3 Juni 2016

Kalau Anak Kita Sudah Facebook-an, Sekalian Saja Kita Edmodo-kan?


Mari kenali, apa itu edmodo ?

Edmodo adalah situs microblogging yang dapat digunakan warga pembelajar baik di dalam kelas maupun rumah. Edmodo juga akan cukup banyak membantu guru demikian efisien dan efektif utamanya saat yang bersangkutan sedang tidak bisa melakukan tatap muka atau mengajar di depan kelas pembelajarannnya namun demikian sekalipun tidak hadir secara fisik dengan bantuan tool edmodo guru dapat memberikan materi pembelajaran secara daring atau online. 

Dalam Edmodo, Guru bisa memberikan tugas yang bisa ditentukan waktu pengumpulannya serta meng-upload materi belajar baik berupa gambar, video tutorial ataupun akses ke link yang terkait dengan materi yang tengah dibahas di kelas dengan para peserta didiknya. Peserta didik/siswa atau murid juga bisa berbagi pemikiran atau ide lewat posting-nya di Edmodo atau jika disamakan dengan facebook, bisa dikatakan Update Status. Lebih tepatnya lagi edmodo merupakan “Facebook Guru dan Siswa” karena fitur yang ditawarkan hampir mirip dengan facebook walau pun dalam beberapa hal ada perbedaan mendasar yakni dengan disediakannya fitur gradebook yang merupakan bagian dari review kegiatan dan penilaian siswa serta feedbacknya bagi guru.

Fitur-fitur yang ditawarkan edmodo antara lain:

  • Bisa meng-edit Profile Picture dan Nama.
  • Tampilan yang sama seperti facebook.
  • Assignment yang dapat diposting guru sebagai PR (pekerjaan rumah) / tugas.
  • Pengaturan jadwal event-event penting.
  • Satu anak bisa menjadi murid dari banyak guru.
  • Edmodo juga bisa diakses melalui browser handphone, smartphone, tablet, laptop dan pc asal ada akses ke internet


Apps edmodo juga tersedia dan bisa diakses secara mobile pada smartphone Android dan iPhone. Dengan demikian lewat edmodo gagasan Digital Classroom atau pembelajaran kelas maya bukan lagi wacana, ini merupakan kenyataan dan akan semakin memudahkan saja untuk mendapat akses pembelajaran bermutu bagi semua kalangan, asalkan pemerintah memberikan dukungan penuh pada jaringan akses internet secara cuma-cuma atau gratis pada warga belajarnya dan semoga saja dengan adanya edmodo yang kini pemanfaatannya di Asia Tenggara didukung penuh oleh Seamolec-Seameo setidaknya ada upaya serius guna  menyamaratakan fasilitas pendidikan di Indonesia. 

Namun dalam hal ini karena tidak semua pihak paham atau melek IT maka wajar sekalipun situs positif ini sudah didukung oleh berbagai pihak diantaranya juga oleh guru pembelajar dari anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) tetap saja dalam implementasinya butuh waktu dan pendekatan tersendiri terutama pada kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan. 

Ada sebagian pihak belum juga paham baik diantara guru atau pun kepala sekolah sudah menilai bahwa pemanfaatan internet itu sama saja, lebih banyak mudaratnya dalam artian banyak mengandung aspek negatifnya. Dalam hal ini penulis selaku penggiat  dan mentor yang ditunjuk Seamolec dalam pembelajaran kelas maya bisa memahami apa yang menjadi kerisauan dari rekan sejawat akibat banyaknya membaca berita bagaimana pengaruh dan prilaku buruk di kalangan pemuda dan orang tua terhadap anak-anak sebagai dampak dari penggunaan internet, yang hampir diberitakan hampir tiap hari lewat tivi dan media cetak dan sekaligus pula hal ini menegaskan bahwa banyak diantara para pemegang kebijakan pendidikan di kita yang tidak sigap bagaimana mengeksekusi kebijakan yang justru dimilikinya agar internet tetap digunakan dan bisa ditarik manfaat yang sebesar-besarnya serta di saat yang sama pengawasan ditingkatkan dengan berbagai pihak utamanya dengan pihak orang tua siswa karena merupakan kenyataan bahwa booming gadget dan net di negeri kita sudah tidak mungkin dibendung lagi. 

Prihatinnya ada juga anggapan bahwa pembelajaran kelas maya (digital class) ini bisa mengakibatkan kecemburuan sosial dengan asumsi yang digeneralisir bahwa hanya kalangan tertentu saja yang dapat mengaksesnya melalui gadget mereka, sementara kalangan bawah yang garis kemiskinannya masih dianggap belum mampu mempunyai gadget bisa terhalang atau down motivasinya untuk belajar. Asumsi demikian bisa saja ada kelirunya karena dalam format pembelajaran kelas maya melalui edmodo tetap memelukan pembelajaran biasa di kelas dan tidak melulu harus akses sepanjang hari sebagaimana tren pemakai facebook, logika sederhananya sekalipun fitur mirip facebook namun pertemanan antar user edmodo akan ada di lingkungan warga belajar mereka sendiri. Bila user edmodo dari kalangan siswa bergaul lewat fitur yang tersedia bagaimana pun hal ini akan terpantau oleh guru dan orang tuanya karena dalam fitur edmodo tidak sembarang pihak bisa nyelonong ke wall pihak lain tanpa adanya konfirmasi lewat coding (senantiasa setiap user saat bergabung ada kodenya) atau konfirmasinya serta disaat yang sama semua aktifitas siswa di wall edmodo mereka akan terpantau orang tuanya bila ortunya sudah melibatkan diri dalam pengawasan di edmodo.

