Tampilkan postingan dengan label pak guru tonjong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pak guru tonjong. Tampilkan semua postingan

3 Mei 2013

Ingat Ujian Nasional ? Ketahuilah Dapurnya Itu BSNP


Sebuah perhelatan akbar dari dunia pendidikan di tanah air ini adalah Ujian Nasional (UN) dan untuk UN-UASBN 2013 pada jenjang pendidikan dasar (SD/MI sederajat) masih berlangsung. Beberapa hari terakhir ini berbagai kalangan menyorot dan menyoal pelaksanaan UN 2013 yang karut marut, berbagai ragam tanggapan bisa kita saksikan di berbagai media massa  nasional, bahkan tokoh-tokoh nasional pun buka suara, ada yang menilai bahwa Ujian Nasional (UN) tahun 2013 ini dikatakan yang 'terburuk' sepajang sejarah berdirinya Republik ini. Sungguh miris. Lantas siapa atau lembaga mana yang dipertanyakan dan menjadi pengendali utama dalam UN ini? Apakah Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (kemdikbud) atau terlibat juga ada lembaga lainnya, sesuai yang diedarkap pada di POS UN 2013 yang ini sepertinya hanya kalangan terbatas yang mengetahuinya, bahwa Petunjuk Operasional Standar UN (POS UN) itu dikeluarkan oleh BSNP.

Apa itu BSNP ?

Terkadang istilah BSNP dan BNSP ini di kalangan para pendidik, guru atau pun para pemerhati pendidikan sering tertukar penyebutannya. Padahal keduanya amat berbeda fungsi dan tugasnya. Adapun persamaannya adalah keduanya berbentuk badan atau lembaga mandiri profesional, dan bertanggung jawab langsung ke Presiden, serta keduanya tentu diperuntukan untuk sama-sama mengemban amanat bertanggung jawab atas kemajuan, kebermutuan pendidikan di Indonesia yang selalu berkordinasi secara intens dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI). Istilah BSNP adalah singkatan dari Badan Standar Nasional Pendidikan, sedangkan BNSP adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merupakan lembaga mandiri, profesional, dan independen yang mengemban misi untuk mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan.

Tugas dan Kewenangan BSNP

BSNP bertugas membantu Menteri Pendidikan Nasional dan memiliki kewenangan untuk:
  1. Mengembangkan Standar Nasional Pendidikan
  2. Menyelenggarakan Ujian Nasional (UN)
  3. Memberikan rekomendasi kepada Pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan
  4. Merumuskan kriteria kelulusan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah
  5. Menilai kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran
Standar yang dikembangkan oleh BSNP berlaku efektif dan mengikat semua satuan pendidikan (lihat BAN-S/M) secara nasional.

BSNP dipimpin oleh seorang ketua dan seorang sekretaris yang dipilih oleh dan dari anggota atas dasar suara terbanyak. Dalam menjalankan tugasnya, BSNP didukung oleh sebuah sekretariat yang secara ex-officio diketuai oleh pejabat Departemen Pedidikan Nasional (Depdiknas) yang ditunjuk oleh Mendikbud. BSNP dapat menunjuk tim-tim ahli yang bersifat adhoc sesuai kebutuhan.

BSNP didukung dan berkoordinasi dengan Kemdikbud dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama, dan dinas yang menangani pendidikan di provinsi/kabupaten/kota.

sumber : BSNP

Ohh apa dan siapa itu BNSP ?


Ditulis oleh Administrator BNSP


Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2004 atas perintah UU Nomor 13 tahun 2003, tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi, utamanya pasal 4 Ayat 1) : Guna terlaksananya tugas sertifikasi kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, BNSP dapat memberikan lisensi kepada lembaga sertifikasi profesi yang memenuhi persyarataan yang ditetapkan untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. Ayat 2) : Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara pemberian lisensi lembaga sertifikasi profesi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1) ditetapkan lebih lanjut oleh BNSP.

BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja.

Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pengembangan paradigma baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas. Berbeda dengan paradigma lama yang berjalan selama ini, sistem penyiapan tenaga kerja dalam format paradigma baru terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya, yaitu : pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven); dan kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training / CBT).

Pengembangan sistem penyiapan tenaga kerja dengan paradigma baru ini dimulai pada awal tahun 2000 yang ditandai dengan ditandatanganinya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan Nasional, Ketua Umum Kadin Indonesia. Didalam SKB tersebut disepakati pembentukan Badan Nasional Pendidikan dan Pelatihan Profesi (BN3P) sebagai wadah untuk pengembangan CBT di Indonesia. Pada awalnya BN3P diusulkan untuk dibentuk berdasarkan keputusan Presiden (Keppres). Tetapi setelah pembahasan mendalam secara lintas – sektoral bersama dengan Sekretariat Negara (Sekneg) pada tahun 2001 akhirnya disepakati untuk diusulkan pembentukannya berdasarkan Undang – Undang.

Mempertimbangkan bahwa pengusulan secara khusus pembentukan BN3P yang kemudian berubah menjadi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) berdasarkan Undang – Undang pada waktu itu diperkirakan membutuhkan waktu yang lama. Maka untuk memudahkan proses dan sekaligus mempersingkat waktu akhirnya disepakati untuk memasukkan pembentukan BNSP kedalam Rancangan Undang – Undang Ketenagakerjaan yang pada tahun 2002 dalam proses pembahasan dengan DPR-RI. Pada tahun 2003, Undang – Undang No. 13 disahkan yang didalamnya secara eksplisit mencantumkan tentang prinsip – prinsip pelatihan tenaga kerja berdasarkan paradigma baru dan menetapkan BNSP sebagai pelaksana sertifikasi kompetensi kerja. 

sumber: BNSP

Heboh UN, May Day, dan Politikus Karbitan Ikut Menyemarakan Hari Kelabu Pendidikan Nasional


Sangat ironi, ditengah pergulatan kegalauan para buruh dalam demo May Day 1 Mei 2013 menuntut perbaikan nasib dan perhatian pemerintah pada tenaga outsourching, kegelisahan para pendidik ,para orang tua siswa dan pemerhati pendidikan oleh sebuah kegagalan perhelatan akbar Ujian Nasional 2013 yang dikelola BSNP dan Kemdikbud. Sepertinya tidak mau kalah perhatian untuk bersaing, para aktifis partai dan politikus karbitan pun bagaikan jamur di musim hujan. Tragis memang, sebuah pertontonan dagelan anak negeri yang semakin kompleks, kalau tidak dikatakan lengkap sudah momentum kehancuran negeri ini sudah menggantung, tinggal menunggu datangnya waktu. Astaghfirullah..!

Sejumlah partai politik berlomba-lomba merekrut seleb dan aktris sebanyak-banyaknya untuk dijadikan calon anggota legislatif (caleg) dalam rangka mendulang suara. Mereka yakin dengan merekrut caleg dari kalangan seleb dan aktris sebanyak-banyaknya target suara di DPR akan tercapai. Tak peduli, si seleb dan aktris itu bermutu atau tidak, yang penting popular, dan rakyat akan memilihnya pada saat pemilu berlangsung 2014 mendatang.

Kasihan kebanyakan rakyat Indonesia, terutama mereka yang selama ini mengidolakan dan menggilai-gilai seleb dan aktris yang biasa mereka lihat di televisi. Rakyat kebanyakan disuguhi pilihan caleg yang, jika kita lihat mereka yang direkrut dari kalangan seleb dan aktris ini sudah dapatlah dinilai bagaimana sesungguhnya kualitas dan kemampuan mereka.

Walhasil, sederet nama seleb dan aktris yang mendaftar dan menjadi caleg sejumlah parpol itu hanya mengandalkan popularitas belaka. Jika mereka terpilih melenggang ke Senayan, parpol yang merekrut mereka pun menikmati raihan suara hasil dari popularitas mereka, tanpa peduli dengan kualitas sang caleg.

Ini hanya semakin menambah daftar pembodohan dan pembohongan publik di republik ini, setelah sebagian besar calegnya terpilih lantaran: popular dan punya fulus banyak.


Makin ke sini, alih-alih memberikan pendidikan politik kepada rakyat, malah akrobat mereka kian tak peduli dengan melakukan pembodohan terhadap rakyat. Mereka hanya memikirkan bagaimana caranya suara yang didulang diraih sebanyak-banyaknya tanpa peduli dengan kualitas caleg yang disodorkan kepada rakyat.

