3 Maret 2014

Jejaring Dakwah dan Usaha Dakwah Islam di Keluarga


Kunci Pendidikan Ummat ini di keluarga, maka jejaring pertama yang harus mendapatkan penguatan adalah Al Ummu Madrasatul ‘Ula, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dakwah bukan hanya tanggung jawab laki-laki semata, Rasulullah SAW., mengajarkan pada kita bahwa Dakwah Islam senantiasa melibatkan Wanita. Keshalehan wanita bisa menolong setengah (1/2) keimanan laki-laki. Maka target pertama adalah mensucikan diri dan keluarga sebagaimana baginda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, 

“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘Subhanalloh Walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (HR Muslim) 

"KUNCI KEBAHAGIAAN DUNIA AKHIRAT ADA DALAM SUNNAH, DALAM SUNNAH ADA KEJAYAAN, DAN DILUAR SUNNAH TAK ADA KEJAYAAN."

Tujuh Tantangan Dalam Dakwah Islam
1. Didustakan
2. Dikatakan Orang Gila 
3. Dikatakan Tukang Sihir
4. Diboikot
5. Disakiti
6. Diancam
7. Diremehkan

Maksud Usaha Kerja Dakwah khusus di Kalangan Wanita (Masturah) 

1. Alimah ( berilmu )
Menjadi `Alimah, wanita yang berilmu dengan menjaga ta`lim secara istiqamah
Ta`lim adalah perintah Allah swt dan salah satu sunnah Rasulullah SAW
Ta`lim adalah roh agama
Ta`lim adalah salah satu pintu gerbang masuknya agama ke dalam rumah.

2. Zahidah ( sederhana )
Zahidah : hidup sederhana. Hidup sedehana adalah salah satu sunnah cara hidup Rasulullah saw. Dengan hidup sederhana hisab akan mudah dan ringan. Sederhana pakaian, makanan, perumahan, perabotan, penampilan dll.

3. Abidah ( ahli ibadah )
Ahli ibadah, menjaga shalat di awal waktu, dzikir pagi petang, semua pekerjaan rumah selalu diiringi dengan dzikir, istiqamah baca Al-Qur`an, berusaha untuk selalu mengkhatamkannya, serta shalat-shalat sunat, puasa wajib dan puasa sunat serta gemar bersedeqah.

4. Murabbiyah ( pendidik )
Sebagai guru yang mendidik anak – anak secara Islam sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw ; Karena anak adalah amanah dari Allah SWT. 
a. Tarbiyatul adab : jaga ada-adabnya
b. Tarbiyatul jasad : jaga kesucian badan, pakaian dan makanan
c. Tarbiyatul wiladhah : jaga kesucian setelah melahirkan
d. Tarbiyatul Diin : Agama, kenalkan agama sejak anak-anak masih kecil, latih untuk selalu takut hanya kepada Allah swt, tanamkan pada anak Cinta Allah dan RasulNya, cinta saudara, dll.

5. Khaddimah ( berkhidmad )
Selalu berkhidmat (melayani) untuk suami dan anak – anak dalam setiap menunaikan keperluan dan kebutuhan suami dan anak-anak serta setiap tamu yang datang ke rumah dengan ikhlas karena Allah SWT.

6. Da`iyah ( pendakwah wanita )
Mengajak manusia untuk selalu ta`at kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW dengan menanamkan Iman Yakin kepada kampung akhirat, dll.

Note:

Pentingnya wanita ikut usaha kerja dawah karena sebab berikut :

1. Dakwah Rasul pun langsung kepada istrinya

2. Agama Islam tersebar di zaman khulafurrasyidin, dua (2) orang khalifah masuk Islam dengan asbab (sebab) wanita, yaitu : Umar Bin Khattab r.a asbabnya adalah adiknya Fathimah binti Khattab r.ha dan Usman Bin Affan r.a asbabnya adalah bibinya Saudah r.ha.

3. Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki, jumlah anak-anak lebih banyak dari wanita, dengan asbab ambil usaha dakwah maka rahmat Islam akan tersebar keseluruh alam.

4. Orang – orang bathil memanfaatkan wanita untuk promosi dunia.

5. Apabila wanita paham akan pentingnya agama maka akan rela berkorban habis-habisan. Seperti Siti Khadijah r.ha dan Sumayyah r.ha.

6. Satu do`a seorang wanita shalehah lebih baik daripada do`a 70 wali, sebaliknya bila ada satu wanita jahat maka daya rusaknyanya lebih rusak daripada 1000 laki-laki jahat.

Mari niatkan kita perbaiki diri kita, keluarga kita dan istiqamah perjuangkan kemulian hidup ini hanya disatu jalan menuju keselamatan yakni dalam Dien Islam. Karena dien Islam berarti suatu sistem Islam untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia baik muslim maupun non-muslim.

Firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an sudah sangat jelas, sebagaimana mafhum beberapa ayat dibawah ini.

[QS.3.83] Maka apakah mereka mencari dien yang lain dari dien Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

[QS.2.208] Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

[QS.2.209] Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[QS.2.256] Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dien (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Semoga Allah Ta'ala memilih keluarga kita untuk diikutsertakan menjadi bagian dalam usaha yang mulia yakni Usaha Dakwah Islam ini. Serta Allah SWT kuatkan dengan usaha kerja mulia ini melalui tertib dakwah Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh keluarga Baginda Rasulullah SAW. dan para sahabat R.hum. yang senantiasa dirahmati Allah, sehingga tercatat dalam sejarah sepanjang zaman. Aamiin Allohumma Aamiin...

Bismillah