Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan

10 Maret 2017

Ada 4 Pembelajaran Berharga Dari Pengalaman Pengidap Kanker Stadium 4

Kanker di Indonesia telah menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar di Indonesia setelah Jantung. Tingkat kematian yang tinggi menjadi momok yang menghantui banyak orang. Penyakit ini kini makin sering terdengar beritanya, terutama setelah beberapa tokoh dan selebriti ternyata juga terserang.

Dewi Yanthi Razalie, seorang penderita kanker stadium 4, tengah berjuang menghadapi penyakitnya sejak tahun 2013 lalu. Sel kanker yang sudah menyebar hingga ke tulang dan organ-organ tubuhnya, membuat kesempatan untuk bisa sembuh menjadi sangat kecil.

Namun ia tak pernah patah semangat. Dengan prinsip hidupnya, Yakin, Iman dan Ikhlas, ia menjalani kondisi ini hari demi hari dengan penuh semangat dan optimisme. Ia tak menyerah pada penyakit yang mematikan ini. Sambil menjalani perobatan, ia terus menikmati hidup dengan selalu melakukan aktivitas layaknya orang sehat. Catatan perjalanan hidupnya berjuang melawan kanker dituangkannya kedalam sebuah tulisan penuh inspirasi di laman Facebooknya. Berikut nukilan tulisan beliau yang bisa jadi pembelajaran bagi mereka yang juga mengidap kanker dan juga orang awam yang bisa mengambil hikmah darinya.




Aku sudah 60x lebih menyaksikan proses sakratul maut 60 orang lebih para pasien KANKER Stadium 4, dari detik ke detik. Sudah 35x aku membuktikannya, firasatku lah yang benar dan tepat, sedangkan omongan ucapan dokter selalu meleset. Karena entah kenapa aku sangat bisa membedakan, antara seseorang yang sedang menjalani proses kematiannya, dengan seseorang yang masih bisa bertahan hidup dan masih lama tiba ajalnya.

Di Indonesia, tidak pernah ada dokter ahli kanker, yang ada hanya dokter bedah kanker, itupun untuk bedah kanker payudara dan leher. Bahkan di RS Dharmais sekalipun yang merupakan Pusat Kanker Nasional itu tidak ada. Dokter bedah kanker pun jumlahnya tidak banyak di setiap RS. Bisa dicek, di RSPP, Dharmais, RSCM, RSPI, dan lain-lain. Dengan jumlah pasien yang selalu mengantri panjang setiap jam prakteknya. Masing-masing dokter pun tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang kanker. Pasien sering disuruh mencari informasi sendiri melalui internet. Padahal semakin lama semakin banyak orang Indonesia terkena kanker. Kita harus bantu seluruh masyarakat untuk semakin mengerti banyak hal tentang kanker. Supaya tidak semakin banyak korban bertambah yang salah bertindak dan salah mengambil keputusan. Kasihan. Mumpung kita masih bisa berbuat. Mumpung aku masih dikasih kesempatan untuk membantu menjelaskan. Aku sebagai bukti nyata, bukan hanya sekedar "katanya" dan "katanya". TUHAN menciptakan KANKER memang dengan sifat yang sangat unik. Tidak banyak orang yang sanggup menghadapinya. Tidak hanya bagi pasien, tapi juga keluarga

KANKER itu ada beraneka ragam jenis dengan karakter yang juga berbeda-beda. Ada jenis KANKER yang hanya dengan rajin meminum kunyit putih pun sudah bisa pecah benjolannya lalu mengeluarkan nanah dan orangnya bisa hidup sehat secara fisik walaupun kadang benjolan itu tetap suka muncul lagi dan timbul lagi.

KANKER sifatnya memang unik, suka muncul lagi dan muncul lagi, sifatnya kambuhan, kalau sudah sekali terkena serangan KANKER maka KANKER akan menetap selamanya di dalam tubuh tidak akan pernah sembuh, paling-paling hanya bersembunyi sementara saja, jadi tidak ada istilah SEMBUH untuk KANKER. Wajib dikendalikan agar tidak kambuh. Pemicunya harus dihindari. Pemicu nomer satu adalah EMOSI atau stres, itu paling jahat untuk KANKER, dibanding salah makan atau salah obat atau kecapekan. Jauhi dan hindari hal-hal yang bisa memancing emosi dan stres. Jadikan hidup nyaman dan bahagia. Manfaatkanlah waktu yang ada.

Sampai detik ini, aku tidak pernah menemukan seseorang yang terkena kanker tapi bisa hidup sehat selama belasan tahun atau bahkan puluhan tahun tanpa melalui operasi dan hanya minum herbal atau pengobatan alternatif lainnya. Tapi aku sudah banyak bertemu dengan orang-orang yang terkena kanker dan bisa hidup sehat selama belasan tahun bahkan puluhan tahun sesudah ia melakukan operasi di RS. Ada yang sudah 13 tahun, 26 tahun, bahkan lebih dari 30 tahun. Herbal atau minuman-minuman dan makanan-makanan kesehatan lainnya hanya untuk menunjang stamina, kekuatan, daya tahan tubuh, tenaga. Bukan untuk mengobati apalagi menyembuhkan kanker. Jangan salah kaprah. Otak manusia sampai detik ini belum bisa menemukan, apa sih sebetulnya penyebab seseorang terkena kanker, dan juga apa obat yang bisa diminum untuk menyembuhkan kanker. Yang ada hanyalah tindakan yaitu operasi, kemoterapi, radiasi, dan ablasi. Hanya itu saja.