Kalau boleh disebut parpol yang hanya mengandalkan caleg dari kalangan orang-orang yang popular dan banyak duit, sesungguhnya kualitasnya 11-12 dengan para caleg yang direkrut dari kalangan seleb dan aktris tersebut.

Maka, jika nanti rumah rakyat di Senayan dihuni oleh orang-orang yang tidak berkualitas, dapat dipastikan kinerja DPR tak lebih bagus dari periode sebelumnya, bahkan bisa lebih buruk lagi.

Demikianlah sistem yang dengannya rakyat dapat dibodohi bahkan ditipu untuk kepentingan mendulang suara sebanyak-banyaknya dengan cara menyodorkan orang-orang popular dan banyak duitnya, meskipun miskin mutu! Pemilu yang kalau boleh disebut tak menghasilkan apa-apa selain perilaku korup dan kebobrokan baru dengan penghamburan uang rakyat yang sedemikian besarnya.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (QS Al-Ahzab 72).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya: “Bagaimana maksud amanat disia-siakan?” Nabi menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya,” (HR Bukhari No. 6015).

Warga bangsa ini tidak merasa perlu sadar sekali pun sudah hancur-hancuran dan tidak pernah mau belajar dari sebuah kegagalan sistem dari neger-negeri yang saat ini tengah bangkrut. Tidak terlihat ada tokoh dari  kalangan tokoh nasional untuk melirik kepada sistem yang penuh rahmatan lil alamin yakni Islam. Kilas balik ke sejarah, mungkin nasib negeri ini sejak awal berdirinya saja hingga kini saja sudah salah pilihan orang, penuh intrik dan salah urus. Apalagi bila nanti, sudah tampak ke permukaan bagaimana generasi muda penerusnya yang hedonis saat ini, terbayang negeri ini akan semakin parah karena mereka pun pasti berkaca pada kelakuan tokoh pemangku republik saat ini yang jelas-jelas amat jauh dari nilai-nilai akhlaq syar'i Islam! Na’uudzubillaahi mindzaalik!

2 Mei 2013

Remarks: MINISTER OF EDUCATION AND CULTURE OF WARNING NATIONAL EDUCATION DAY YEAR 2013 THURSDAY, 2 MAY 2013


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Good morning and best wishes for all of us, 
Attendees, participants of the ceremony were happy, 


Alhamdulillah, let us be ever grateful into the presence of Illahi Rabbi, God Yang Maha Esa, because thanks to grace and hidayah-His, we are all of still given the opportunity, strength, health, and love of so that we can carry out commemoration Education Day of National, May 2nd, 2013, inside a healthy state and full spirit. 

Through this warning, please allow me, on behalf of the Government would like to express our gratitude and highest appreciation to all employees of education, local government, organizations engaged in education and other stakeholders for any effort, care and attention given in developing world education. We pray in order that the figures and fighters education which have preceded us obtain the place who decent side of-His and us all of who at this time obtain amanah for manage education was given strength, intelligence, and patience in preparing generations future a better. 

In this opportunity, I would like to convey greeting "Congratulations Day National Education, dated May 2, 2013". Hopefully all the ikhtiar us for advancing the world of education become increasingly qualified and access to education for the people of Indonesia as a whole increasingly an open and can be immediately materialize. 

Upper behalf of Ministry of of Education and Culture, please allow me delivered an apology as sincerely as-of his sincere top of issue of organization of National Exam Levels SMA are equal years of lesson 2012/2013. This case we must make a very valuable lesson in providing educational services to the community. 

Attendees were happy, 
Like the body, to be resistant to various diseases, immunity power must be increased, one of the efforts is through vaccination. In a social perspective, there are three very large social ills negative impact: (i) poverty, (ii) ignorance, and (iii) retardation civilized. 

How do I increase resistance (immunity) to avoid a third social kinds of disease? The answer is education. Therefore, education can be a social vaccine. Aside from being a social vaccine, education is also a social elevator to improve social status. 

Two things that the underlying theme of this year's National Education Day, which is "Improving Quality and Access to Justice". We need a vaccine and the social elevator so we avoid the three diseases and also to improve the social status. The theme is a reflection of the answer to the challenges, problems, and aspirations of the community in setting up a better generation. 

Educational services should can be reach out to entire layers of society in accordance with the principle educational for all (Education for All) without distinguish the origins, social status, economic, and cantonal. Attendees were happy, the 1945 Constitution mandates that every citizen has the right to basic education and the state is obligated to finance it (Article 31, paragraphs 1 and 2 of the 1945 Constitution). Therefore, the central and local governments together with the community has been trying to fulfill the mandate through the construction of schools throughout Indonesia, including in the area of ​​3T (frontier, outer, and left behind). 

Access to education is affected by the availability and affordability of education unit financing. For that, the government continues to constantly prepare availability educational unit who decent, especially in regions 3T, including in it delivery of teachers' through program Bachelor Educate in regions 3T (SM3T). In terms of affordability government has set up the School Operational Assistance (BOS) for primary and secondary education, Operational Support State University (BOPTN), Help Poor Students (BSM), Shutter Mission and Scholarship. 

In 2013, has prepared a budget of Rp 7.8 trillion for BSM. During that, since two years last, has been was opened several public universities (including the Academy Community) in regions the border and in the some regions which assessed strategic. Besides being a center of excellence to the spread of the college, also acts as a safety belt for social and political integrity of the Unitary Republic of Indonesia. To that, had been prepared policy-special opportunity for sons-daughter Papua, Papua West, and regions 3T another to become student in various universities best in Indonesia through program affirmations higher education (afirmasi pendidikan tinggi-ADIK). 

In this occasion anyway I would like to invite to the all the lover the world of education for the together-together opened the posko anti drop out (DO) or anti drop out school in early year later lessons. We want to make sure in order that our children can continue their education to pursue higher degrees, especially from basic education level to medium sized. 

Attendees were happy, 
As part of efforts to improve the quality of education, Insha Allah start the school year 2013/2014 will be applied Curriculum 2013 for primary education and secondary gradual and limited. Gradually, means the curriculum is not implemented in all classes at all levels, but only in class 1 (one) and grade 4 (four) for the elementary school level, and grade 7 (seven) for junior high, and grade 10 (ten) for SMA and SMK . 

Limited means that the number of schools that implement tailored to the level of school readiness. Curriculum 2013 is designed to produce graduates who have the knowledge competencies, skills, and attitudes as a whole. This is important in order to anticipate the needs of competence 21st century and prepare the next generation of gold in 2045. 

Attendees were happy, 
Finally, let us increase the effort and sincerity us in providing educational services to the community. I offer my congratulations commemorate Education Day of National to the all educators, educational personnel, learners, instigators of and lovers of world of education in throughout land of water. Hopefully what which we are doing in the world of education during this, became part of the charity of worship us. Amen. 

Thank you. 
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Jakarta, May 2, 2013 
Minister of Education and Culture 

Mohammad Nuh 

souce : kemdikbud

Sahabatku, Selamat Merayakan Hari Pendidikan Nasional

Demo Guru "May day"



Malam ini tepat pukul 01.00 WIB di tengah keheningan malam saya mencoba kilas balik ke sebuah perjalanan menjadi seorang pendidik di jenjang pendidikan SMP selama 24 tahun. Sungguh banyak hal yang bisa diceritakan, namun sayangnya pada malam ini rasanya pikiran ini begitu kalut dan beku. Entahlah, pikiran dan hati ini rasanya sumpek. Tak terasa butiran airmata ini menetes, ada rasa risau dan pedih akan suasana yang tak begitu beruntung bagi anak-anak didik dan para pendidik di kita saat ini. Bukan masalah finansial saja yang terlintas dalam ingatan ini, sesuatu yang mengenaskan ini berawal dari pemberitaan yang begitu bombastis oleh karut marutnya pengelolaan UN SMA yang gagal bareng untuk 11 provinsi di tanah air yang kemudian berlanjut ke berbagai kritik tajam di media dari berbagai pihak tentang tanggungjawab kemdikbud dan guru di lapangan. 

