Tampilkan postingan dengan label Merdeka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merdeka. Tampilkan semua postingan

7 Februari 2018

Pedih Hati Saat Konstitusi Kita Kena Jebakan Rentenir

Mari kita kembali, dengan tujuan apa negeri ini merdeka..?


Jangan asal bicara konstitusi apalagi berdemokrasi yang konstitusional bila dalam praktek demokrasi kita dengan cara voting. Demokrasi sebagai istilah dalam hukum dasar kita hanya tertulis di pasal 33 ayat 4. Itu pun ditenggarai sebagai pasal pesanan agar warga asing dan yang punya kepentingan dengan asing mengeksploitasi dan mengeruk SDA dan SDM kita dengan harga murah.

Fakta membuktikan setelah amandemen UUD 1945, kesejahteraan bangsa kita hanya diukur oleh masalah ekonomi, lebih parah lagi malah biaya hidup makin tinggi dan condong menggiring warga bangsa ini untuk terlilit utang ke rentenir. Pada akhirnya rakyat beraktivitas bagaikan 'kerja paksa' guna memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya di atas jalan suram akan keberlangsungan kehidupan negaranya.

Sedang dibawa kemana arah tujuan negara kita yang termaktub di Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4, masihkah itu menjadi target sasaran utama pembangunan di negeri ini?

Politik apa pun caranya silakan saja namun bila politikus menggiring bangsa ini agar terus jadi inlander, maka kita semua tak lebih hanya sedang mengisi kemerdekaan ini dengan pola berpikir pecundang.

Rasanya muak melihat tebar janji politisi dan malah tokoh-tokoh yang ingin disebut tokoh nasional namun pada kenyataannya hanya pada para cukong saja sudah meleleh dan takluk, sehingga bersetuju untuk menjadikan anak bangsa ini sebagai 'sapi perahan' para rentenir.

Bacalah kembali tuan-tuan, apa yang sesungguhnya sedang terjadi dan akan terjadi dengan masa depan negeri ini. Akan sukakah hati anda bila negeri ini hancur berkeping justru karena syahwat kekuasan di atas kebodohan wawasan yang anda miliki saat ini!?

Indonesia merdeka bukan karena jasa anda tuan-tuan, sudah jelas atas berkah rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dorongan semangat keinginan luhur para pejuang bangas yang ingin agar negeri ini diisi oleh anak cucunya dalam kondisi merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 

Tolong kembalilah ke jalan yang benar sesuai amanat nilai norma moral dasar negara Pancasila dan hukum dasar UUD 1945 yang diresmikan tanggal 18 Agustus 1945.

Salam kebangsaan..
Merdeka...!
Barakallahu fiikum..

Renungan sore di Teras Gazebo Jaulah

Tulisan Penemubaling
@Endar- 07022018

18 Agustus 2017

Pancasila Harga Mati !


#Merdeka=#Tauhid
PANCASILA tidak berarti bila tidak ada kesatuan pemahaman mulai dari sila ke 1,2,3,4 dan 5. Sangat tidak jelas dan tidak berarti bila tidak paham maksud dari nilai, norma dan moral KETUHANAN YANG MAHA ESA.
Itu kalimat pesan utama (dogma) untuk bertauhid bagi Seluruh Bangsa Indonesia dalam vesi bahasa Indonesia karena tidak semua anak bangsa ini paham kalimah 'Laa Ilaha illallah', yang merupakan kalimah keselamatan untuk ummat bani Adam sejak diciptakanNya.

Teks PANCASILA yang SHAHIH atau benar dan telah SAH sejak awal berdirinya Negara Republik Indonesia ada di Pembukaan UUD 1945 (preambule) alinea keempat, secara lengkap dan berkesinambungan dengan pernyataan kemerdekaan, susunan negara dan tujuan Negara Republik Indonesia, disahkan tangal 18 Agustus 1945 di Sidang PPKI yang diselenggarakan selang 1 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Kosekuensi:
1. Klaim SAYA PANCASILA menjadi omong kosong bila langsung loncat bicara nilai, norma dan moral bangsa ke sila-sila lainnya tanpa mengindahkan atas keyakinan adanya sila ke 1-Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Tidak ada hak hidup dijamin negara bagi golongan yang tak percaya pada adanya Tuhan, adanya agama karena Pancasila sudah final sebagai Ideologi dan Dasar Negara Republik Indonesia.
3. Menjadi pembenaran atas kebodohan bila jargon semangat kebhinekaan dengan cara mereduksi pesan utama Ketuhanan Yang Maha Esa (Tauhid)
4. Perkataan, sikap dan tindakan yang menuduh Anti Pancasila kepada pihak yang meninggikan nilai, norma, moral Sila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan kedzaliman dan penghianagan terhadap Pancasila itu sendiri. Prilaku demikian merupakan bagian dari paham dunia terbalik, dari golongan agnotisisme, atheis dan kelompok yang beranggapan bahwa agama itu candu.
5. Pihak yang tidak menjalankan pesan penting amalan Sila ke-1, tidak bisa menilai pihak lain Anti Pancasila.
6. Sudah kewajiban muslim di Indoneaia sepakat dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.
7. Menghilangkan semangat Tauhid Sila ke-1 menandakan penghianatan terhadap Kemerdekaan Republik Indoneaia 17 Agustus 2017.

Catatan Jum'at, 18 Agustus 2017
"Memperingati sahnya Pancasila dan Konstitusi UUD 1945"
Radea
Warga Negara Indonesia

12 September 2015

Ayo Lanjutkan Perjuangan...MERDEKA..!

Setiap warga negara dan warga dunia sejatinya punya hak dan kewajiban yang sama secara fitrah, baik dalam hal mencari penghidupan, berkeyakinan, berhukum, berekspresi, berpolitik untuk menyuarakan aspirasi , cita-citau atau berkehendak,dll. Semuanya itu tidak dibatasi oleh status sosial, kepangkatan, kekayaan dan juga embel embel lainnya, semuanya sama. Itulah esensi kemerdekaan hidup.
Namun hidup dalam kehidupan ini meminta harus punya sikap tanggap untuk menanggapi berbagai masalah yang dewasa ini terjadi menghinggapi kehidupan kita. Sebagai warga negara yang baik dan dituntut cerdas melek ilmu, melek politik, dan melek sosial punya potensi hampir sama.
Ada mata untuk melihat
Ada mulut untuk berbicara
Ada telinga untuk mendengar
Ada tangan untuk melakukan tindakan yang baik,tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
Ada kaki untuk berpijak dan melangkah..
Sebelum bertindak berpikir dulu, luruskan niat dan bulatkan tekad kuat serta berhitung akan segala resiko dari tindakan..
Gunakan hati untuk meresapi, mencermati, memilah mana baik dan mana yang buruk, satu demi satu dihayati untuk akhirnya memberi keputusan final pada akal guna mengomandoi aksi..
Jangan sampai terjadi hal yang baik ditutupi, dikaburkan dan ditipu oleh sejuta kejahatan.
Maksimalkan ibadah pancaindera kita dengan amal sholeh karena kelak semuanya akan menjadi saksi. Bila tidak digunakan dengan baik maka akan menjadi saksi penguat akan kebinasaan kita.
Salam damai dan niat lurus, guna modal amal..
Bismillah