Untuk para penderita kanker ada 3 faktor yang mempengaruhi. Yaitu : Setiap orang memiliki kondisi, daya tahan tubuh, stamina yang berbeda-beda. Setiap orang punya kondisi penyakit dan jenis penyakit kanker yang juga berbeda-beda. Setiap orang punya nasib (atas hasil usahanya sendiri) dan rejeki keberuntungan (takdir) yang juga berbeda-beda. Pengobatan kanker itu cocok-cocokan. Tidak bisa disamaratakan semuanya.

Aku punya resep rahasia yaitu prinsip hidup yang kupegang teguh untuk diriku sendiri. Kalau untuk orang lain ya terserah masing-masing. Yaitu YAKIN, IMAN, IKHLAS. YAKIN, tidak ada sesuatu apapun terjadi di luar kemampuan manusia. IMAN, dengan segala ketentuan Tuhan yang tertulis maupun tersirat (berupa petunjuk). IKHLAS, menerima apapun semua yang diberikan kepada kita dengan sabar dan tawakal. Serta prinsip bahwa aku hanya mau berusaha dan berobat itu semampuku, tidak memaksakan diri, agar langkah hidupku lebih ringan, lebih nyaman dan lebih tenang.

Sejak awal sakit pada tanggal 23 Mei 2013 yang lalu, di leherku sudah langsung ada 2 benjolan tumor ganas, lalu di tengah-tengahnya ada kista (tumor jinak berisi cairan) dan kanker yang sudah sangat lengket menempel di urat nadiku, urat syarafku, pembuluh darahku dan menyumbat trakhea paru-paru atas, serta penyebaran kanker di tulang dada, tulang iga rusuk kiri, tulang punggung, batok kepala bagian atas (ubun-ubun) dari depan sampai belakang, di dalam kantong empedu di perut, serta jantungku sudah membengkak pembesaran melebar ke kiri.

Aku selalu berkata ke semua orang. Aku tidak minta didoakan sembuh. Tapi doakan saja semoga Tuhan memberikan Yang Terbaik untukku, dimudahkan jalanku, dilancarkan urusanku, diredakan sakitku, diringankan bebanku, dan jika saatnya tiba aku bisa khusnul khotimah. Ya, cuma itu saja sudah cukup luar biasa berarti bagiku.

Aku sudah menemui 4 dokter spesialis onkologi ahli bedah kanker terbaik di RSPP, Dharmais, RSCM dan RSPI, 1 bedah umum, 1 bedah ginjal, serta 4 internis penyakit dalam. Aku sudah menjalani semua pemeriksaan dari A sampai Z. Dan 10 dokter spesialis itu memiliki diagnosa yang sama persis tentang aku, bahwa aku harus "SEGERA" operasi, tidak ada tawar menawar, dan sesudah operasi aku harus ABLASI, juga tidak ada tawar menawar. Untuk kasusku, aku tidak mempan dengan kemoterapi atau radiasi. Aku memilih hanya mau operasi saja dan itupun 1x tidak mau ditambah lagi, itupun karena juga dikasih mukjizat sama Tuhan, aku bisa operasi dengan gratis dengan total biaya 41 juta seluruhnya dibayari oleh seorang teman yang hanya pernah ketemu 1x saat aku bikin reuni penulis tahun 2009 dan selanjutnya berkomunikasi di facebook saja. Aku banyak dikasih mukjizat sama Tuhan, puji syukur ya, mungkin karena aku YAKIN, IMAN, IKHLAS itu tadi. Mungkin. Lalu ada seseorang yang kukenal tahun 2011, cuma pernah ketemu1x dan pergi bareng ke suatu tempat, tiba-tiba dia mengirimkan sms memaksa untuk menengokku ke rumah dan besoknya langsung muncul sambil membawa uang segepok dollar Amerika dan ringgit Malaysia senilai 3,5 juta rupiah, 6 kardus besar susu penguat tulang, 2 keranjang besar buah-buahan. Juga ada teman facebook baru kenal 5 hari tiba-tiba memaksa mau mengirimkan uang sebanyak 2 juta. Padahal aku ga pernah minta-minta, aku ga pernah menyebut-nyebut soal uang. Ada juga beberapa yang lainnya yang tiba-tiba muncul di hadapanku membawa uang 2 juta, dan lain-lainnya. Curhatlah sama Tuhan. Menangislah sama Tuhan. Berdoalah sama Tuhan. Mintalah apapun sama Tuhan. Aku ga pernah mau bergantung hidup sama manusia apalagi sama benda.

Jenis KANKER aku Papiler "variasi" FOLIKULER. Umurku 44 tahun. Papiler biasa muncul di usia 40-an. Sementara FOLIKULER biasa muncul di usia 50-an. Kenapa FOLIKULER sengaja aku tulis dengan huruf besar ? Karena FOLIKULER itu jauh lebih ganas dari Papiler. Tapi Papiler jenisnya cepat menyebar ke tempat lain terutama jika kena di usia muda. KANKER itu lebih berbahaya jika baru mulai terkena di usia tua, 60 tahun keatas. Jenis KANKER Tiroid lebih banyak menyebarnya ke hati (lever) dan ke otak. Jarang sekali yang menyebar ke tulang. Sementara aku sejak awal sakit 5 bulan yang lalu sudah menyebar ke tulang-tulang dan lain-lain.

