaitu pentingnya menjaha shalat di mesjid secara berjamaah di awal waktu. Malah beliu menambahkan alasan lain mengapa dia selalu shalat di mesjid karena dia takut rumahnya dibakar.

Namun sesungguhnya maksud Nabi bukan mau membakar rumah orang-orang Islam yang tidak shalat berjamaah di mesjid, tetapi saking sayangnya Rasulullah kepada umatnya akn siksaan Allah bagi mereka yang tidak shalat di mesjid. Lengkapnya terjemhan hadist Nabi tersebut adalah: ” “Demi Allah , Sungguh aku telah berniat akan menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku menyuruh mendirikanshalat, lalu dikumandangkan Adzannya. Setelah itu aku menyuruh seseorang untuk mengimami jama’ah. Sementara itu aku menyelinap menuju orang-orang yang tidaksuka pergi shalat berjamaah, kemudian aku bakar rumah beserta mereka didalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pak Jusuf yang menjabat suatau jabatan cukup penting di SESKOAD itu menyampaikan bahwa dengan jabatannnya dia dapat “memaksa” anak-buahnya (yang Muslim) untuk shalat di mesjid, karena ada garis komando. Jadi saying sekali bila suatu jabatan tidak dimanfaatkan untuk ikut berdakwah.

Pak Jusuf menceritakan bagaimana awal mula keterlibatannnya dalam kegiatan Jamaah Tabligh, yaitu setelah diundang ke Markas Tabligh di Mesjid Anatpani Bandung. Dmelihat betapa luar biasanya para Jamaah Tabligh yang dengan ikhlas mengorbankan harta, waktu dan dirinya untuk berdakwah, mengajak orang kepada kebaikan, tanpa dibayar, malah menggunakan hartnya untuk berdakwah. Pergi ke seluruh dunia dan seluruh pelosok tanah air.

Tidak ada orgmanisasi islam lainnya yang seperti itu. Biasanya ustdaz atau penceramah itu dibayar setelah memberiakn ceramah Agama, Tapi Jamahh Tabligh, bukan mendapat duit tapi menghabiskan duit. Luar buasa, katanya. Merka hanya mengharapkan balasan dan ridho dari Allah, bukan dari manusia.

Beliau sangat mendukung kegiatan Jamaah Tabligh dan menganjurkan agar usaha ini terus digalakkan, dan menyatakan bahwa kegiatan ini adalah suatu pilihan yang tepat baik bagi anggota militer maupun rakyat biasa, karena sangat besar pahalanya. Mendatangi umat dari pintu ke pintu sampai ke kampong-kampung di pelosok negeri, karena para mubaligh terkenal itu tak mau mendatangi mereka.

Pak Jusuf menyatakan, bila seorang prajurit seorang yang berttakwa, maka pasti semangta tempurnya melawan musuh akan jauh lebih besra, dan tidak akan takut mati, karena dia tahu bila dia meninggla di medan pertempuran, dia akan mati syahid, yang nalasannya adalah Surga, tanpa dihisab. Jadi iman dan amal salaeh yang kuta sangat penting dalam tubuh TNI.

II. Tausyiah Jend. Dipo Raharjo dari Angkatan Laut

Tausyiahnya diawali dengan pernyataan, bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semua yang terjadi adalah merupakan kehendak Allah, termasuk pertemuan silaturahim ini.

Pak Dipo menceritakan pengalaman beliau melaksankan Khuruj Fi Sabilillah di daerah yang sangat rawan, yaitu di Selat Philip antara Kepulauan Riau dengan Singapura. Saat itu jamaahnya derjumlah sepuluh orang, empat orang dari Pakistan dan enam orang dari Indonesia.

Mereka memasuki “sarang penyamun”, karena daerha yang ddatangi adalah kampong-kampung para perompak bajak laut, yang sering membunuh taua memotong leher korbannya, para nakhoda yang melewati Selat Philips tersebut. Belum lagi dari susahnya mencapai kampong-kampung yang termasuk Provinsi Riau Kepulauan itu yang harus dicapai dengan speedboat kecil padahal ombaknya besar. Belum tibda di kampong tujuan saja sudah mempertaruhkan nyawa.

Begitu sampai di kampung para perompak yang meyeramkan itu, dimana mesjidnya tidak pernah dipakai untuk shalat lagi, dimana banyak kalong bersatang di mesjid, tentu saja senagaimana manusia, ada juga rasa ngeri yang menghinggapi para jamaah. Tapi karena mereka yakin, Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama Allah, dan nyawa kita ada di “tangan” Allah, mereka tidak mundur.