Saat ini semua siswa atau pelajar kita dari berbagai jenjang dan kalangan mana pun cenderung sudah menyenangi fungsi dari teknologi dan akrab dengan namanya media sosial. Hampir tidak ada siswa di jenjang menengah ke atas yang tidak punya akun di facebook, bahkan anak usia SD pun kini mulai banyak yang sudah menjadi user facebook. Kalau anakanak kita sudah menjadi user facebook, kenapa tidak sekalian saja kita edmodo-kan sebagai facebooknya warga pembelajar saat ini ? 

Edmodo merupakan jejaring sosial untuk pembelajaran berbasis Learning Managent System (LMS). Edmodo memberi fasilitas bagi guru, murid tempat yang aman untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi konten dan aplikasi pembelajaran, pekerjaan rumah (PR) bagi siswa, diskusi dalam kelas virtual, ulangan secara online, nilai dan masih banyak lagi akan dibahas dibawah. Pada intinya edmodo menyediakan semua yang bisa kita lakukan dikelas bersama siswa dalam kegiatan pembelajaran ditambah fasilitas bagi orang tua bisa memantau semua aktifitas anaknya di edmodo asalkan punya parent code untuk anaknya.

Edmodo adalah sebuah situs yang diperuntukan bagi pendidik untuk membuat kelas virtual. Situs edmodo ini gratis dan gampang digunakannya selama seorang guru dan muridnya bisa terhubung melalui internet. Edmodo adalah sebuah jawaban bagi sebuah ruang kelas virtual/kelas maya yang nyaman dan aman, dikarenakan siswa dapat melakukan interaksi dalam pantauan gurunya (bebas cyber crime dan cyber bullying)

Bebagai manfaat dari Digital Class melalui Edmodo bagi Guru:

  • Guru dapat mengunci siswa, dengan demikian ia hanya bisa membaca dan tidak bisa berkomentar pada seisi ‘kelas’ namun tetap ia bisa berkomunikasi langsung dengan gurunya.
  • Tidak ada orang luar yang bisa masuk dan melihat kelas virtual yang dibuat oleh seorang guru tanpa mendapat kode khusus dari guru yang bersangkutan.
  • Guru dapat memulai pertanyaan, menaruh foto atau video, menaruh presentasi bahan ajar, yang kesemuanya bebas untuk diunduh oleh siswa dan dikomentari.
  • Murid bisa kembali kapan saja untuk mengulang materi yang diberikan gurunya, bahkan PR bisa diberikan melalui edmodo.
  • Guru bisa memberikan Ujian Dalam Jaringan (UDJ) dan membuat soal online secara langsung dengan cukup mudah dan dapat dikirimkan pada wall setiap kelas pembelajaran yang diampunya.
Bebagai manfaat dari Digital Class melalui Edmodo bagi Siwa:

  • Siswa/murid/peserta didik kita juga bisa mengumpulkan PR nya lewat edmodo, tinggal unggah saja. Edmodo bisa dipadukan dengan situs penyedia layanan lainnya seperti One Drive dan Google Drive untuk penyimpanan, you tube, yutwall wisher, glogster dan lain sebagainya.
  • Guru juga bisa menaruh nilai dari pekerjaan siswa sebagai acuan bagi siswa.
  • Kelas virtual yang dibuat seorang guru tidak terbatas, guru bisa menaruh bahan ajar untuk digunakan di angkatan atau tahun ajaran berikutnya.
  • Siswa bisa bekerja sama dengan siswa lain dalam grup kecil yang dibentuk oleh gurunya.
  • Saat mengerjakan sebuah proyek bersama mereka bisa menaruh semua dokumen yang diperlukan dalam pengerjaannya.
  • Edmodo memungkinkan guru menaruh bahan ajar yang sangat berguna bagi siswa yang tidak masuk atau berhalangan saat melakukan tatap muka. Siswa yang pendiam bisa bebas berkata-kata dan berpendapat tanpa khawatir dipermalukan sementara si anak tipe aktif bisa posting pertanyaan kapan saja asal ia terhubung dengan internet.



Guru dapat mengajarkan etika dalam pemanfaatan teknologi pada peserta didiknya lewat aturan atau tata cara berinternet yang positif yang berlaku di dunia maya seperti cara berkomentar dan sederet tata krama di dunia maya yang perlu siswanya ketahui, sekaligu pula bisa memberitahukan berbagai resiko, ancaman dan sanksi hukum yang terkait dengan penyalahgunaan internet sebagaimana diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Tentang Teknologi Komunikasi dan Informasi, yakni UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSASKI ELEKTRONIK (UU ITE). 

Demikian tulisan ini saya tuliskan dari apa yang penulis alami dan dipadukan dengan berbagai tulisan terkait edmodo yang kini sudah banyak bertebaran di berbagai situs website dan blogs internet, semoga bermanfaat.

Guru Tonjong,
3 Juni 2016