2 Mei 2012

“Tanggalkan Bangsa Kerdil, Menjadi Bangsa Pemimpin”


Saudara-saudaraku seBangsa dan seTanah Air, sadarlah kini sudah lebih dari 2000 tahun kita sebagai Bangsa telah ada, jangan sangsikan didalam diri kita ada sebongkah Mutiara yang tak pernah hilang. 

Saudara saudaraku, dimanapun berada, disini di tanah ini, atau di manapun ditanah bumi manapun saudaraku berada, sebungkah mutiara itu tak pernah sirna, walau tergoncang walau terombang ambing peradaban dan kebudayaan bangsa lain, tetapi mutiara itu akan tetap ada dalam sanubari kita dalam dalam. 

Ketahuilah bahwa Dunia ini dihidupi oleh Fitrah Manusia, Bahwa Manusia didunia itu, pada dasarnya adalah sama, hakekatnya sama sebahai Makhluk Tuhan,tidak beda satu sama lain. Oleh karena itu Manusialah fokus yang harus di perhatikan. Bahwa Manusia lah sebagai penentu Sejarah, Pengukir dan Pelukis Sejarah ditempat manapun dan dijaman kapanpun. 

Bahwa Masyarakat dan Manusia inilah yang tak boleh diabaikan, tidak hanya Masyarakat Indonesia, tetapi juga Masyarakat diseluruh Dunia, semua menghadapi masalah yang sama, 

Bahwa World Prospiraty, World Emancipation dan World Peace,
Kekayaan Kesejahteraan harus merupakan Kekayaan Kesejahteraan Dunia,
Bahwa Emansipasi harus Emansipasi Dunia,
Bahwa Persaudaraan haruslah Persaudaraan Dunia,
Bahwa Damai haruslah Perdamaian Dunia,
berdasarkan kekuatan Masyarakat Dunia ini 

Saudara saudaraku, seBangsa dan seTanah Air, Buka mata, Buka mata, Buka otak, buka telinga perhatikan, perhatikan keadaan, perhatikan keadaan, carilah pelajarilah dari yang kamu lihat, agar supaya saudara menggunakan itu untuk pekerjaan raksasa, membangun Negara dan Tanah Air. 

Jangan seperti apa yang dikatakan oleh orang2 Amerika, mereka selalu menyebut orang2 belanda dengan ” Hollands denkens , adalah “ penny-wise, proud, and foolish” 

” Hollands denken ” adalah :
Thinking peny wise, Berfikir satu sen, satu sen, kecil kecil, sedikit sedikit menjadi bukit’
Proud, congkak, tinggi hati, sombong,
Foolish, bodoh, bodoh, bodoh. 

Lihat saudara saudaraku, perhatikan, di sana, di Amerika Serikat -” Hollands denken ” itu tidak ada. Tak ada dalam dinamika kehidupan mereka juga di negara negara lain. 

Ingat saudara saudaraku, seBangsa dan seTanah Air, kita ini sudah 350 tahun di cekoki dengan “Hollands denken” tadi. Kita menjadi Bangsa yang juga ikut2an seperti Belanda, yang berfikir “ Penny wise, proud and foolish”, Itulah kenapa kita tidak berkembang, sedikit sedikit, bodoh tapi sombong, saudara2. 

Sehingga kehidupan menjadi mandeg, tertutup semua jalan dan memendam mutiara mutiara yang ada dalam kehidupan kita sendiri, terselubung dan tertutupi sifat2 Belanda tadi, mutiara yang sudah lama ada dan membuat kita tetap ada hingga kini, 

Gara gara kita terikut si Belanda, akhirnya matilah daya Imajinasi kita, tak berani menelorkan ide ide, konsep konsep yang Spektakuler, tak mempunyai nyali dan keberanian untuk melakukan langkah langkah besar. tak berani beranjak dari yang sudah ada, bergeming ada di tempat dan statis tak bergerak. Lebih baik memelihara yang sudah ada walau hanya kecil kecil. 

Saudara saudaraku, seBangsa dan seTanah Air, bahwa kita sudah diajarkan oleh nenek moyang kita sejak 2000 tahun yang lalu, bahwa kita adalah Bangsa yang besar, Bangsa yang mempunyai peradaban tinggi dan mengandung nilai nilai kehidupan yang membuat kita tetap ada dan survive dimasa masa perubahan dan goncangan Kebudayaan dan peradaban. 

Saudara saudaraku, Kita harus berani beranjak dan harus berani meloncat dengan loncatan kedepan, dengan imajinasi dan visi kedepan yang spektakuler. tanpa itu, kita hanya berhenti dan tetap statis ditempat yang sekarang ada, tak pernah beranjak ada ditempat terlanda zaman dan peradaban, mengecil dan menjadi tak terlihat dan tak ada. eksistensinya hapus dan sirna. 

Sementara Negara Negara lain, dan Bangsa Bangsa lain, demikian cepat melangkah kedepan dengan Visi yang Imajinatip, dengan bayangan masa depan yang Spektakuler. Maka akan tertinggallah kita, menjadi Bangsa terbelakang dan menjadi Bangsa yang terikut menjadi Bangsa pengikut, bukan Bangsa yang diikuti dan di depan sebagai Pemimpin Bangsa Bangsa lain. 