Selain masalah di atas, belakangan juga muncul masalah baru terkait organisasi profesi guru. Masing-masing loyalis organisasi guru mulai saling mempertanyakan eksistensi dari organisasi guru kini kian marak bermunculan seperti jamur di musim hujan. Nampaknya tak terelakan lagi, selain seragam semua loyalis organisasi guru melayangkan hujan kritik ke pihak kemdikbud yang dinilai gagal, juga loyalis organisasi guru ini nyata mulai saling hujat dan saling menggembosi. Eksistensi organisasi guru yang esensinya untuk memperjuangkan nasib, hak-hak guru dan mengawal berbagai kebijakan terkait pendidikan, dikhawatirkan malah menjadi tidak fokus dan mengalami polarisasi masalah.

Harapan,besok sebagian besar guru dan siswa di seluruh Indonesia akan mengikuti upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pasti padat dengan kegiatan seremonial dan sambutan-sambutan yang berisikan jargon-jargon kosong. Mudah-mudahan arwah para pendiri bangsa ini, pendiri dan perintis pendidikan negeri ini tidak bangkit dan bersedih hati, Tuhan pasti mengganjar amal baik mereka dengan balasan yang jauh lebih baik. Semoga pula Tuhan mengembalikan hati para penentu kebijakan pendidikan di negeri ini menjadi benar-benar terbuka hatinya, bukan sekedar menjadi gumpalan darah. Aamiin

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2013

Salam Pendidikan.. Bismillah

Majalengka, 02 Mei 2013
Pak Guru Tonjong

1 Mei 2013

Reportase: Starting From Data, Master Chaotic Professional Allowance

Indonesian teacher demonstration
Indonesian Education Ministry crisis of confidence, criticized harshly by PGRI (Indonesian Teachers Association). Chairman of the Indonesian Teachers Association (PGRI) Sulistiyo said, until now there are still reports of professional allowances that have not been to. Improvement of teacher education as well just not taken care of by the ministry.

According Sulistiyo, the amount of the education budget in the state budget (Budget) does not have much effect on the completion of education issues, including teacher allowances delays and there is no certainty the status of part-time teachers.

"Kemdikbud lot of money, until the remains. Fact, in the area of ​​teachers in the school itself. Said channeled, but baseball is the recipient. So, ask the Education Minister channeled through PGRI," said Sulistiyo after meeting with the Education Minister in Kemdikbud, Jakarta, Tuesday (30.04.2013).

Chaotic allowance that would not go up until today was originated from the data in Kemdikbud teachers are not good. To that end, PGRI requested that Data Basic Education (Dapodik) is the reference data to be abolished.

"We can report to April 30, many are not yet up. Problem turned out to exist in dapodik. To that end, we propose dapodik removed sebagari qualified to receive professional allowances," said Sulistiyo.

As for the completion of temporary employees, the ministry will hold PGRI to fix it. Thus, the temporary employees who had been assessed as very low income will soon be resolved and earn a reasonable minimum.

"So, immediately before the completion of honorary workers form a team, consisting of Kemdikbud, teachers and principals," he said.

news source: kompas grup

Briefly Adsense Tips



Blog what are you using? wordpress, blogspot, drupal, bBlog, sBlog or blogs engine who another? because ways its application vary according to every type of blog. But of all types of blogs that exist, blogs which most suitable for Adsense is Wordpress and Blogspot (one of one child companies google).

To the application of adsense on Blogspot is very easy, because indeed already provided special module for it, or you also could improvise through Javascript Module, because adsense code which will will apply indeed-formatted java script, whereas on wordpress you need to a little (only a little) effort for put up unit adsense, this a brief explanation for both of them, if this does not fit to you may be useful for comrade who another:

Blogspot / Blogger:

Open the blog your, then login (click in right-top of the screen), after you entered into Blog Dashboard click Layout. which will bring the you to the module layout editor.

In Here you must specify the position of adsense who you want, Saran: The entire adsense publisher probably already know the best position for unit adsense who will produce a CTR who highest, namely: (1) Just below the Header, use 468x15 or 468 x 60 (2) in peak of block next door the left, you've got option 125x125, 160x600 or 120x600 (3) in inside article on its position next to left upper.

Note the, you may only place a 3 adsense unit on every page.

You could see the way their placement on Blog new my in http://webevolution.blogspot.com

Find format and sizes who corresponding, try color which accordance with theme of blog your and let it color of LINK remain blue, is later will be very influential on CTR your, you should not use other colors, but when problem the beauty of also become major consideration your, use color which fused with theme of blog your.

On layout editor, you will see respective positions-respective block module, and at left above will've encountered the block transparent 'Add a Page Element', click and screens choice elements of blog will be open, select the module Adsense with clicking on the 'Add to blog 'in beneath it, nah on the screen setting unit adsense which open you could experiment with format size and color, of course you also must insert' adsense account id 'your, after determine format the appropriate click' save changes' and unit adsense you are ready to print money for you. 'Drag' unit adsense new you into position which you want.

To put the unit adsense in under header, use the 'add a page element' in footer and after finished drag into position tertatas in above the module Blog Post.

When you requires identification 'channel' for analyze effectiveness from respective-respective unit, then you need to make a adsense code in the site 'google.com / adsense' and include the code channel in it, then code adsense who you input through module 'HTML / JavaScript ', instead of module' adsense '. Code adsense which will you get roughly the with format like at below this:

Reportase: The beauty of Raja Ampat Papua

Raja Ampat

Papua Diving, the only exotic resort that offers underwater tours in the region, visited by tourists diving enthusiasts at home for days and even up to a month wading through the contours of the sea floor. They seemed to not want to go back to their countries because they get "island paradise second to none on this earth".

Managers not easy to prepare a place for tourists. Maximillian J Ammer, owner of Dutch citizens of Papua Diving Resort is also a pioneer marine tourism drive this region, need desperately to set up various facilities to attract tourists from abroad. Since he started his business eight years ago, more funds must be spent. However, the results are also satisfactory. Each year the resort is visited at least 600 special tourist who spent an average of two weeks.

Lodging in Raja Ampat is very simple that only a walled and roofed woven palm leaves that cost a minimum of 75 euro or Rp 900,000 a night. If you want to dive must pay 30 euros or approximately USD 360,000 was diving at a particular location. Most tourists come from Europe. Only a few tourists from Indonesia to stay and dive in there.

"Tourists dive almost every day because the dive sites are very wide and varied. Coral reefs are varied so much choice and invite curiosity. There are tourists who are aged 80 years is still strong dive, "said Max Ammer which women married to Manado.

Three years ago, Papua Diving build a modern inn not far from the first location. Apparently, the inn was built by relying on local building materials are almost always fully booked. Though the charge reaches 225 euros, or about Rp 2.7 million per night. In the new location, equipped modern appliances, including international telephone and internet.

Tourists to the Raja Ampat Diving just want to Papua on the island of Mansuar because the facilities are of international standard and servants, also the food. They landed at the airport Domne Eduard Osok, Sorong, directly to the location of the fast boats with a capacity of about 10 people at a rate of Rp 3.2 million each way. It takes about 3-4 hours to reach Mansuar.

Like the other islands, Mansuar looks beautiful because forests are still awake and the seawater was so clean of marine life which is not far from the surface can be seen clearly. Tourists enough to swim or snorkelling to see the beauty of the sea, whereas if you want to observe directly beauty of marine life in the depths, they should dive.

souce : aboutmystyle

29 April 2013

Ringkasan Bayan Maulana Iksanul Haq: KASIH SAYANG ROSULULLAH SAW KEPADA UMMATNYA

Di pagi hari ini, sengaja penulis dengarkan sebuah ceramah dari rekaman Bayan Maulana Iksanul Haq di Radio Islam Nusantara (RIN), radio ini disiarkan langsung dari Malaysia. Amat berbeda memang bila dibandingkan dengan pembicaraan ceramah yang umum kita dengar di negeri kita sendiri. Serasa ketika dengar suara bayan para maulana di harakah tabligh, ingatan penulis selalu membayangkannya seperti ada sebuah majelis sunnah, dimana penyampainya dikelilingi dengan duduk rapat-rapat dan mustaminya duduk penuh tawajuh (khusyuk) untuk mendapatkan Nur Kalamullah dan Nur sabda-sabda Rasulullah saw(halaqah taklim wa'talum), suasananya penuh keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan rasakan bagaimana pembicaraan agama ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Nah,tentu kita biasa juga dengan ceramah langsung atau ceramah-ceramah lewat media TV atau Radio sepertinya sama namun ketajaman isi pembicaraan sepertinya amat bergantung pada suasana pikir, kekuatan dzikir dan tingkat pengorbanan si pembicara (pemberi bayan). Di kalangan dakwah tabligh pemberian bayan khusus yang durasinya rata-rata diatas 120 menit itu amat biasa dan sama sekali tanpa pernah ada suasana gelak tawa, kalau diakhir bayan ditutup do'a serta terdengar isak tangis mustami penuh rasa sesal,tak aneh juga. Karena pastinya ingat akan dosa-dosa dan semua sudah maklum, akan tetapi bila bebal atas ingatan kita pada dosa dengan suasana hati yang jarang fokus, tak ada penyesalan dan hati kita tidak tersentuh,sungguh aneh. Jangan sampai  demikian dech. (heehe..)

