16 Mei 2016

Terobosan Dalam Dunia Pendidikan Abad Pembelajaran 21 Menanti Keputusan Guru


Semua sekolah berusaha untuk memperbaiki infrastruktur dalam menunjang mutu pendidikannya. Tapi yang jadi masalah bagian intinya terletak pada mindset dan paradigma para guru yang sampai sejauh ini masih belum memadai dalam mengantisipasi kemajuan informasi berbasiskan teknologi digital.

Metodologi pendekatan dengan menggunakan IT sebagai sarana untuk menerapkan DIGITAL LEARNING atau pun DIGITAL CLASS merupakan salah satu metode yang baik dimana metode ceramah mulai sedikit digeser namun bukan berarti tidak berguna lagi. 

Manfaat dari mindset Digital Learning dan Digital Class bagi guru adalah:
1. Efektivitas, efesiensi bagi guru dalam melakukan interaksi di kelas pembelajarannya.
2.Mendorong pola fikir guru kearah cara berfikir yang sistimatik, analis dan pengembangan imajinasi dalam mendesain kegiatan kelas pembelajarannya
3. Merubah paradigma guru yang selama ini sebagai sentral penentu pembelajaran menjadi fungsi tutor, stimulan, partner sharing dalam kegiatan KBM di kelasnya.

Manfaat bagi siswa:
1. Merubah pola fikir siswa untuk lebih konsen pada pembelajaran, dapat berfikir sistimatik, analis dan siswa terlibat pula dalam mendesain kegiatan belajar di kelas belajarnya.
2. Merubah anak didik dalam cara berfikir sehingga dapat menentukan resume suatu definisi dari disiplin ilmu yang dipelajarinya. Dalam Digital Class biasanya digunakan bentuk metode problem solving, diskusi, serta tugas-tugas desain.

Sistimatika desain materi pelajaran
1. Guru mengklasifikasikan sistimatika materi pembelajarannya dengan konstruksi bertingkat:
a. Mudah, keterlibatan siswa dalam mendesain lebih diutamakan
b. Sedang, keterliabatan guru dan siswa masing-masing 50%
c. Sukar, guru lebih mengutamakan desain yang efektif dan efisien dalam bentuk tampilan yang memikat hati siswa guna bisa termotivasi untuk dapat belajar mandiri.

Semuanya sudah bisa dilaksanakan dengan bantuan dari Komputer All One, TV smart, Papan Smart, dan Jaringan Aplikasi berbagai flatform, serta sistem IT terpadu. Tinggal bagaimana apresiasi pihak pemegang kebijakan di sekolah, terutama bagaimana pola fikir dari para pendidik yngg harus dinamis dalam mengantisipasi berbagai perkembangan informasi teknologi digital. 

Guru pendidik sebagai penentu kebijakan pada masa depan peserta didiknya dan keputusannya akan mewarnai terhadap jalan sukses siswa dalam pilihan profesi pekerjaannya di kemudian hari.

Selamat menyambut Era Informasi Teknologi Digital Abad Pembelajaran 21, semua keputusan di sekolah adalah keputusan kolektif untuk memberikan yang terbaik pada siswa pembelajarnya, apakah akan memberi jalan terbaik pada peserta didik atau tidak berbuat untuk itu sama sekali? 

Sebuah pameo mengatakan, ”Siapa yang menguasai informasi maka dia akan menguasai dunia” [Alvin Toflfer], sudah bukan merupakan slogan hampa namun telah menjadi kenyataan. Informasi sudah dianggap sebagai “power” yang diartikan sebagai “kekuatan” dan “kekuasaan”. 


Salam pendidikan,
Bismillah 


Guru Tonjong,
16 Mei 2016