Aku mengambil suatu kesimpulan awal tentang kanker. Yaitu : Stadium 1,2,3 masuk Zona AMAN. Stadium 4 masuk Zona MUKJIZAT. Stadium Terminal masuk Zona WASSALAM. Maksudnya bahwa zona "aman" adalah kondisi dimana tingkat kesembuhan bagi penderitanya masih sangat besar, zona "mukjizat" itu hanya benar-benar mukjizat Tuhan saja yang bisa menolong dan jarang sekali penderitanya yang bisa bertahan hidup, lalu zona "wassalam" itu tidak ada kemungkinan sama sekali alias semua dokter pun pasti sudah angkat tangan (sebagai keterangan tambahan : seseorang yang tidak pernah merasakan sakit yang mencurigakan, lalu tiba-tiba ia terkapar parah, kemudian dibawa ke RS dan diperiksa total ternyata diagnosa dokter bahwa ia terkena kanker stadium terminal, itu maksudnya bahwa kanker sudah sangat menyebar ke seluruh tubuhnya, sehingga dokter yang paling ahli dan alat yang paling canggih sekalipun tidak akan ada yang bisa mengatakan bahwa si pasien itu sebetulnya awalnya terkena kanker jenis apa dan induk kanker dia ada dimana, karena saking sudah sedemikian parahnya, induk dan anak sudah sama-sama besarnya atau sudah sama-sama ganasnya.

Tidak ada pengobatan jenis apapun, mau lewat kedokteran atau herbal atau alternatif lainnya, yang bisa menjamin 1% pun kesembuhan untuk kanker. Herbal apapun itu BUKAN obat pembunuh KANKER. Jangan salah kaprah ya. Aku sudah operasi KANKER di RSPP tgl 2 Juli 2013 kemarin. Minuman dan makanan kesehatan atau herbal hanya membantu menjaga stamina tubuhku sehingga sampai detik ini aku masih kuat berjalan, bicara, dan pergi ke mall, ke RS, ke rumah teman, ke pesta kawinan, dan lain-lain. Sebagai penderita KANKER stadium 4 yang sudah menyebar ke tulang-tulang dan lain-lain, aku seharusnya sudah terkapar di RS, opname berbulan-bulan, nangis-nangis kesakitan dan putus asa tidak punya semangat hidup. Padahal andai saja Anda tau. Sampai sekarang aku masih bisa nonton 4 film di bioskop selama 2 hari berturut-turut dan menengok orang sakit KANKER yang stadiumnya justru malah masih berada di bawahku. Andai saja Anda tau, hingga saat ini aku masih bisa makan enak apa saja yang kusukai, kecuali babi yang memang diharamkan agama. Aku masih makan duren, daging kambing, steak, fried chicken, mie, pizza, dan lain-lain. Walaupun tidak berlebihan karena aku sudah tidak sanggup makan banyak. Hidupku normal. Aku juga bisa sholat dengan posisi dan gerakan normal seperti orang lain. Biaya yang dikeluarkan untuk seluruh pemeriksaan dan pengobatanku totalnya tidak sampai 60 juta dan sudah termasuk yang 41 juta pun biaya operasiku gratis dibayari temanku. Jadi aku hanya mengeluarkan tidak sampai 20 juta untuk pemeriksaan, untuk konsultasi ke dokter ahli, untuk beli obat dan untuk ongkos keliling RS selama 1 bulan full yaitu RSPP, Dharmais, RSCM, RSPI, RS Cikini. Intinya apa ? Yakin saja 100% bahwa TUHAN tidak akan memberikan "sesuatu" peristiwa di luar kemampuan manusia. Dan aku tidak mau bergantung hidup pada tangan manusia apalagi pada benda.

Jadi kalau ada yang berani menjamin bisa menyembuhkan KANKER, pasti omong kosong. Pasti ada unsur dagang atau jualan. Jangan mudah tertipu. Jaga harta bendamu baik-baik. Anak-anak lebih berhak untuk biaya hidup dan biaya pendidikan mereka. jalan hidup mereka masih panjang. Masa depan mereka harus jauh lebih baik dan lebih sukses. Berusaha dan berobat hukumnya wajib bagi manusia. Tapi semampunya saja dan tidak memaksakan diri. Jangan stres dan frustasi. Semua omongan orang dituruti. Semua dicoba. Sehingga harta benda habis seketika. Yang ada penyesalan yang selalu datang terlambat. Karena seluruh harta benda tidak bisa membeli atau ditukar dengan 1 nyawa manusia. Dan yang paling penting, MATI itu TAKDIR. Tidak bisa diminta. Tidak bisa ditolak. Tidak bisa ditunda. Tidak bisa dipercepat. Manusia berusaha dan berobat BUKAN supaya tidak mati, tapi hanya supaya SEHAT. Jadi suatu saat entah kapan kita bisa MATI dalam keadaan SEHAT dan BAIK alias khusnul khotimah.

Ada jenis-jenis kanker tertentu dalam kondisi dengan tingkat stadium tertentu, yang kalau kena pisau bedah atau benda-benda aluminium malah meradang menjadi tambah ganas dan menyebar dengan cepat. Tapi tidak ada seorang dokter paling ahli pun yang tahu dan bisa menjelaskannya kepada pasien, kanker jenis apa saja yang bisa bereaksi seperti itu. Semuanya uji coba, usaha maksimal, resiko operasi KANKER memang antara hidup dan mati.