Ringkasan bayan pagi ini pembicaraan mengenai," Kasih sayang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika berjumpa dengan  Allah Subhanahu wa Ta'ala di Sidrat al-Muntahā (سدرة المنتهى‎) dan pentingnya shalat karena shalat adalah hal pertama yang kelak ditanyakan atau di hisab ketika kita berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Saat itu hanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berjumpa dengan  Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa didampingi Malaikat Jibril as. Kenapa..? Jibril as katakan kalau aku langkahkan kaki satu langkah saja maka aku akan binasa. Jadi yang mengetahui kedekatan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, seberapa dekatnya beliau berhadapan hanya Nabi saw saja. Di saat peristiwa itutah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak melupakan akan nasib keselamatan umatnya dan meminta kepada Allah SWT agar diringankan tata cara ibadatnya agar dak sebanding dengan umat-umat nabi as terdahulu. 

Pengabadian peristiwa itu mengingatkan kita pada shalat. Di Sidratul Muntaha ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan perintah shalat 5 waktu. Perintah melaksanakan shalat tersebut pada awalnya adalah 50 kali setiap harinya, akan tetapi karena pertimbangan dan saran Nabi Musa serta permohonan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri, serta kasih dan sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala, jumlahnya menjadi hanya 5 kali saja. Di antara hadits mengenai hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

Dari Abdullah (bin Mas'ud), ia telah berkata: "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diisrakan, beliau berakhir di Sidratul Muntaha (yang bermula) di langit keenam. Ke sanalah berakhir apa-apa yang naik dari bumi, lalu diputuskan di sana. Dan ke sana berakhir apa-apa yang turun dari atasnya, lalu diputuskan di sana."

Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: "Nabi kalian Shallallahu Alaihi wa Sallam diperintah lima puluh kali salat (sehari semalam), kemudian beliau meminta keringanan Tuhan kalian agar menjadikannya lima kali salat." Hadits riwayat Ibnu Majah (1400) dengan redaksi di atas, dan Ahmad (2884). Menurut al-Albani, hadits ini hasan lighairih.

Ia berkata: "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diberi tiga hal: Diberi shalat lima waktu dan diberi penutup Surah al-Baqarah serta diampuni dosa-dosa besar bagi siapapun dari umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun".
(HR Muslim (173) dengan redaksi di atas, at-Tirmidzi (3276), an-Nasai (451), dan Ahmad (3656 dan 4001)

Shalat sebagai perintah pertama Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Rasullullah saw untuk disampaikan pada ummatnya

Nabi saw memberi salam kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala :

Attahiyyatul lillah…..

Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab :

Assalamualaika ayyuhan nabiyyu

Maka Nabi tak lupa pada umatnya :

Assalaamu’alaina wa ‘ala Ibaa dillahi sholihin..

Selamat atas kami dan hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sholeh (umat)

Allahuakbar..
Sifat kasih sayang inilah yang harus ada dalam diri setiap muslim sehingga kita tak perlu lagi melihat aib-aib saudara kita kaum muslimin, cukup bercerminlah pada kesalahan kita sendiri.

Kasih sayangnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada umat, ketika pada saat itu ada seorang pencuri yang ketangkap dan dipotong tangannya maka Nabi saw pun menangis. Ketika ditanya kenapa ya Rasul? Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sabdakan bahwa "potong tangan adalah perintah Allah sedangkan aku bersedih karena umatku telah terpotong tangannya.”

Wallahu'alam bish shawab

27 April 2013

ISLAM, Resmi Masuk Kurikulum Pendidikan di AMERIKA (AS)


Berbagai peristiwa yang menyudutkan, malah membuat nama Islam naik daun. Warga Amerika Serikat (AS) menyambut positif Islam masuk ke dalam kurikulum pendidikan sekolah. Materi mengenai Islam ini dimasukkan ke dalam pelajaran Social studies dan juga dipelajari di sekolah-sekolah publik di Negeri Paman Sam.

Hal itu disampaikan Imam Pusat Kebudayaan Islam di AS, Ustadz Shamsi Ali, usai mengisi dialog antaragama di auditorium Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI), 28 Maret 2013.

Menurutnya, respons yang diterima oleh siswa di AS terhadap pelajaran itu sangat positif.

"Islam sudah lama ada di dalam kurikulum pendidikan di AS. Biasanya, itu dimasukkan ke dalam pelajaran social studiesyang mempelajari tentang kemasyarakatan," ujar Shamsi.

Dengan berbagai peristiwa yang belakangan terjadi dan menyudutkan Islam, Syamsi menuturkan, justru malah membuat keingintahuan publik terhadap Islam semakin tinggi.

"Nama Islam jadi naik daun. Saya pun jadi semakin sering diundang untuk memberi ceramah ke sekolah-sekolah," kata pria yang menginjakkan kaki di AS sejak tahun 1997 itu.

Melihat antusiasme yang sedemkian besar, Shamsi kemudian memanfaatkannya untuk meluruskan berbagai perspektif "miring" mengenai Islam. (umi)

sumber: Islam News

Postmodernisme Tidak Memberi Kesan di Hati Ummat Muslim, Kajian Kurikulum Pendidikan Islam


Pengantar
Ternyata dunia modern yang mengukir kisah sukses secara materi dan kaya ilmu pengetahuan serta teknologi, agaknya tidak cukup memberi bekal hidup yang kokoh bagi manusia. Sehingga banyak manusia modern tersesat dalam kemajuan dan kemodernannya. Manusia modern kehilangan aspek moral sebagai fungsi kontrol dan terpasung dalam sangkar the tyrany of purely materials aims, begitu frasa Bertrand Russel dalam bukunya The Prospect of Industrial Civilazation.

Para sosiolog, sebagaimana dikutip oleh Haedar Nashir, berpendapat bahwa terdapat kerusakan dalam jalinan struktur perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat, pertama terjadi pada level pribadi (individu) yang berkaitan dengan motif, persepsi dan respons (tanggapan), termasuk di dalamnya konflik status dan peran. Level kedua, berkenaan dengan norma, yang berkaitan dengan rusaknya kaidah-kaidah yang menjadi patokan kehidupan berperilaku, yang oleh Durkheim disebut dengan kehidupan tanpa acuan norma (normlessnes). Level ketiga, pada level kebudayaan, krisis itu berkenaan dengan pergeseran nilai dan pengetahuan masyarakat, yang oleh Ogburn disebut gejala kesenjangan kebudayaan atau “cultural lag”. Artinya, nilai-nilai pengetahuan yang bersifat material tumbuh pesat melampaui hal-hal yang bersifat spiritual, sehingga masyarakat kehilangan keseimbangan.

Pengamatan para sosiolog tersebut juga disampaikan oleh Syafi’i Ma’arif dengan bahasa yang lain, bahwa modernisme gagal karena ia mengabaikan nilai-nilai spiritual transendental sebagai pondasi kehidupan. Akibatnya dunia modern tidak memiliki pijakan yang kokoh dalam membangun peradabannya. Modernisme telah mengakibatkan nilai-nilai luhur yang pernah dimiliki dan dipraktekkan oleh manusia kini terendam lumpur nilai-nilai kemodernan yang lebih menonjolkan keserakahan dan nafsu untuk menguasai.