Ada beberapa “senjata” yang mereka gunakan, yaitu antara lain, jangan menganggap diri kita lebih baik dari orang yang paling jahat, sebagiman sifat Rasulullah. Lalu dalam berdakwah, bawa “Enam Sifat” para sahabat,yaitu: 

1. Para sahabat sangat yakin dengan kalimat Toyyibah, La ilaha ilallah, tiada tuhan selain Allah. 
2. Shalat khusuk wal khuduk. 
3. Ilmu ma’a dzikir. 
4. Ikromul Muslimin (memuliakan sesama Muslimin). 
5. Ikhlasuniah (Ikhlas karena Allah). 
6. Dakwah wa tabligh, khuruj fi sabilillah.

Dengan membawa sifat-sifat tersebut, para perompak yang semula mau membunuh para jamaah, malah berbalik arah, mau menjadi orang yang taat kepada Allah. Namun masih banyak kampong-kampung di daerah tersebut yang sumber kehidupan mereka memang dari merompak kapal-kapal yang lewat.

Beliau “memantang” para Jamaah Tabligh untuk berdakwah di daerah itu. Suatau undangan yang Cuma disambut dengan tertawa oleh sebagian jamaah, yang mungkin merasa ngeri menghadapi situasai seperti itu. Tapi yang jelas, para jamaah itu selamat lembali ke Jakarta, Padahal mereka sempat bertemu dengan “dedengkot” para perompak itu, yang akhirnya mau juga diajak shalat di mesjid yang banyak kalongnya itu.

Di akhir Tausyiahnya, pak Dipo menekankan pentingnya istiqomah (konsisten) dan keikhlasan dalam usaha dakwah ini. Kalau tidak, akan percuma saja dan rugi, sambil megutip sebuah hadist Nabi Muhmmad SAW tentang pentingnya ikhlas dalam beramal sebagaimana di bawah ini:.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di Hari Kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah, maka dia didatangkan, dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, lalu ia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya: Apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini?. Orang itu menjawab: Aku berperang di jalan-Mu sampai mati syahid, maka Allah berkata: Kamu berdusta, kamu berperang agar kamu disebut syuhada, dan yang sedemikian itu telah kamu dapatkan. Maka diperintahkan supaya dia diseret di atas mukanya sampai dilemparkan ke api neraka.

Lalu seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan menghapal al-Qur’an, lalu dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya di dunia, maka diapun mengenalinya. Maka dikatakan kepadanya: Apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini?. Maka dia menjawab: Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan membaca al-Qur’an untuk-Mu. Maka Allah berkata: Kamu berdusta, kamu belajar dengan tujuan agar engkau disebut ulama, dan engkau membaca dan menghapal Al-Qur’an supaya disebut engkau seorang qori, dan semua itu sudah mendapatkannya. Lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka,

Kemudian seseorang yang Allah berikan kepadanya keluasan rizki dan diberikan kepadanya segala macam harta, lalu dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya dan dia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat ini?, Maka dia menjawab: Tidak ada suatu jalan yang Engkau suka harta yang telah Engkau berikan agar dibelanjakan harta itu di jalan Allah. Maka Allah berkata: Kamu berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar disebut dermawan dan itu telah kamu dapatkan, Lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka. (HR.Muslim)


III. Tausyiah Kol. Sucipto dari Angkatan Udara

Pak Sucipto ini baru saja dilantik sebagai Ketua Dewan Kehormatan Mesjid di Seluruh Indonesia, sehingga beliau agak terlambat datang. Beliau memulai Tausyiahnya dengan menyampaikan Surat Ali Imran 104 dan Ali Imran 110. Mafhun Quran tersebut;

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS.Ali Imran; 104)

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, dan kamu beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentu itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." (QS. Ali Imran : 110)

Dari kedua ayat itu kita dapat melihat betapa pentingnya kita menyeru kepada yang makruf (baik) dan mencegah yang munkar, dengan kata lain betapa pentingnya berdakwah. Pak Sucipto juga menyampaikan bahwa di dalam Al Quran, bahwa kebahagiaan hudup di dunia dan di Akhirta kelak tidak dapat dicapai dengan kekusaan, pangkat dan jabatan, ataua kekayaan. Tetapi dengan cara mengamalkan agama secara sempurnya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullh SAW.

Orang tidak ada yang menetnag bila kita hanya beribadah, tetapi banyak yang menentang, memusuhi, membenci, dan lain sebagainya bila kita mulai berdakwah, sebgaiaman yang pernah dialami oleh Rasulullh SAW. Mengajak orang untuk taat kepada Allah, antara lain mengajak orang untuk memakmurkan mesjd. Banyak orang yang tak mau shalat di mesjid karena tidak tahu betapa besarnya nilai ibadah di mesjid.

Banyak orang yang tidak mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW, karena tidak sadar betapa luar biasanya ganjaran sunnah itu dihadapan Allah SWT. Sebagai contoh, pak Sucipto menyampaikan sebuah hadist Rasulullah SAW yang artinya: “Barangsiapa mencintai sunnahku berarti cinta padaku, dan barangsiapa mencintaiku maka kelak bersamaku di dalam surga”. Dalam hadist lain Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berpegang pada sunnah-sunnahku di saat rusak/fasadnya umat, maka dia akan medapat pahala 100 orang mati syahid.