Barusan aku pergi mencari buah-buahan sebentar dan sampai rumah langsung drop kondisiku. Tadi dalam perjalanan sudah mulai merasa kesakitan punggungku. Waktu di resto, ketika bangun berdiri sesudah duduk, pinggang rasanya juga sakit. Sudah panggil tukang pijat untuk datang ke rumah. Aku hampir setiap hari dipijat. Karena cuma dipijat yang membuat aku nyaman dan bahagia. Aku sudah tidak menikmati lagi jalan-jalan, makan enak, berbelanja barang. Aku lebih suka tidur di rumah dan dipijat. Karena sejak awal sakit beberapa bulan yang lalu, kanker sudah menyebar ke tulang-tulang dan lain-lain. Aku tahu, sekarang sudah kena juga ke kaki, ke tangan dan ke paha. Cuma aku memang tidak mau scanning seluruh tubuh, wholebody scan 1,5jt atau pet scan 8jt di RS Dharmais. Daripada nanti kaget sendiri kalau ternyata hasil pemeriksaannya buruk, ternyata sudah menyebar ke seluruh tubuh. Bisa-bisa aku pingsan melihat hasilnya.


Prof DR dr Wimpie Pangkahila

PUISI PERMINTAAN MAAF

dari dokter Indonesia.

Barangkali inilah saatnya

Ketika langkah kita tak boleh berhenti begitu saja

Karena penguasa tak mau peduli

Ketika kita telah dikriminalisasi

Padahal telah bekerja sesuai standar profesi

Maafkan kami para dokter yang terluka Kalau suatu hari nanti kami mau cuti bersama

Karena sudah terlalu letih kami bekerja Melaksanakan profesi menyelamatkan nyawa

Dan meningkatkan kualitas hidup bangsa

Jangan bilang dokter mogok kerja

Bukankah cuti bersama boleh saja

Walaupun bersama sama seluruh Nusantara ?

Dan jangan bilang ini arogansi semata

Karena kami juga manusia biasa

Ya, kami memang manusia biasa

Yang kecewa ketika diperlakukan tanpa rasa

Yang terluka ketika disiram kopi panas di wajah ini

Yang tak berdaya ketika dipenjara

Yang terhina ketika iklan bohong kesehatan dibiarkan merajalela

Padahal korban berjatuhan di mana mana

Maafkan kami kalau suatu hari nanti kami cuti bersama

Tetapi janganlah bingung dan kecewa

Karena kalian boleh datangi mereka

Yang mampu sembuhkan KANKER tanpa obat apalagi operasi

Yang sembuhkan KANKER dengan ramuan asli

Yang sembuhkan AIDS dalam tiga bulan

Yang sembuhkan impoten dengan ramuan tanaman

Dan yang sanggup mengembalikan keperawanan

Sulit kami mengerti mengapa penguasa melakukan pembiaran

Padahal semuanya ini jelas penipuan

Sementara dokter terus ditekan

Dan akhirnya masuk rumah tahanan

Masih adakah di negeri ini keadilan dan kebenaran?

Akhirnya maafkan kami wahai para penguasa negeri ini

Karena walaupun kami tak kalah dengan dokter di luar negeri

Tetapi kami tak mampu mengatasi penyakit gemar korupsi

Sanur, Bali, 21 November 2013.


Aku menangis terisak-isak saat membaca puisi itu kiriman bbm dari teman baikku di Bali. Aku menangis karena aku mengalaminya sendiri. Betapa aku sudah percaya pengobatan yang ada di televisi dan aku datangi tapi ternyata menipu. Belum diobati, belum diperiksa, sudah langsung disuruh bayar 1,3jt. Aku langsung balik badan dan buru-buru pergi ke RS Dharmais, kembali ke dokter. Betapa sebelum operasi kanker, hampir semua orang melarangku operasi dan berusaha mencegahku operasi. Berusaha menghubungiku, mencari-cari nomer hpku, ujung-ujungnya cuma ingin memberitahu bahwa bila kanker itu dioperasi nanti bertambah ganas dan tambah menyebar. Apakah mereka mau bertanggung-jawab seandainya aku menurut tidak dioperasi kemudian kondisiku malah bertambah parah ? Apakah mereka mau tau dan mau perduli ?

Semangat tidak berfungsi jika takdir sudah berbicara. MATI itu TAKDIR. Tapi cara kita menjalani kematian, itu yang pilihan. Aku berusaha dan berobat BUKAN supaya tidak mati, tapi supaya SEHAT. Yang dimaksud dengan pilihan adalah bisa karena kemauan pribadi dan bisa juga karena kesalahan manusia atau kesalahan dokter yang disebut mapraktek. Jika tidak terjadi malpraktek, mungkin seseorang meninggal dalam kondisi yang lebih baik, bukan berada di ICU RS tapi di kamar rawat inap misalnya, sehingga keluarga bisa lebih bebas talqin, mengaji dan berdoa di samping orang yang sedang sakit menjelang sakratul mautnya (ajalnya).