Illustrasi krisis kemanusiaan modern ini dapat dicermati dari pelbagai ironi dalam kehidupan sehari-hari. Munculnya pelbagai alienasi (keterasingan) dalam kehidupan manusia. Ada alienasi etologis, yaitu terjadinya sebagaian masyarakat yang mulai mengingkari hakikat dirinya, hanya karena memperebutkan materi. Ada pula alienasi masyarakat, yaitu keretakan dan kerusakan dalam hubungan antarmanusia dan antarkelompok, sehingga mengakibatkan disintergrasi. Ada pula alienasi kesadaran, yang ditandai dengan hilangnya keseimbangan kemanusiaan karena meletakkan rasio atau akal pikiran sebagai satu-satunya penentu kehidupan, yang menafikan rasa dan akal budi.

Peristiwa yang lain yang merupakan ironi manusia modern adalah keyakinan bahwa hidup berdampingan dengan rukun lebih baik daripada hidup bermusuhan, namun mereka memilih atau kadang terpaksa memilih hidup gelisah dengan permusuhan. Contoh paling kontemporer adalah Presiden Goerge W. Bush memilih ‘gelisah’ dengan memilih perang, dengan biaya nilai-nilai kemanusiaan yang begitu mahal, daripada menyelesaikan permasalahan di meja perundingan (diplomasi).

Shariati berpendapat bahwa krisis kemanusiaan manusia modern berakar pada dimensi sistem kemasyarakatan dan ideologi dari kebudayaan modern yang kini dominan di hampir setiap penjuru dunia. Suatu sistem kehidupan yang serba saling bertentangan di dalam dirinya dan mengabaikan jati diri manusia. Pusat petaka itu adalah kebudayaan materi dalam alam pikiran Humanisme-antroposentris, yang menafikan kehadiran agama, yang lahir di saat awal kemunduran kebudayaan Islam dan masa Renaissance di Eropa Barat.

Perkembangan aliran Humanisme-antroposentri ini sangat kuat, terutama dalam perlawanannya terhadap pikiran teosentris. Sehingga terdapat kemungkinan adanya suatu pengaruh antitesis secara ekstrim yang mengakibatkan perkembangan humanisme-antroposentris ini sangat menolak paham teosentris. Nilai-nilai seperti individualisme, kebebasan, persaudaraan, dan kesamaan adalah mainstream paham ini.

Berawal dari penolakan secara ekstrim terhadap pikiran tentang Tuhan, keagamaan dan supranatural, pendewaan terhadap rasio dan materi yang disebarkan secara canggih melalui ilmu pengetahuan, teknologi serta proses ekonomi, politik dan budaya itulah krisis kemanusiaan merajalela sebagai konsekuensi logisnya. Dan, di saat itu umat muslim dalam masa kemunduran yang menelan mentah-metah peradaban yang dibangun dengan pondasi antitesis terhadap aliran yang bermuara pada Tuhan, agama atau supranatural.

Krisis kemanusiaan modern ini dikritik oleh banyak pemikir yang kemudian memunculkan aliran Postmodernisme. Posmodernisme menawarkan pikiran baru yang toleran terhadap pluralitas, pembongkaran dan lokalitas. Hanya saja, aliran ini ternyata walaupun mengusung pluralitas namun toleransi terhadap pendukung posmodernisme yang berbasic agama dirasakan kurang memberi tempat. Sehingga posmodernisme juga dipandang sebagai aliran yang tidak memiliki persingungan dengan spiritualitas dan moralitas. Secara lugas, Ahmed menilai bahwa Postmodernisme belum cukup berkesan di mata kaum muslim.

Krisis kemanusiaan yang oleh banyak pihak diyakini sebagai anak kandung dari Modernisme tidak juga mendapatkan jalan keluarnya dengan munculnya postmodernisme. Akhirnya, banyak pihak mencoba menoleh kembali kepada agama.

Islamizing Curricula
Salah satu cendekiawan muslim yang konsen pada usaha mencari solusi dari lingkaran krisis kemanusiaan tersebut adalah Ismail Raji Al Faruqi. Al Faruqi berpendapat bahwa pengetahuan modern memunculkan adanya pertentangan wahyu dan akal di kalangan umat muslim. Memisahkan pemikiran dari aksi, serta adanya dualisme kultural dan religius. Oleh karena itu, Al Faruqi berpendapat diperlukan Islamisasi Ilmu dan upaya tersebut beranjak dari tauhid. Artinya pengetahuan islami selalu menekankan kesatuan alam semesta, kesatuan kebenaran dan pengetahuan serta kesatuan hidup.

Dalam konteks pendidikan, al Faruqi melontarkan kritik tajam berkaitan dengan paradigma pendidikan Islam selama ini yang mengadobsi sistem filsafat Barat, terutama tentang konsep dikotomi pendidikan. Menurutnya, dikotomi pendidikan mutlak harus dihilangkan diganti dengan paradigma pendidikan yang utuh. Konsep pendidikan Islam yang selama ini ada tidak megacu pada konsep awal tauhid. Jika Islam memandang tujuan pengembangan obyek didik untuk mencapai penyadaran atas eksistensi tuhan (tauhid), maka segala proses yang dilakukan untuk itu idealnya berakar pada konsep tauhid.

Kecermatan dan daya analisis al Faruqi dalam usaha keluar dari lingkaran krisis kemanusiaan akan dibahas dalam tulisan ini. Seberapa efektif konsep-konsep dan metodologi Islamisasi pengetahuan al Faruqi ini mampu menyumbangkan usaha keluar dari krisis kemanusiaan, terutama dalam bidang pendidikan dengan gagasan Kurikulum Pendidikan Islam-nya. Lihat Lengkap: Islamizing Curricula

Mengenai ‘Islamisasi pengetahuan’ dalam bidang pendidikan (islamizing curricula), Al Faruqi berusaha menata paradigma pendidikan Islam dalam kerangka lima tujuan rencana kerja islamisasi pengetahuan di atas. Prinsip pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang perlu dicermati adalah; pertama, menguasai sains modern; kedua, menguasai warisan Islam; ketiga prinsip kesatuan (unity) yang harus melingkupi seluruh kajian dalam kurikulum pendidikan Islam.

Prinsip penguasaan sains modern harus berupaya mengarahkan pemahaman pada tidak adanya dikotomi dalam melihat konsep keilmuan dalam Islam. Penguasaan atas warisan Islam dilakukan secara terstruktur dalam formulasi kurikulum. Warisan Islam yang dimaksud di sini adalah al Qur’an, as Sunnah, institusi Islam, kesenian, hukum, undang-undang, kalam (teologi), tasawuf, falsafah, hellenistik, metafisika, epistimologi atau sains taba’i, axiologi dan etika, serta estetika Islam.prioritas perlu dibuat dalam penguasaan khazanah Islam, terutama prinsip-prinsip pokok, masalah-masalah pokok dan tema-tema abadi seperti tajuk-tajuk yang mempunyai kemungkinan relevansi kepada persoalan-persoalan masa kini harus menjadi sasaran strategis penelitian dan pendidikan Islam.

Dari dua khazanah ini ditata sedimikian rupa sehingga menjadi menjadi satu sistem integral yang sintesis-kreatif, menjadi sebuah konsep yang integral, terpasu, dan saling melengkapi antara disiplin keislaman dan modern. Tidak menggunakan hanya khazanah Islam atau hanya khazanah modern, dan tidak juga mengunakan salah satunya, namun membuat sintesis antara kedua khazanah tersebut. Hal ini dilakukan mengingat khazanah Islam yang lama mengalami kemandegan dan keterbelakangan, sementara khazanah Barat mapu memberikan gambaran tentang latar belakang, sumber, tujuan, dampak positif dan negatif. Secara normatif, sintesis ini tidak bertentangan dengan pandangan Islam karena karakteristik pandangan Islam adalah the unity of truth.