Beliau juga menjelaskan apa-apa yang “pantang” atau tidak boleh dibicarakan dalam saat kita berdakwah, yaitu: 
1. Tidak boleh bicara politik praktis baik di dalam maupun luar negeri
2. Tidak boleh bicara perbedaan cara ibadah (khlifiah)
3. Tidak boleh bicara tentang aib masyarakat dan aib diri sendiri

Beliau juga menyampaikan betapa pentingnya seorang Muslim menjaga shalatnya, yaitu secara jamaah, di awal waktu dan dilaksankan di mesjid atau mushallah sepanjang hidupnya. Disebutkan dala hadits “Barangsiapa menjaga shalatnya, maka Allah Swt. akan memuliakannya dengan lima perkara: 1. Allah Swt. akan mengangkat kesempitan hidup darinya.2. Menyelamatkannya dari azab kubur. 3. Allah memberinya catatan dmal dari tangan kanan. 4. Dia akan melintasi shirat secepat kilat dan 5. Dia akan masuk surga tanpa hisab.

Sebailkinya, barangsiapa melalaikan shalatnya, maka Allah akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Lima siksaan akan diberikan di dunia, tiga ketika mati, tiga di dalam kubur, dan tiga ketika keluar dari kubur. 

Lima azab yang akan ditimpakan di dunia, yaitu:
  1. Akan dicabut keberkahan umurnya. 
  2. Ciri-ciri kesalehan akan dicabut dari wajahnya. 
  3. Setiap dmalan yang dilakukannya tidak akan diberikan pahala oleh Allah Swt. 
  4. Doanya tidak akan diangkat ke langit. 
  5. Tidak akan mendapat bagian dari doa orang-orang yang saleh. 
Adapun musibah yang akan menimpanya ketika akan mati, yaitu:
  1. Dia akan mati dalam keadaan hina. 
  2. Dia akan mati dalam keadaan lapar. 
  3. Dia akan mati dalam keadaan haus sehingga walaupun diberi air minum sepenuh lautan, tidak akan hilang rasa hausnya. 

Azab yang akan ditimpakan di alam kubur yaitu:

  1. Kubur akan menyempit baginya sehingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan. 
  2. Akan dinyalakan api di dalam kuburnya sehingga dia akan diguling-gulingkan di atasnya siang dan malam. 
  3. Allah Swt. akan memasukkan ular ke dalam kuburnya yang bernama Syuja’ul Aqra, dan ular itu akan menguasainya. Kedua matanya terbuat dari api dan kukunya dari besi. Panjang setiap kukunya adalah sehari perjalanan. Dia akan berkata kepada si mayit, ‘Saya adalah Syuja’ul Aqra” Suaranya bagaikan petir yang menggelegar. Ia berkata lagi, ‘Rabb-ku telah memerintahkanku untuk memukulmu karena rnelalaikan shalat Shubuh sampai terbit matahari, dan memukulmu karena rnelalaikan shalat Zhuhur sampai Ashar, dan memukulmu karena rnelalaikan shalat Ashar sampai matahari tenggelam, dan memukulmu karena rnelalaikan shalat Maghrib sampai masuk waktu Isya, dan shalat Isya sampai masuk waktu Shubuh. Setiap kali ia memukulnya sebanyak satu kali pukulan, maka ia akan terbenam ke burnt sedalam 70 hasta. Dia akan senbantiasa disiksa sampai hari Kiamat. 

Adapun musibah yang menimpanya ketika ia keluar dari kubur dan dibangkitkan pada hari Kiamat adalah:

  1. Hisabnya sangat keras. 
  2. Allah akan marah padanya. 
  3. Masuk ke dalam neraka jahannam. 
Di dalam satu riwayat disebutkan bahwa pada wajahnya tertulis tiga baris tulisan yang berbunyi:
  1. Wahai yang menyia-nyiakan hak Allah. 
  2. Wahai yang dikhususkan dengan kemarahan Allah. 
  3. Sebagaimana kamu telah menyia-nyiakan hak Allah di dunia, maka pada hari ini engkau akan berputus asa dari rahmat Allah. 
Demikian ringkasan tiga Tausyiah yang disampaikan oleh para petinggi TNI itu, yang telah mengikuti kegiatan Jamaah Tabligh dan telah melakukan Khuruj Fi Sabililah, keluar di jalan Allah ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Saat ini sudah banyak sekali anggota Polri dan TNI yang aktif dalam kegiatan dakwah dan tabligh dalam barisan khuruj fii sabilillah Jamaah Tabligh.

(Bersambung..)