Tidak semua orang suka dinasehati, digurui, diperintah-perintah, disuruh-suruh, diatur-atur, dibujuk-bujuk, dipaksa-paksa. Apalagi penderita KANKER pun juga gitu. Karena emosi atau stres itu pemicu KANKER nomer "satu" dibanding salah makan atau salah obat atau kecapekan atau apapun juga. Seorang penderita KANKER kalau jengkel sedikit saja, bisa fatal akibatnya. Sebagai contoh, ada seorang penderita KANKER Stadium 2, hanya gara-gara jengkel dan marah-marah sama pembantunya, langsung naik jadi Stadium 4. Perasaan seorang penderita KANKER itu amat sangat harus dijaga sekali. Makanya mayoritas penderita KANKER itu kebanyakan jadi introvert, menutup diri, dan membatasi pergaulan. Contohnya, ada penderita KANKER yang bahkan tidak pernah mau ditengok sampai ia meninggal. Tidak suka dikasihani, tidak suka ditanya-tanya, tidak suka dikomentari. Bahkan juga ada para penderita KANKER yang tidak mau ada orang lain tahu bahwa dia terkena KANKER. Sifat dan watak orang itu bermacam-macam kan. Tidak bisa disamakan. Jadi karena aku sudah mengalaminya, dan kondisiku sudah cukup parah walaupun baru kena KANKER dalam beberapa bulan ini saja, aku sudah langsung Stadium 4, jadi aku bisa ngomong ke banyak orang. Dan camkan juga bahwa kena KANKER itu TAKDIR. Jangan sekali-sekali mengatakan bahwa KANKER itu adalah cobaan, musibah, ujian, teguran, hukuman. Tapi TAKDIR. Titik. Tidak ada tawar-menawar.

Ini realita. Ini fakta. Banyak sekali orang yang suka memanfaatkan penderitaan dan kesakitan orang lain untuk mencari uang dan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Aku dan beberapa temanku mengalaminya. Mereka jualan obat dan dengan beraninya sesumbar bisa menyembuhkan kanker. Padahal aku sudah tahu persis bahwa pengobatan apapun untuk kanker tidak ada jaminan 1% pun. Teliti sebelum membeli. Apalagi jika memiliki uang terbatas. Jangan sampai ibarat "sudah jatuh tertimpa tangga" alias sudah kesakitan kena penyakit mematikan eh masih harus tertipu orang.

MATI itu TAKDIR. Tidak bisa diminta, tidak bisa ditolak, tidak bisa ditunda, tidak bisa dipercepat. Aku tidak tahu kapan kematianku datang. Bisa 20 tahun lagi, bisa juga hari ini. Who knows. Nobody knows. Only GOD knows. Manusia hanya diberi firasat atau petunjuk. Manusia diberi akal untuk membaca "tanda-tanda"NYA. Penyakit KANKER itu penyakit mematikan. Apa artinya ? Itu waktunya untuk bersiap-siap. Mempersiapkan diri untuk "pulang", mempersiapkan anak-anak, mempersiapkan suami atau istri, mempersiapkan keluarga jika saatnya mereka sudah harus "talqin" ketika sakratul maut itu tiba. Ketika sakit parah apalagi KANKER itu seharusnya menjadi "titik balik" seorang manusia agar ingat untuk segera memperbaiki kualitas dirinya, kualitas akhlaknya, kualitas ibadahnya, dan kualitas hubungannya dengan keluarga. Berbenah diri. Ini menurutku.

Sekarang ini aku tidak pernah kesakitan lagi apalagi sampai nangis-nangis karena tidak tahan dan aku sudah mencoba lepas dari Morfin, tidak pernah memakainya lagi, karena percuma saja, Morfin sudah tidak mempan lagi buatku, yang diminum ataupun ditempel, malah membuatku pusing, mual muntah-muntah, sesak napas. Bahkan bukan tidak mungkin bisa juga menghentikan pernapasan.

Atas informasi teman, aku sekarang rajin makan singkong rebus tanpa bumbu setiap hari, makan kurma, minum madu yang ditaburi bubuk kayu manis, minum air zamzam, serta makan buah jeruk bali atau buah mangga karena aku memang sangat suka dan kadang kutambahi dengan lengkeng atau semangka dan lain-lainnya. Sudah dilakukan penelitian di berbagai negara bahwa air zamzam itu mengandung tingkat alkalin dan antioksidan tinggi sehingga sangat bagus bagi penderita kanker. Sedangkan singkong rebus sudah terbukti, para penderita kanker stadium 4 yang sudah sangat parah bisa sembuh total hanya dengan rajin mengkonsumsi singkong rebus dimakan setiap hari. Toh semua yang aku sebutkan tadi cukup mudah dicari dan harganya pun tidak mahal kan. Analisaku adalah buah mangga atau buah2an yang mengandung antioksidan tinggi (jeruk, apel, melon, delima) untuk detox, membuang racun dari dalam tubuh. Sementara madu ditaburi bubuk kayu manis dan buah kurma itu untuk menjaga stamina agar fisik kuat sesudah detox. Sedangkan singkong dan air zamzam itu menghambat pertumbuhan sel KANKER.

Aku tidak tahu kapan kematianku datang. Hari ini atau nanti 20 tahun lagi. Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi sesudah aku mati. Apakah aku akan disiksa terus karena aku punya banyak dosa, ataukah hanya diam saja hening membisu, atau berada di sebuah tempat yang indah menunggu tiupan sangkakala tiba. Entahlah. Semuanya masih menjadi misteri untukku. Apakah aku masih bisa bermain piano lagi nanti, atau mendengarkan lagu-lagu yang kusuka seperti yang selama ini ketika hidup sering kulakukan.