Secara tegas, ide tentang islamisasi kurikulum yang secara filosofis dikemukan oleh al Faruqi didukung oleh Ahmed Shalabi. Menurutnya, perubahan kurikulum Islam gambaran kerangkanya harus mewarnai beberapa aspek, yaitu:

  1. Pengenalan terhadap beberap wacana seperti perbandingan agama dan islamic studies yang didefinisikan secara jernih sebagai sebuah pola filosofi baru.
  2. Adanya modifikasi atas metodologi dan prinsip pengajaran sejarah Islam.
  3. Menyelaraskan kembali materi pengajaran hukum Islam.
  4. Menghilangkan beberapa kiasan dan pengaruh sejarah Yahudi yang diintrodusir secara sengaja ke dalam beberapa kajian.
  5. Merivisi buku-buku teks dengan gaya yang menarik dan tidak membingungkan dalam memenuhi kebutuhan masa kini dan kurikulum.
Selanjutnya, untuk melengkapi pola sintesis tersebut, Ahmed Shalabi berpendapat pelajar muslim harus diperkenalkan secara intensif dengan subyek kajian mengenai pengobatan, mesin, pertanian, matematika, dan musik. Perpaduan ini pada gilirannya akan memutuskan dikotomi ilmu pengetahuan. Pada gilirannya, subtansi sains dan keilmuan ada the unity of God, yang dapat diakses dari semua disiplin, termasuk kajian ilmiah. 

Analisa Metodologi Kurikulum Islam
Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa islamizing the curricula integral dalam lima kerangka kerja Islamisasi pengetahuam. Subpokok bahasan berikut berusaha untuk menganalisis secara kritis metodologi Islamisasi pengetahuan.

Memahami wawasan pemikiran seseorang adalah sangat tidak mungkin mengabaikan setting sosial dan nuansa kultural di mana orang tersebut beraktivitas serta mengapresiasikan gagasan-gagasannya. Hal ini tentunya berhubungan dengan ekstrenal individu berangkutan yang mempengaruhi dirinya.

Perjalanan hidup Al Faruqi diwarnai oleh asimilasi budaya yang tampaknya membentuk karakter unik. Pengaruh pendidikan, kondisi sosial-kultural ikut mempengaruhi karakteristik al Faruqi. Umpamanya, ketika al Faruqi di al Azhar Mesir, maka kemungkinan pengaruh yang tertanam dalam karakternya adalah spirit-loyalitas dan apresiatif terhadap agamanya.

Menurut Kafrawi Ridwan, penjelajahan intelektual al Faruqi, sangat dipengaruhi oleh kultur yang dijumpainya, telah membentuk sistem pemikiran yang bersifat bayani, burhani dan irfani sekaligus. Corak pemikiran yang bersifat bayani mencerminkan khas tipikal Arab di mana al Faruqi pernah intens di Pakistan, tempat kelahirannya. Selanjutnya, sebagai orang yang mendalami filsafat, al Faruqi bercorak pemikiran yang bersifat filosofis yang membentuk corak burhani. Sedangkan kehidupannya di Amerika yang lebih mengedepankan metodologi dan paradigma keilmuan memberikan corak pemikiran al Faruqi berwawasan irfani, untuk mengkonstruksi bangunan epistimologi Islam.

Gagasan besar al Faruqi, yaitu Islamisasi Pengetahuan mendapat tanggapan yang cukup beragam. Fazlur Rahman berpendapat bahwa islamisasi ilmu tidak perlu dilakukan. Menurutnya, yang perlu adalah menciptakan atau menghasilkan para pemikir yang memiliki kapasitas berpikir konstruktif dan positif. Bahkan, bagi Rahman mustahil dan sia-sia mengusahan ilmu yang islami, karena pada dasarnya ilmu pengetahuan telah menempatkan posisinya universalnya sendiri, sehingga tidak ada sains Islam, sains kristen, sains Yahudi, sains Budha dan seterusnya.

Penanggap lain atas gagasan islamisasi ilmu antara lain Sardar, menurutnya memang diperlukan menciptakan sistem Islam yang berbeda dengan sistem Barat. Artinya, Sardar sepakat dengan gagasan islamisasi ilmu, namun Sardar kurang sepakat dengan langkah-langkah islamisasi ilmu karena mengandung cacat fundamental. Sardar berpendapat bahwa langkah-langkah yang mementingkan relevansi Islam yang khas terhadap disiplin-disiplin ilmu modern bisa membuat terjebak dalam westernisasi Islam. Upaya merelevansikan ini mengantarkan pengakuan bahwa ilmu Barat sebagai standar. Dengan begitu, upaya islamisasi ilmu masih megikuti kerangka (mode of thought) atau pandangan duni (word view) Barat. Oleh karenanya percuma apabila akhirnya dikembalikan standarnya pada ilmu pengetahuan Barat. Menurut Sardar, Islamisasi ilmu harus dimulai dengan membangun word view Islam dengan titik pijak utama membangun epistimologi Islam. Hanya dengan langkah inilah yang akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang dibangun atas prinsip-prinsip Islam.

Pada dasarnya perdebatan apakah islamisasi ilmu perlu dilakukan atau tidak, berawal dari pertanyaan apakah ilmu bebas nilai atau tidak. Jawaban yang diberikan oleh al Faruqi tentu berbeda dengan jawaban yang diberikan oleh Rahman, sehingga mempunyai pandangan yang berbeda. Jawaban dari pertanyaan ini, selain memunculkan jawaban ya dan tidak, juga memunculkan jawaban ya pada sebagian disipilin ilmu (ilmu-ilmu sosial) dan tidak pada sebagain disiplin ilmu (ilmu-ilmu pasti).

Penulis sendiri berpendapat bahwa sangat penting untuk menformulasikan sebuah sistem, yang mempunyai paradigma berbeda dengan paradigma ilmu modern, yang banyak pakar menilai gagal membangun peradaban yang menghargai kemanusiaan. Penulis lebih sepakat dengan Sardar yang setuju dengan gagasan islamisasi ilmu dengan mode of thouht dan word view yang dikonstruk ulang. Konstruk ulang tersebut harus berpijak pada prinsip the unity of God.

Dalam fokus islamizing curricula, penulis sepakat bahwa dikotomisasi-dikotomisme ilmu pengetahuan yang berimbas pada rumusan kurikulum harus dihilangkan. Menurut Hassan Hanafi sebagaimana dikuti Abdurrahman Mas’ud dimensi akal dan wahyu tidak terjadi pertentangan, antara dimensi reason dan revelation tidak ada pertentangan dalam Islam. Islam adalah religion of nature. Alam penuh tanda-tanda, pesan-pesan ilahi yang menunjukkan kehadiran suatu sistem global. Semakin jauh ilmuwan memahami sains, maka dia akan memperoleh wisdom berupa philosophic perennis yang dalam filsafat Islam disebut transendence. Iman tidak bertentangan dengan sains karena iman adalah rasio dan rasio adalah alam. Konflik antara sains iman hanya merupakan struggle antara kekuatan yang bertikai, yakni konservatif dan progressif. Kelompok pertama bersifat tertutup dan yang kedua terbuka. Yang pertama sering menformalkan dan mendogmakan dan yang kedua mendeformalkan dan mendedogmakan.

Simpulan
Beberapa revisi terhadap konsep Kurikulum akan menghasilkan suatu sistem yang mungkin sangat berguna bagi upaya sintesa kreatif. Sintesa kreatif yang memiliki mode of thought dan word view yang formulasinya dari konsep Tauhid, yang berbeda dengan filsafat Barat. Termasuk di dalam proses ini adalah Islamizing Curricula.

26 April 2013

Barang Siapa Mengenal Akan Dirinya Maka Mengenal Pula Ia Akan Tuhannya (Man Arafa Nafsahu Faqad Arafa Rabbahu)


Sebuah pepatah baik dari orang shaleh berbunyi ' man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu". Jika kita tidak kenal diri sendiri, bagaimana kita hendak tahu hal-hal yang lebih bermakna dalam hidup kita..?  Maksud dari "Mengenal Diri" disini bukanlah mengenal bentuk dzahir; tubuh, muka, kaki, tangan dan lain-lain anggota badan kita. Karena mengenal semua hal itu tidak akan membawa kita akan mengenal ke-Agunagn Alloh. Bukan pula mengenal perilaku dalam diri anda yaitu bila anda lapar anda makan, bila dahaga anda minum, bila marah anda memukul dan sebagainya. Jika anda bermaksud demikian, maka binatang itu sama juga dengan anda. Maksud sebenarnya dari  'Mengenal Diri' adalah "Mengenal apa yang ada di kedalaman diri manusia yakni tiada lain, itulah hati, qalbu atau Ruh.