Saudara saudaraku sebangsa dan setanah air,sudah bukan lagi himbauan, tetapi sudah menjad kebutuhan kita untuk secepatnya beranjak dan melakukan loncatan kedepan, dengan imajinasi dan fantasi fantasi yang fantastis, dengan keberanian dan nyali besar dengan berani menghadapi resiko dan tantangan, dengan menghadapi dinamika kehidupan dengan mimpi mimpi. 

Cobalah kita lihat, Bangsa Bangsa yang mempunyai “ Imagination”, mempunyai fantasi fantasi besar, mempunyai keberanian, mempunyai kesediaan menghadapi resiko, mempunyai dinamika, mempunyai mimpi2. menjadi Bangsa yang cepat besar dan membesar tumbuh eksistensinya serta nyata, dengan memberikan sumbangan kedalam Kehidupan dan Peradaban Dunia. 

Kita harus berani, menggelar Peta Kehidupan, dengan memberikan alternatif Tatanan Kehidupan yang baik dan bermanfaat bagi Dunia, dengan mengenalkan cara hidup dan Falsafah kita, yang demikian menakjubkan dimata Dunia. 

Saudara saudarakau, sudah saatnya lah sekarang, mutiara mutiara yang terpendam dalam sanubari, kita keluarkan dan biarkan memberikan cahaya pencerahan dan memancarkan kehidupan yang bermartabat, bagi seluruh Ummat Manusia. mutiara mutiara Kebersamaan dan Persaudaraan diantara Manusia, menghargai Manusia dengan Manusia yang lain, sama sederajad dengan saling menghormati kedaulatannya masing masing. 

Saudara saudaraku, mutiara mutiara itu, termaktub dalam Preambule UUD 1945, disana jawaban Masyarakat dunia untuk bisa meraih Kehidupan yang Bermartabat dan Sejahtera bagi seluruh Ummat Manusia. 

Perlu loncatan kedepan jangan hanya berfikir penny wise, kecil kecil, berfikirlah yang imanjinatif, bayangan sesuatu yang spektakuler, yang belum pernah ada. Baru kita bisa berharap menjadi Bangsa Besar. Dengan pandangan dan pikiran yang imajinatif. Menggunakan pikiran dan Visi kedepan, dengan memanfaatkan Technology dan pengetahuan masa depan. Bukan berfikir, sedikit sedikit menjadi bukit, tetapi berfikir dengan imajinasi dengan resiko yang kita harus ambil, dengan dinamika dan semangat bekerja. 

Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur. 

Sekarang ini kita telah mejadi satu bangsa yang kecil jiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa yang sedang dicandra-sengkalakan, diramalkan , didalam candra-sengkala jatuhnya Majapahit, “sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Menjadi satu bangsa yang kecil, satu bangsa yang kerdil 

Saya tak ingin mengatakan bahwa bangsa ini sudah sirna, bangsa ini sudah mengkerdil menjadi hilang, tak berbekas, mengiyakan ramalan jatuhnya majapahit. Kita harus sadar, menyadarkan diri, bahwa kita bukan Bangsa Kerdil, kita bukan Bangsa yang sudah sirna. Kita Bangsa yang mampu bangkit dan bekerja. Mampu bekerja keras mewujudkan cita cita menjadi Bangsa terhormat bermartabat. Menjadi Bangsa Pemimpin. 

Tanggalkan Bangsa Kerdil, Menjadi Bangsa Pemimpin !!! 

Coba perhatikan sekarang, lihat Bumi kita dan keindahan Alam kita. tengok, Alam disekelilng kita, betapa indahnya, dengan panjang Pantai yang tak terkira, dengan Pantai yang tak sama satu sama lain, sama indahnya, dari Sabang sampai Mearuke, tak ada tempat seindah Bumi kita, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian, Bali, NTT, NTB, Maluku, dan pulau pulau lain , berpuluh ribu pulau yang eksotis. dengan keramahan Bangsa ini. Sungguh kekayaan yang terpendam dan merupakan harta yang tak ternilai dan tak pernah habis sepanjang masa. 

Kekayaan yang terhampar dipermukaan maupun yang ada didalam Bumi, adalah kekayaan yang tak pernah habis sekalipun di gunakan untuk kebutuhan Manusia seluruh Dunia. disana kekayaan alam berada, dibawah pijakan kaki saudara saudara, dibawah telapak kaki kita ada segala kekayaan alam , 

Kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara : Berdasarkan atas “imagination”, jiwa besar, menjadi pemimpin dunia, membagi kekayaan untuk ummat manusia untuk kemaslahatan ummat di seluruh dunia. 

Saudara saudaraku, siapkan diri kita baik baik, Menjadi Pemimpin Dunia, membawa manusia kearah kehidupan yang bermartabat, sejahtera, adil dan tenteram. 

Tuhan kan bersama dengan kita, yang selalu mencari keridloaannya, didunia dan di akherat. 

Gali ! Bekerja!
Gali! Beramal!
Indonesia adalah Tanah Air
yang paling Cantik di Dunia. 
Merdeka ! Merdeka ! Merdeka ! 

JAKARTA 1 mei 2012. 

. 0leh: Zen Muttaqin