Sumber : Facebook Dewi Yanthi Razalie

2 Maret 2014

Fasilitas Anugrah Allah Termahal di Dunia Ini, IMAN dan TAQWA



“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman
kepada Allah dan hari kiamat....” (At Taubah: 18)

IMAN adalah suatu perkara yang sangat penting. Lebih penting dari apa yang dianggap manusia penting dewasa ini. Makan, minum, pakaian, pekerjaan, pangkat dan jabatan serta kekuasaan dunia sekalipun.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ…
“Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Aku (Allah) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi...“ 
(QS. Al A’raf: 96)

Sebaliknya apabila iman manusia telah rusak, maka amalan manusia akan menjadi rusak, sehingga ibadah, muamalah, muasyarah dan akhlak akan menjadi rusak pula. Apabila amalan telah rusak, maka suasana dan keadaan alam semesta akan menjadi rusak, sehingga iklim, cuaca, udara, daratan dan lautan semuanya tidak lagi berkhidmat kepada manusia.

Allah berfirman dalam kalam lainnya:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ…
“Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia...." (QS. Ar Rum : 41).

Bagaimana iman bisa lurus? Iman bisa lurus jika hatinya lurus. Bagaimana hatinya bisa lurus? Hati bisa lurus jika lisannya lurus. Bagaimana lisannya bisa lurus? Lisannya bisa lurus jika sering digunakan untuk membicarakan kebesaran dan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala.

Yakni membicarakan bahwasanya :

Allah khaliq : Allah Maha Menciptakan
Allah malik : Allah Maha Menguasai/Memelihara/Merajai
Allah raziq : Allah Maha Pemberi Rezeki

Apabila 3 perkara tersebut sering dibicarakan, maka akan menimbulkan sifat QANA’AH.

Dan juga membicarakan bahwasanya :

Allah sami’ : Allah Maha Mendengar
Allah bashir : Allah Maha Melihat
Allah ‘alim : Allah Maha Mengetahui

Apabila 3 perkara tersebut sering dibicarakan, maka akan menimbulkan sifat TAQWA.

Apakah itu iman yang rusak?
Iman yang rusak adalah apabila di dalam hati ada keyakinan bahwasanya makhluk bisa memberi manfaat atau madharat.

Contoh :
Kebanyakan manusia sekarang ini mempunyai keyakinan bahwasanya kebahagiaan itu terletak pada harta benda. Untuk mendapatkan harta benda harus ada uang, dan untuk memperoleh uang harus bekerja. Ini adalah keyakinan yang salah yang harus diluruskan.

Sesungguhnya harta itu tidak bisa mendatangkan kebahagiaan, tetapi Allah yang mendatangkan kebahagiaan. Harta bisa mendatangkan kebahagiaan itu berhajat kepada Allah dan Allah mendatangkan kebahagiaan tidak berhajat kepada harta. Jika Allah kehendaki dengan harta akan datang kebahagiaan, dan jika Allah kehendaki dengan harta tidak datang kebahagiaan. Dan jika Allah kehendaki pula tanpa harta, Allah berkuasa mendatangkan kebahagiaan. Inilah makna dari LAA ILAAHA ILLALLAAH.

Maka karena Iman itulah orang-orang muslim yang beriman mampu memenuhi panggilan Allah setiap harinya 5 kali untuk selalu datang ke Masjid dan laksanakan sholat fardlu secara berjamaah, ini sebuah bukti terbesar bagian dari TAQWA.

Yuk, kita kuatkan hati dengan keyakinan bahwa tidak ada kerugian yang akan kita dapatkan dari-Nya, apabila kita dapat memenuhi setiap panggilan sholat berjamaah, Justru dengan cara itulah berbagai keberuntungan akan kita raih. Ringankanlah kaki kita agar mampu melangkah guna membangun barisan lurus dan rapat dalam shof sholat berjamaah kapan pun dan dimana pun saat kita masih diberi kemampuan untuk bergerak dan berikhtiar. 

Mari kita niatkan dan perjuangkan agar bisa ikut serta guna menuju kebahagiaan dan kemenangan yang hakiki. 
Bismillah.

Seri Dakwah Iman Amal Sholeh

26 April 2013

JADIKAN IBROH DARI SETIAP PERISTIWA KEMATIAN, BAGAIMANA KEMATIAN MENURUT AL-QUR'AN?

Mengenang Wafatnya Ustadz Uje 
(Jeffrey Al-Buchori-Jumat 26 April 2013 M)

Ustad Uje - Jeffrey Al-Buchori




Allah Ta'ala dengan firmannya (lihat QS. Al Mukmin ayat 10 -11) telah mengingatkan kita jangan sampai kita mati dalam keadaan kafir.  Semoga kita semua mati dalam keadaan Islam.. Aamiin. Dan Ingatlah kedua ayat ini dengan baik:

10- Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir” (QS. Al Mukmin ayat 10)

11- Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (QS. Al Mukmin ayat 11)

Ketika kelak manusia dikumpulkan dipadang Mahsyar pada hari berbangkit kelak dan orang kafir telah melihat dengan jelas akibat perbuatan mereka menentang ayat ayat Allah selama ini, mereka mengeluh : ” Ya Allah Engkau telah mematikan kami dua kali, dan menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa kami, adakah jalan keluar bagi kami dari kesulitan yang dahsyat pada hari ini (neraka jahanam) “. Dialog antara orang kafir dengan Allah ini diabadikan dalam surat Al Mukmin ayat 10 -11, sebagaimana kutifan ayat diatas.

Selama hidup didunia ini kita hanya mengerti bahwa mati dan hidup itu hanya sekali saja, namun setelah di akhirat kelak kita baru, mengerti bahwa kita hidup dan mati sebanyak dua kali. Memperhatikan dialog diatas kita jadi bertanya, apakah yang dimaksud dengan kematian itu? Dalam Al Qur’an dikatakan bahwa kita mati dan hidup sebanyak dua kali, padahal yang kita ketahui selama ini kita hidup dan mati hanya satu kali.