Memahami  " man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu", para ilmuwan banyak yang berusaha menyingkap rahasia mahluk bernama Manusia, hingga munculah cabang ilmu hipnoterapy yang mengandalkan kekuatan fikiran dan perasaan, kemudian muncul buku the secret-nya Rhonda byrne yang berisi tentang kekuatan fikiran untuk mewujudkan segala keinginan dan harapan, terakhir muncul pula fenomena kekuatan-kekuatan supranatural yang mampu melakukan hal-hal yang tidak dapat diterjemahkan oleh akal sehat. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa segala kekuatan dan “kehebatan” itu tidak dimiliki oleh semua orang, jawabnya tentu karena kita tidak mengenal diri sendiri, andai saja kita mengenal diri sendiri maka kita dapat mengoptimalkan segala “kehebatan” yang tersimpan rapi dalam diri kita. Lalu apa hubungannya dengan Tuhan? Kelak, orang-orang yang telah mampu mengoptimalkan kekuatan yang tersembunyi dalam dirinya maka dengan sendirinya ia akan sampai pada pengakuan bahwa ada kekuatan maha dahsyat yang telah menciptakannya. Siapa yang telah menciptakan kekuatan itu..? Jawabnya adalah Tuhan, ihwal apa dan siapa Tuhan-nya, semua bergantung pada keyakinan masing-masing. Muslim menyebutnya Allah Nasrani akan menyebut tuhannya Yesus Kristus, budha, hindu, konghutcu memiliki sebutan sendiri dan itu wajar saja, siapa bertuhan kepada siapa adalah hak mereka yang dilindungi undang-undang, yang terpenting sebagai Muslim kita kalau mampu berdakwah kepada mereka, agar Tuhan mereka akhirnya pilihannya itu Allah.

Sebagai muslim tentunya lebih pas kita bertuhan hanya kepada “Allah Ta'ala”,oleh karena itu kita bersyukurlah bila dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang ber-Tuhan hanya kepada Allah, tentunya jangan sampai cara meyakini kebesaran dan kekuasaan Allah dengan cara sendiri-sendiri. Dengan bersyahadat mestinya kita semua paham bahwa untuk menyembahnya perlu ketaatan dengan mengikuti tuntunan utusan Allah Ta'ala (Rasulullah) bernama Muhammad saw. Itu adalah konsekwensi dari seorang yang mengaku dan bersaksi sebagai Muslim. Tuntunan beliau Nabi saw sangat realistis dan bermanfaat untuk kepentingan duniawi, contoh tuntunan yang realistis dan bermanfaat untuk kepentingan duniawi itu adalah syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji. Syahadat sebagai kesaksian manusia yang memiliki Tuhan dan kesaksian bahwa ada utusan Tuhan untuk kemaslahatan dunia, sholat sebagai proses interaksi manusia dengan Tuhannya, puasa sebagai pengingat bahwa manusia itu mahluk duniawi (tanpa makan dan minum manusia lemah), zakat sebagai himbauan untuk saling berbagi, dan naik haji sebagai perintah untuk melihat bukti kebesaran dan kekuasaan allah secara nyata, saat naik haji kita akan diperlihatkan betapa banyaknya orang yang menyembah Allah oleh karena itu tidak adalagi yang patut di khawatirkan atas keyakinan kita.

Sebagai pesan penting, hati-hatilah dengan perasaan ujub atau sombong? Allah SWT tidak akan mengampuni dosa orang yang ujub sombong dan juga syirik musyrik. Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga, barang siapa dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun seberat biji dzarrah." (H.R. Muslim). Kemudian Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kesombongan adalah, menolak kebenaran dan meremehkan manusia."

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,…" (Q.S. An-Nisa': 48),

Merupakan suatu peringatan, bahwasanya Allah tidak akan mengampuni dosa sombong yang lebih besar dari pada dosa syirik. Hal ini sama halnya, barang siapa yang tawadhu' karena Allah, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya. Begitu juga barang siapa yang enggan melaksanakan kebenaran, niscaya Allah akan menghinakannya, merendahkannya, dan meremehkannya.

Sebagaimana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata; "Sifat sombong itu lebih buruk daripada kesyirikan; karena orang yang sombong itu enggan untuk beribadah kepada Allah Ta'ala. Adapun orang musyrik, ia menyembah Allah dan menyembah selain Allah"   

Karena hal itulah kita perlu ditaklukan atau ditundukkan di bawah perintah "Sang Raja". Awas bukan 'bukan dibunuh atau dimusnahkan' karena semua juga ada tugas dan punya nilai serta diperintah pencipta-Nya. Kata kuncinya jangan sampai perasaan dan marah menguasai Aqal, karena akibatnya Ruh akan berantakan dan binasa.

Untuk menjalankan perjuangan memenej Ruh ini, diperlukan upaya pengenalan kepada diri dalam hubungannya dengan Tuhan, ibaratkan saja seperti ini;
  • Jiwa Raga / tubuh itu anggap sebagai sebuah Kerajaan,
  • Si Ruh ini, ibarat Raja.
  • Pelbagai Indera (senses) dan daya (fakulti) itu ibarat satu pasukan Tentara.
  • Aqal (akal) itu bisa diibaratkan sebagai Perdana Menteri.
  • Perasaan, hasrat-, nafsu syahwat dst.., itu ibarat petugas pemungut Pajak(selalu meminta, menguasai, atau merampas)
  • Sombong dan marah itu ibarat petugas Polisi (sombong dan marah sentiasa cenderung kepada kekasaran dan kekerasan).
Nah perjuangan untuk mengendalikan semua ini sudah diperingatkan oleh Baginda Nabi saw,disebutkan sebagai sebagai Jihad Akbar. Rasakan saja dulu masing-masing, menguasai hawa nafsu begitu tidak mudah bukan? Misalnya saja, hanya sekedar menghindari bicara tidak ghibah (menceritakan keburukan orang lain) bagaimana..? Astaghfirullah..

Ruh yang membiarkan kekuatan bawah sadar menguasai kekuatan diatasnya adalah ibarat orang orang yang menyerahkan malaikat kepada kekuasaan Anjing atau menyerahkan seorang Muslim ke tangan orang Kafir yang zalim. Orang yang menumbuhkan dan memelihara sifat-sifat iblis atau kebinatangan akan menghasilkan ciri-ciri atau watak yang sepadan dengannya yaitu iblis atau binatang. Kesempurnaan ruh menguasai jasadnya maka seperti Malaikat. 

Dari semua sifat-sifat atau ciri-ciri ini akan nampak dengan bentuk-bentuk yang jelas di Hari Pengadilan kelak.

1. Orang yang menurut hawa nafsu nampak seperti babi,
2. Orang yang garang dan ganas seperti anjing dan serigala,
3. Orang yang suci seperti Malaikat.

Maka, pengetahuan falsafah yang tepat mengenai Ruh ini bukanlah permulaan yang harus ada dalam perjalanan Agama akan tetapi hasil sebuah proses dari disiplin diri dan berpegang teguh dalam jalan yang lurus/hidayah itu. Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Quran Al-Ankabut: 69;

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan (hidayah) Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik beramal shalih."  

Aamiin..

Wallahu'alam bish-sahawab..

JADIKAN IBROH DARI SETIAP PERISTIWA KEMATIAN, BAGAIMANA KEMATIAN MENURUT AL-QUR'AN?

Mengenang Wafatnya Ustadz Uje 
(Jeffrey Al-Buchori-Jumat 26 April 2013 M)

Ustad Uje - Jeffrey Al-Buchori




Allah Ta'ala dengan firmannya (lihat QS. Al Mukmin ayat 10 -11) telah mengingatkan kita jangan sampai kita mati dalam keadaan kafir.  Semoga kita semua mati dalam keadaan Islam.. Aamiin. Dan Ingatlah kedua ayat ini dengan baik:

10- Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir” (QS. Al Mukmin ayat 10)

11- Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (QS. Al Mukmin ayat 11)

Ketika kelak manusia dikumpulkan dipadang Mahsyar pada hari berbangkit kelak dan orang kafir telah melihat dengan jelas akibat perbuatan mereka menentang ayat ayat Allah selama ini, mereka mengeluh : ” Ya Allah Engkau telah mematikan kami dua kali, dan menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa kami, adakah jalan keluar bagi kami dari kesulitan yang dahsyat pada hari ini (neraka jahanam) “. Dialog antara orang kafir dengan Allah ini diabadikan dalam surat Al Mukmin ayat 10 -11, sebagaimana kutifan ayat diatas.