Definisi mati menurut Al-Qur’an

Mati menurut pengertian secara umum adalah keluarnya Ruh dari jasad, kalau menurut ilmu kedokteran orang baru dikatakan mati jika jantungnya sudah berhenti berdenyut. Mati menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya Ruh dari jasad dan hidup adalah bertemunya Ruh dengan Jasad. Kita mengalami saat terpisahnya Ruh dari jasad sebanyak dua kali dan mengalami pertemuan Ruh dengan jasad sebanyak dua kali pula. Terpisahnya Ruh dari jasad untuk pertama kali adalah ketika kita masih berada dialam Ruh, ini adalah saat mati yang pertama. Seluruh Ruh manusia ketika itu belum memiliki jasad. Allah mengumpulkan mereka dialam Ruh dan berfirman sebagai disebutkan dalam surat Al A’raaf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)

Selanjutnya Allah menciptakan tubuh manusia berupa janin didalam rahim seorang ibu, ketika usia janin mencapai 120 hari Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu kedalam Rahim ibu, tiba-tiba janin itu hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya jantung janin tersebut. Itulah saat kehidupan manusia yang pertama kali, selanjutnya ia akan lahir kedunia berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut.

Ketika sampai waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari jasad. Itulah saat kematian yang kedua kalinya. Allah menyimpan Ruh dialam barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan didalam tanah. Pada hari berbangkit kelak, Allah akan menciptakan jasad yang baru, kemudia Allah meniupkan Ruh yang ada di alam barzakh, masuk dan menyatu dengan tubuh yang baru sebagaimana disebutkan dalam surat Yasin ayat 51:

51- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 52- Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (QS.Yasin 51-52)

Itulah saat kehidupan yang kedua kali, kehidupan yang abadi dan tidak akan adalagi kematian sesudah itu. Pada saat hidup yang kedua kali inilah banyak manusia yang menyesal, karena telah mengabaikan peringatan Allah. Sekarang mereka melihat akibat dari perbuatan mereka selama hidup yang pertama didunia dahulu. Mereka berseru mohon pada Allah agar dizinkan kembali kedunia untuk berbuat amal soleh, berbeda dengan yang telah mereka kerjakan selama ini sebagaimana disebutkan dalam surat As Sajdah ayat 12:

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As Sajudah 12)

Itulah proses mati kemudian hidup, selanjutnya mati dan kemudian hidup kembali yang akan dialami oleh semua manusia dalam perjalanan hidupnya yang panjang dan tak terbatas. Proses ini juga disebutkan Allah dalam surat Al Baqaqrah ayat 28:

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al Baqarah 28)

Demikianlah definisi mati menurut Al-Qur’an, mati adalah saat terpisahnya Ruh dari Jasad. Kita akan mengalami dua kali kematian dan dua kali hidup. Jasad hanya hidup jika ada Ruh, tanpa Ruh jasad akan mati dan musnah. Berarti yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad sedangkan Ruh tidak akan pernah mengalami kematian.

Pada saat mati yang pertama, jasad belum ada namun Ruh sudah ada dan hidup dialam Ruh. Pada saat hidup yang pertama Ruh dimasukan kedalam jasad , sehingga jasad tersebut bisa hidup. Pada saat mati yang kedua, Ruh dikeluarkan dari jasad , sehingga jasad tersebut mati, namun Ruh tetap hidup dan disimpan dialam barzakh. Jasad yang telah ditinggalkan oleh Ruh akan mati dan musnah ditelan bumi. Pada saat hidup yang kedua, Allah menciptakan jasad yang baru dihari berbangkit, jasad yang baru itu akan hidup setelah Allah memasukan Ruh yang selama ini disimpan dialam barzak kedalam tubuh tersebut. Kehidupan yang kedua ini adalah kehidupan yang abadi, tidak ada lagi kematian atau perpisahan antara Ruh dengan jasad sesudah itu.

Kalau kita amati proses hidup dan mati diatas ternyata yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian dan musnah. Ruh tetap hidup selamanya, ia hanya berpindah pindah tempat, mulai dari alam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan terakhir dialam Akhirat. Pada saat datang kematian pada seseorang yang sedang menjalani kehidupan didunia ini, maka yang mengalami kematian hanyalah jasadnya saja, sedangkan Ruhnya tetap hidup dialam barzakh. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 154 :

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 154)

Perjalanan panjang tanpa akhir

Kalau kita amati proses perjalan hidup dan mati seperti yang disebutkan diatas , maka yang mengalami kematian hanyalah jasad kita saja, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian. Sejak diciptakan pertama kali dan diambil kesaksiannya tentang ke Esaan Allah ketika dikumpulkan dialam Ruh sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172, mulailah Ruh menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berkahir.

Sifat Ruh sama seperti energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalan Energy. Teori kekalan Energy mengatakan bahwa Energy bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan, dihancurkan ataupun dilenyapkan. Ia hanya mengalami perubahan bentuk. Ruh memiliki sifat seperti Energy ini, ia tidak bisa dimusnahkan, dilenyapkan ataupun dihancurkan, ia kekal selamanya, ia hanya berubah bentuk mulai dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan alam Akhirat kelak.