Selama hidup didunia ini kita hanya mengerti bahwa mati dan hidup itu hanya sekali saja, namun setelah di akhirat kelak kita baru, mengerti bahwa kita hidup dan mati sebanyak dua kali. Memperhatikan dialog diatas kita jadi bertanya, apakah yang dimaksud dengan kematian itu? Dalam Al Qur’an dikatakan bahwa kita mati dan hidup sebanyak dua kali, padahal yang kita ketahui selama ini kita hidup dan mati hanya satu kali.

Definisi mati menurut Al-Qur’an

Mati menurut pengertian secara umum adalah keluarnya Ruh dari jasad, kalau menurut ilmu kedokteran orang baru dikatakan mati jika jantungnya sudah berhenti berdenyut. Mati menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya Ruh dari jasad dan hidup adalah bertemunya Ruh dengan Jasad. Kita mengalami saat terpisahnya Ruh dari jasad sebanyak dua kali dan mengalami pertemuan Ruh dengan jasad sebanyak dua kali pula. Terpisahnya Ruh dari jasad untuk pertama kali adalah ketika kita masih berada dialam Ruh, ini adalah saat mati yang pertama. Seluruh Ruh manusia ketika itu belum memiliki jasad. Allah mengumpulkan mereka dialam Ruh dan berfirman sebagai disebutkan dalam surat Al A’raaf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)

Selanjutnya Allah menciptakan tubuh manusia berupa janin didalam rahim seorang ibu, ketika usia janin mencapai 120 hari Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu kedalam Rahim ibu, tiba-tiba janin itu hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya jantung janin tersebut. Itulah saat kehidupan manusia yang pertama kali, selanjutnya ia akan lahir kedunia berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut.

Ketika sampai waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari jasad. Itulah saat kematian yang kedua kalinya. Allah menyimpan Ruh dialam barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan didalam tanah. Pada hari berbangkit kelak, Allah akan menciptakan jasad yang baru, kemudia Allah meniupkan Ruh yang ada di alam barzakh, masuk dan menyatu dengan tubuh yang baru sebagaimana disebutkan dalam surat Yasin ayat 51:

51- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 52- Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (QS.Yasin 51-52)

Itulah saat kehidupan yang kedua kali, kehidupan yang abadi dan tidak akan adalagi kematian sesudah itu. Pada saat hidup yang kedua kali inilah banyak manusia yang menyesal, karena telah mengabaikan peringatan Allah. Sekarang mereka melihat akibat dari perbuatan mereka selama hidup yang pertama didunia dahulu. Mereka berseru mohon pada Allah agar dizinkan kembali kedunia untuk berbuat amal soleh, berbeda dengan yang telah mereka kerjakan selama ini sebagaimana disebutkan dalam surat As Sajdah ayat 12:

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As Sajudah 12)

Itulah proses mati kemudian hidup, selanjutnya mati dan kemudian hidup kembali yang akan dialami oleh semua manusia dalam perjalanan hidupnya yang panjang dan tak terbatas. Proses ini juga disebutkan Allah dalam surat Al Baqaqrah ayat 28:

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al Baqarah 28)

Demikianlah definisi mati menurut Al-Qur’an, mati adalah saat terpisahnya Ruh dari Jasad. Kita akan mengalami dua kali kematian dan dua kali hidup. Jasad hanya hidup jika ada Ruh, tanpa Ruh jasad akan mati dan musnah. Berarti yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad sedangkan Ruh tidak akan pernah mengalami kematian.

Pada saat mati yang pertama, jasad belum ada namun Ruh sudah ada dan hidup dialam Ruh. Pada saat hidup yang pertama Ruh dimasukan kedalam jasad , sehingga jasad tersebut bisa hidup. Pada saat mati yang kedua, Ruh dikeluarkan dari jasad , sehingga jasad tersebut mati, namun Ruh tetap hidup dan disimpan dialam barzakh. Jasad yang telah ditinggalkan oleh Ruh akan mati dan musnah ditelan bumi. Pada saat hidup yang kedua, Allah menciptakan jasad yang baru dihari berbangkit, jasad yang baru itu akan hidup setelah Allah memasukan Ruh yang selama ini disimpan dialam barzak kedalam tubuh tersebut. Kehidupan yang kedua ini adalah kehidupan yang abadi, tidak ada lagi kematian atau perpisahan antara Ruh dengan jasad sesudah itu.

Kalau kita amati proses hidup dan mati diatas ternyata yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian dan musnah. Ruh tetap hidup selamanya, ia hanya berpindah pindah tempat, mulai dari alam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan terakhir dialam Akhirat. Pada saat datang kematian pada seseorang yang sedang menjalani kehidupan didunia ini, maka yang mengalami kematian hanyalah jasadnya saja, sedangkan Ruhnya tetap hidup dialam barzakh. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 154 :

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 154)

Perjalanan panjang tanpa akhir

Kalau kita amati proses perjalan hidup dan mati seperti yang disebutkan diatas , maka yang mengalami kematian hanyalah jasad kita saja, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian. Sejak diciptakan pertama kali dan diambil kesaksiannya tentang ke Esaan Allah ketika dikumpulkan dialam Ruh sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172, mulailah Ruh menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berkahir.

Sifat Ruh sama seperti energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalan Energy. Teori kekalan Energy mengatakan bahwa Energy bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan, dihancurkan ataupun dilenyapkan. Ia hanya mengalami perubahan bentuk. Ruh memiliki sifat seperti Energy ini, ia tidak bisa dimusnahkan, dilenyapkan ataupun dihancurkan, ia kekal selamanya, ia hanya berubah bentuk mulai dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan alam Akhirat kelak.

Kita bisa merasakan selama hidup didunia ini bahwa Ruh kita tidak pernah tidur atau beristirat. Kalau kita tidur pada malam hari, yang tidur adalah jasad atau jasmani kita sedang Ruh kita sendiri, pergi berjalan entah kemana. Ruh tidak bisa hancur, musnah dan lenyap namun ia bisa merasa lemah, sakit dan menderita. Ruh yang kurang mendapat perawatan akan menjadi lemah menderita dan sakit. Penyakit Ruh umumnya akan merembet pada penyakit fisik atau jasmani, penyakit ruh yang umum kita kenal antara lain, gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut, sedih, tertekan dan stress berkepanjangan.

Ruh mengalami proses pendewasaan selama hidup didunia. Semua bekal yang dibawa untuk perjalanan hidup dialam barzakh dan akhirat didapat dari alam dunia. Namun sayang selama hidup didunia banyak orang yang tidak memperdulikan kebutuhan Ruhnya untuk menghadapi perjalan panjang yang tak akan pernah berakhir ini. Kebanyakan manusia hanya fokus pada masalah kehidupan dunia, dan tidak perduli dengan masalah kehidupan akhirat yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kehidupan dunia.

Mereka baru menyadari kekeliruan mereka tatkala ruh telah sampai ditenggorokan, hingga tatkala mereka telah pindah kelam barzakh mereka mengeluh sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 :

99- (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),

100- agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)

Penyesalan itu memang selalu terlambat datangnya, namun penyesalan yang muncul setelah datangnya kematian hanyalah sesuatu yang sia-sia. Masa lampau tidak akan pernah kembali, kita hanya terus maju menghadang masa yang akan datang, apapun keadaan kita. Orang yang bijaksana akan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang dialam barzakh dan akhirat. Orang yang lalai hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu. Bahkan terkesan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Sebagian besar manusia didunia termasuk kedalam golongan orang yang lalai ini, sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 92:” …sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Lebih tegas lagi disebutkan dalam surat al Insan ayat 27 :

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al Insan 27)

Mudah-mudahan Ustadz Uje (Jeffey Al-Buchori) disaaat terakhinya dan kita semua tidak termasuk orang yang lalai, seperti disebutkan dalam ayat Qur’an diatas. Mari kita persiapkan perbekalan kita untuk menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berakhir didunia dan akhirat. Penyesalan diakhirat kelak tidak ada gunanya, masa lalu tidak akan pernah kembali, masa yang akan datang pasti terjadi. Bersiaplah menghadap berbagai perubahan yang akan kita alami sepanjang perjalan hidup yang amat panjang dan melelahkan ini. Berbekallah sebaik baik bekal adalah Taqwa. Aamiin.. 
Wallahu'alam bish-shawab