Kita bisa merasakan selama hidup didunia ini bahwa Ruh kita tidak pernah tidur atau beristirat. Kalau kita tidur pada malam hari, yang tidur adalah jasad atau jasmani kita sedang Ruh kita sendiri, pergi berjalan entah kemana. Ruh tidak bisa hancur, musnah dan lenyap namun ia bisa merasa lemah, sakit dan menderita. Ruh yang kurang mendapat perawatan akan menjadi lemah menderita dan sakit. Penyakit Ruh umumnya akan merembet pada penyakit fisik atau jasmani, penyakit ruh yang umum kita kenal antara lain, gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut, sedih, tertekan dan stress berkepanjangan.

Ruh mengalami proses pendewasaan selama hidup didunia. Semua bekal yang dibawa untuk perjalanan hidup dialam barzakh dan akhirat didapat dari alam dunia. Namun sayang selama hidup didunia banyak orang yang tidak memperdulikan kebutuhan Ruhnya untuk menghadapi perjalan panjang yang tak akan pernah berakhir ini. Kebanyakan manusia hanya fokus pada masalah kehidupan dunia, dan tidak perduli dengan masalah kehidupan akhirat yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kehidupan dunia.

Mereka baru menyadari kekeliruan mereka tatkala ruh telah sampai ditenggorokan, hingga tatkala mereka telah pindah kelam barzakh mereka mengeluh sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 :

99- (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),

100- agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)

Penyesalan itu memang selalu terlambat datangnya, namun penyesalan yang muncul setelah datangnya kematian hanyalah sesuatu yang sia-sia. Masa lampau tidak akan pernah kembali, kita hanya terus maju menghadang masa yang akan datang, apapun keadaan kita. Orang yang bijaksana akan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang dialam barzakh dan akhirat. Orang yang lalai hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu. Bahkan terkesan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Sebagian besar manusia didunia termasuk kedalam golongan orang yang lalai ini, sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 92:” …sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Lebih tegas lagi disebutkan dalam surat al Insan ayat 27 :

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al Insan 27)

Mudah-mudahan Ustadz Uje (Jeffey Al-Buchori) disaaat terakhinya dan kita semua tidak termasuk orang yang lalai, seperti disebutkan dalam ayat Qur’an diatas. Mari kita persiapkan perbekalan kita untuk menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berakhir didunia dan akhirat. Penyesalan diakhirat kelak tidak ada gunanya, masa lalu tidak akan pernah kembali, masa yang akan datang pasti terjadi. Bersiaplah menghadap berbagai perubahan yang akan kita alami sepanjang perjalan hidup yang amat panjang dan melelahkan ini. Berbekallah sebaik baik bekal adalah Taqwa. Aamiin.. 
Wallahu'alam bish-shawab



25 April 2013

Peristiwa di Shubuh Hari, Tengoklah Bahagianya Orang-Orang Ber-Iman Yang Selalu Memakmurkan Mesjid



Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, subuh-subuh orang-orang beriman itu sudah dibahagiakan ALLAH, saat ia bersama sama berjalan dengan anak-anaknya dengan maksud shalat berjamaah ke mesjid, sekali kali ia menggandeng tangan anaknya, sekali-kali ia cium pipi anaknya, sekali-kali ia usap kepala dan ia peluk anaknya, di udara pagi yang masih padat oksigen sejuk segar menyehatkan. Maka setiap langkahpun senantiasa bertamburkan rahmat dan ampunan ALLAH. Sampai di mesjid iapun bertemu saudara-saudaranya yang se-iman, karena memang HANYA ORANG-ORANG YANGG BENAR BENAR BERIMAN YANG MAU MEMAKMURKAN MESJID, sebagaimana firman Allah Ta'ala dalan Al-Qur'an Surat at-Taubah:18;


إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

" Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang ber-Iman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."

Betapa bahagianya menatap wajah-wajah mereka yang teduh, damai, bersahaja dan bercahaya sebagai buah amal dari air wudhu serta kesenangan ibadahnya. Selesai sholat, zikir dan doa meraih "hikmah" dari Kitab Hadist yang dibacakan imam maka ia pun pulang dari mesjid dengan jalan berbeda dan ada kesempatan beramal mematikan lampu-lampu jalanan. Begitu sampai di rumah, sembari mengucap salam anak-anaknya pun berhamburan mencium tangan dan memeluk Ibunya yang sudah menunggu dengan rasa bahagianya melihat anak-anak mereka yang shaleh. Setelah mengucap salam, oh ya tentu sang suami pun mencium kening bidadarinya dengan seraya  memanjatkan doa;  "Ya ALLAH, bahagiakan keluarga kami di dunia dan akhirat...Aamiin". 

Indah bukan,itulah  peristiwa di subuh hari sebagai rahmat bagi ber-Iman, kini ini kita akan semakin faham dengan doa Rasulullah saw, "Ya ALLAH berkahi umatku di waktu subuh". Sungguh orang-orang beriman itu hari-harinya selalu diawali dengan KEINDAHAN AMAL IBADAH, SUBHANALLAH... 

Semoga demikian pula dengan kita semua sahabatku terutama pria mu'min, semoga diberi kekuatan hidayah oleh Allah untuk mampu menyertai mereka yang lebih dahulu memakmurkan masjid. Aamiin.

Hai wanita mu'minat sampaikan hikmah ini untuk suamimu atau calon suamimu, semoga Allah beri kekuatan untuk anda berdakwah pada orang-orang yang kalian cintai. Aamiin

inspirasi dari: Ustadz Arifin Ilham